Prosesi Yudisium Program Sarjana dan Pascasarjana Ke-2 Tahun Akademik 2018/2019

Jati Agung – IAI An Nur Lampung mengadakan prosesi Yudisium Program Sarjana dan Pascasarjana ke-2 tahun akademik 2018/2019, Sabtu (16/2). Acara dimulai pukul 14.00 WIB dan dilaksanakan di aula lantai 3. Hadir pula dalam prosesi ini Dr. H. Herizal, MA, (Sekretaris Kopertais VII wilayah Sumbagsel), Prof. Dr. H Sulthan Syahrir, MA, Prof. Dr. H. M Nasor, M.Si, direktur dan wakil direktur program pascasarjana,  rektor dan wakil rektor program sarjana, dosen, serta staff.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Muhammad Darwis, juara 1 musabaqah tilawatil qur’an (MTQ)  tingkat Provinsi Lampung. Marian juga merupakan mahasiswa IAI An Nur semester 7.

Peserta Yudisium

Selanjutnya penyampaian kesan dan pesan perwakilan mahasiswa program sarjana dan program pascasarjana. Pesan yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa yang mengikuti yudisium adalah ucapan terimakasih kepada civitas akademik IAI An Nur yang sudah memberikan pelayanan mengantarkan mahasiswa sampai pada saat ini.

“Tentunya dalam perjalanan kita yang panjang ini, ada hal hal yang kurang berkenan, kepada civitas akademik, baik aksi maupun reaksi, kami mahasiswa pascasarjana dan sarjana memohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami rasa IAI An Nur telah menjadi  bagian hidup dari kita.”

Perwakilan juga memberikan masukan agar mahasiswa yang melaksanakan yudisium bisa berkontribusi dan konsisten mengabdi kepada masyarakat.

“Masyarakat sedang dan telah menunggu kita, ilmu yang telah kita dapat ini menanti untuk kita amalkan. “

Di tengah acara ini, juga diselipkan penampilan pembacaan puisi oleh Sri Rahayu Ningsih, semua yang hadir larut dalam untaian kata sendu, hingga tak kuasa beberapa mahasiswa dan dosen menitikkan air mata.

Selepas itu, rektor IAI An Nur Lampung, Dr. H. Andi Warisno, M.MPd., memberikan sambutan, Dr. Andi menyatakan,”Saya ucapkan selamat kepada bapak/ibu yang akan dikukuhkan menjadi sarjana pendidikan agama islam dan magister pendidikan agama islam, semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa.”

“Bahwa kedudukan seseorang bukan hanya karena titelnya S.Pd, M.Pd semata, namun ada hal  lain yang lebih penting setelah itu, pesan Allah kalau ingin punya kedudukan maka kita harus berjuang, berjihad di jalan Allah. Jadi tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Jangan sampai kita terlena dengan zona nyaman yang membuat kita tidak punya daya juang, pasrah dengan nasib.” Tambah Dr. Andi.

Dr. Andi juga berpesan, “Siapa saja yang menghormati guru maka ilmunya akan bermanfaat. Kalau kita tidak mengormati dan tidak berakhlak terhadap gurunya, maka ilmunya tidak akan bermanfaat sebelum gurunya meridhoi-Nya.”

Dr. H. Herizal, MA, (Sekretaris Kopertais VII wilayah Sumbagsel)

Dr. H. Herizal, MA, (Sekretaris Kopertais VII wilayah Sumbagsel) yang juga memberi sambutan memberikan ucapan selamat pada seluruh mahasiswa, menurutnya, mahasiswa yang bisa mengenyam pendidikan tinggi merupakan orang yang beruntung.

“Bapak/ibuk termasuk orang-orang yang beruntung, karena menurut data dari bank dunia, rata-rata pendidikan orang Indonesia itu kelas 8. Karena sebentar lagi bapak/ibu akan memperoleh gelar sarjana dan magister.” Ungkapnya.

Dr, Herizal menambahkan, “Ini sebuah tradisi akademik dimana bapak/ibu  akan diwisuda. Yang kita harapkan adalah kita semua tetap terus belajar melampaui gelar akademik, karena ilmu pengetahuan sifatnya sangat luas sekali, tidak terbatas pada apa yang diajarkan di lembaga pendidikan. Agama kita juga memerintah kita untuk terus kontinyu menambah pengetahuan dengan belajar tanpa kenal waktu.”

Acara ditutup dengan pembacaan surat keputusan peserta yudisium, dilanjutkan dengan penyematan secara simbolik  kepada peserta Yusium yang diwakili  oleh Isrodin,  S.Pd  dan Eha Zakiya, M.Pd.

(Tomi/Sohib/red)