Setiap tahun, ribuan siswa kelas 12 SMA bertarung “berdarah-darah” memperebutkan kursi di jurusan populer seperti Pendidikan Dokter, Informatika, Psikologi, atau Manajemen. Tingkat keketatannya bisa mencapai 1:100, yang artinya satu siswa harus mengalahkan 99 pesaing lainnya. Risiko kegagalannya sangat tinggi.
Namun, tahukah Anda bahwa ada strategi cerdas yang disebut Blue Ocean Strategy dalam pemilihan jurusan kuliah? Strategi ini berfokus mencari jurusan sepi peminat di PTN yang kompetisinya rendah, namun memiliki kebutuhan industri yang sangat tinggi.
Sepi peminat bukan berarti jurusan tersebut “buangan” atau tidak berkualitas. Seringkali, jurusan-jurusan ini sepi karena namanya terdengar asing, dianggap terlalu sulit, atau siswanya belum paham mengenai prospek kerjanya. Padahal, lulusan dari jurusan-jurusan niche (spesifik) ini justru menjadi incaran perusahaan multinasional dengan standar gaji dua digit (di atas Rp10 juta per bulan) bahkan untuk level pemula (fresh graduate).
Jika Anda ingin memperbesar peluang lolos SNBP (undangan) atau SNBT (tes) sekaligus mengamankan masa depan finansial, berikut adalah bedah tuntas 7 jurusan “hidden gem” tersebut.
1. Oseanografi: Ahli Laut yang Dibayar Mahal
Banyak siswa yang tertukar antara Oseanografi dengan Ilmu Kelautan. Jika Ilmu Kelautan lebih banyak membahas biologi laut (ikan dan terumbu karang), Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari fenomena fisik laut, seperti gelombang, arus, pasang surut, hingga geologi dasar laut.
Mengapa Prospek Gajinya Tinggi?
Indonesia adalah negara maritim, namun ahli fisik laut jumlahnya sangat sedikit. Lulusan Oseanografi sangat vital bagi industri Minyak dan Gas (Migas) lepas pantai (offshore). Sebelum anjungan minyak dibangun, seorang Oceanographer harus menganalisis kondisi laut agar bangunan tidak roboh diterjang ombak. Selain itu, mereka juga dibutuhkan untuk mitigasi bencana tsunami.
-
Peluang Karir: Hydrographic Surveyor, Metocean Engineer, Peneliti di lembaga internasional.
-
Estimasi Gaji Awal: Rp8.000.000 – Rp15.000.000 (Tergantung perusahaan, multinasional bisa lebih tinggi).
-
PTN Pilihan: ITB (Institut Teknologi Bandung), Undip (Universitas Diponegoro).
2. Teknik Perkapalan & Sistem Perkapalan
Jurusan ini sering kalah pamor dibandingkan Teknik Mesin atau Teknik Sipil. Padahal, sebagai negara kepulauan, urat nadi ekonomi Indonesia ada di laut.
Mengapa Prospek Gajinya Tinggi?
Industri perkapalan adalah industri global. Lulusan teknik perkapalan tidak hanya bekerja membuat kapal nelayan, tetapi merancang kapal tanker, kapal kargo raksasa, hingga kapal pesiar. Keahlian ini dihargai dengan standar internasional. Salah satu profesi dengan bayaran fantastis di bidang ini adalah Welding Inspector untuk kapal atau bangunan lepas pantai.
-
Peluang Karir: Naval Architect, Marine Engineer, Surveyor Biro Klasifikasi, Port Manager.
-
Estimasi Gaji Awal: Rp7.000.000 – Rp12.000.000.
-
PTN Pilihan: ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), UI (Universitas Indonesia), Unhas (Universitas Hasanuddin).
3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Seringkali jurusan ini berada di bawah naungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) atau Sekolah Vokasi, sehingga sering terlewat oleh radar siswa SMA yang fokus pada kedokteran atau teknik murni.
Mengapa Prospek Gajinya Tinggi?
Regulasi pemerintah yang semakin ketat mewajibkan setiap perusahaan—terutama di sektor high risk seperti pertambangan, konstruksi, dan manufaktur—untuk memiliki ahli K3. Di dunia tambang (seperti di Kalimantan atau Papua), gaji seorang staf HSE (Health, Safety, and Environment) sangatlah besar karena tanggung jawabnya menyangkut nyawa manusia.
-
Peluang Karir: HSE Officer, Safety Inspector, Auditor K3, Manajer Risiko.
-
Estimasi Gaji Awal: Rp7.000.000 – Rp15.000.000 (Sektor Tambang & Migas).
-
PTN Pilihan: UI, UNS (Universitas Sebelas Maret), Unair (Universitas Airlangga).
4. Teknik Geodesi
Mendengar namanya saja, mungkin banyak siswa bingung apa yang dipelajari. Secara sederhana, Teknik Geodesi adalah ilmu tentang pengukuran dan pemetaan bumi.
Mengapa Prospek Gajinya Tinggi?
