IAI An Nur Lampung Peduli Duka Korban Tsunami Lampung

106

LAMPUNG SELATAN – “Saat air datang saya masih tiduran dengan anak saya yang masih berumur 10 bulan, lalu tiba-tiba air membawa badan saya kelaut dan terpisah dari anak saya, dengan sekuat tenaga saya mencoba berenang dan meraih kayu yang hanyut, hingga saya bisa menepi” Cerita Sulis warga Kunjir korban tsunami, yang masih berduka karena bayinya belum ditemukan.

Suasana duka dan haru penuh ketakutan masih membayangi para korban tsunami di kabupaten Lampung Selatan.

Gelombang Tsunami yang menerjang sebagian besar pesisir Kalianda Lampung Selatan menyisakan duka mendalam bagi warga Way Mulie, Kunjir dan Rajabasa. Banyak yang kehilangan orang tua, anak dan sanak famili bahkan rumah pun rata dengan tanah.

Untuk membantu meringankan beban korban tsunami, Institut Agama Islam An Nur Lampung hari ini berangkat ke lokasi untuk menghantarkan bantuan yang diperlukan para korban tsunami.

Dari pantauan rombongan yang berangkat menggunakan 5 kendaraan, lokasi bekas terjangan tsunami sungguh luar biasa, mayoritas rumah tidak layak huni karena kerusakan cukup parah.

Seperti yang diceritakan Ibu jumilah dan Ibu Ismara warga Kunjir, beliau harus berlari malam hari menuju ke sawah untuk mengamankan diri “Suara gemuruh datang tiba-tiba, dan air langsung menyapu rumah kami, saya langsung lari keluar menuju sawah” Ujar Ismara warga Kunjir yang lari membawa bayinya.

Hal yang sama juga diceritakan Syamsudin warga Way Muley Timur “Saat tsunami datang saya sedang rebahan dan nonton televisi. Tiba-tiba gelombang air datang menggulung rumah saya. Karena rumah penuh dengan air laut, dengan memecah kaca saya baru bisa keluar. Dan ketika berlari menjauh saya liat rumah sudah ambruk” kata Syamsudin sambil menunjukan luka ditangannya akibat memecahkan kaca jendela.

Dan wajah duka pun terlihat di gadis kecil bernama Marisa. Saat ini Marisa kehilangan rumah dan Paud tempat sekolahnya hancur diterjang gelombang tsunami.

Bantuan dari berbagai penjuru saat ini terlihat sudah sampai, dan aktifitas perbaikan juga dilakukan pihak Pemda Lampung Selatan, Polres, TNI dan masih banyak lagi. Dibeberapa titik, alat berat juga tampak berada di puing-puing reruntuhan rumah warga. (Mujiono)