Bayangkan sebuah proyek pembangunan jalan tol, bendungan, atau pembukaan lahan kelapa sawit. Siapa orang pertama yang datang ke lokasi? Jawabannya adalah ahli Geodesi. Tidak ada proyek infrastruktur yang bisa berjalan tanpa peta yang akurat. Karena sifat pekerjaannya yang sering di lapangan dan membutuhkan skill teknis tinggi dalam mengoperasikan alat ukur canggih (seperti Drone/UAV, GPS Geodetik), lulusannya dibayar mahal.
-
Peluang Karir: Land Surveyor, Spesialis GIS (Geographic Information System), Konsultan Pemetaan Pertanahan.
-
Estimasi Gaji Awal: Rp8.000.000 – Rp13.000.000.
-
PTN Pilihan: UGM (Universitas Gadjah Mada), ITB, Undip, ITERA.
5. Aktuaria: “Dewanya” Matematika
Aktuaria sering disebut sebagai permata tersembunyi di rumpun Saintek. Jurusan ini mempelajari pengelolaan risiko keuangan di masa depan menggunakan matematika, statistika, dan teori peluang.
Mengapa Prospek Gajinya Tinggi?
Aktuaris adalah profesi elit. Di Indonesia, jumlah Aktuaris bersertifikat masih sangat jauh dari kebutuhan industri asuransi dan keuangan. Karena kelangkaan tenaga ahli inilah, hukum pasar berlaku: supply sedikit, demand tinggi, maka harga (gaji) melambung. Bahkan, seorang Chief Actuary di perusahaan asuransi besar bisa memiliki gaji setara direktur utama.
-
Peluang Karir: Aktuaris, Risk Analyst, Data Scientist di sektor asuransi/perbankan.
-
Estimasi Gaji Awal: Rp7.000.000 – Rp12.000.000 (Meningkat drastis setelah lulus ujian sertifikasi profesi).
-
PTN Pilihan: UI, IPB (Institut Pertanian Bogor), ITS, UGM, Unpad.
6. Teknik Metalurgi & Material
Banyak yang mengira jurusan ini hanya belajar “besi”. Padahal, cakupannya sangat luas, mulai dari polimer, keramik, komposit, hingga semikonduktor. Jurusan ini seringkali kurang populer dibanding Teknik Elektro atau Industri.
Mengapa Prospek Gajinya Tinggi?
Saat ini, pemerintah Indonesia sedang gencar melakukan hilirisasi industri tambang (seperti nikel untuk baterai kendaraan listrik). Siapa yang mengolah tanah mentah menjadi logam murni bernilai jual tinggi? Itulah tugas insinyur Metalurgi. Lulusan ini menjadi incaran perusahaan raksasa seperti Freeport, Vale, Antam, hingga pabrik baterai EV (Electric Vehicle).
-
Peluang Karir: Metallurgical Engineer, Corrosion Engineer, Process Engineer di Smelter.
-
Estimasi Gaji Awal: Rp10.000.000 – Rp18.000.000 (Terutama di perusahaan tambang multinasional).
-
PTN Pilihan: UI, ITB, ITS, Untirta (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa).
7. Fisika Medis
Ini adalah jurusan yang sangat spesifik dan biasanya merupakan peminatan dari jurusan Fisika Murni. Sangat sedikit orang awam yang mengetahui keberadaan profesi ini di rumah sakit.
Mengapa Prospek Gajinya Tinggi?
Rumah sakit modern yang memiliki fasilitas radiologi canggih (seperti MRI, CT Scan, Radioterapi untuk kanker) wajib memiliki Fisikawan Medis demi keamanan radiasi. Tugas mereka memastikan dosis radiasi yang diterima pasien tepat dan alat berfungsi sempurna. Karena ini pekerjaan spesialis yang berisiko dan membutuhkan ketelitian tingkat tinggi, gajinya pun bersaing dengan dokter spesialis.
-
Peluang Karir: Fisikawan Medis di RS Kanker, Peneliti Alat Kesehatan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).
-
Estimasi Gaji Awal: Rp7.000.000 – Rp12.000.000.
-
PTN Pilihan: UI, UGM, Undip, UB (Universitas Brawijaya).
Kesimpulan:
Memilih jurusan sepi peminat di PTN adalah langkah strategis untuk menembus ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi. Namun, jangan memilih hanya karena sepi. Pastikan Anda melakukan tiga hal berikut:
-
Riset Kurikulum: Pastikan Anda sanggup menjalani mata kuliahnya (misal: jangan masuk Aktuaria jika Anda benci Matematika).
-
Cek Data Keketatan: Lihat data daya tampung vs jumlah peminat di laman resmi SNPMB tahun sebelumnya.
-
Lihat Visi Jangka Panjang: Bayangkan diri Anda bekerja di industri tersebut. Apakah Anda siap bekerja di lepas pantai, di area tambang, atau di laboratorium?
Peluang gaji dua digit sudah di depan mata bagi mereka yang jeli melihat celah. Jadi, daripada memaksakan diri di jurusan “sejuta umat” dengan peluang lolos tipis, mengapa tidak menjadi “ikan besar di kolam yang kecil” dengan memilih jurusan-jurusan prospektif di atas?
Selamat berjuang menembus PTN impian!