Sebenarnya banyak sekali dalil-dalil yang berkaitan dengan masalah isbal. Dalam hal ini kami cukupkan saja dengan dua hadits shahih yang mewakili dari seluruh dalil yang berkaitan dengan masalah isbal.
Hadits pertama adalah riwayat imam Bukhari. Hadits ini termasuk hadits yang umum atau Mutlaq yang berbunyi sebagai berikut:
ุนููู ุฃูุจู ููุฑูู ุฑุฉู ุฑ ูุถูู ุงูููููู ุนููููู ุนููู ุงููููููุจ ุตูููู ุงูููููู ุนูููููู ููุณูููู ู ูุง ูู : ู ูุง ุฃุณููููู ู ููู ุงูููุนูุจูููู ู ููู ุงููููุฒุงุฑู ูููู ุงููุง ุฑู. ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู
Dari Abu Hurairah Radhiallahu โAnhu, dari Nabi Shallallahu โAlaihi wa Sallam, Beliau bersabda: โApa saja yang melebihi dua mata kaki dari kain sarung, maka tempatnya di neraka. (HR. Bukhari)
Hadits kedua adalah riwayat imam Bukhari juga. Adapun hadits ini termasuk hadits yang Muqoyyad yang berbunyi sebagai berikut:
ุนูููย ุณูุงูููู ุนููู ุฃุจูููู ุฃ ูู ุฑุณูููู ุงูููููู ุตูููู ุงูููููู ุนูููููู ููุณูููู ู ูุงูู ู ููู ุฌููุฑ ุซ ููุจูู ูู ููย ุงููููููู ุกูย ููู ูู ููุธุฑู ุงูููููู ุฅูููููู ู ููู ู ุงููููุงู ููุฉ ูุงูู ุฃุจู ุจููุฑู ููู ุฑุณูููู ุงูููููู ุฅููู ุฃุญูุฏู ูุดูููู ุฅูุฒุงูุฑู ูุณูุชูููุฎู ุฅูู ูู ุฃูู ุฃูุชู ุนูุงููุฏู ุฐููููู ูู ูููู ูู ููุงูู ุงููููุจูู ุตูููู ุงูููููู ุนูููููู ููุณูููู ู ุฅููููู ูุณูุชู ูู ูููู ูุตููุนู ุฐููููู ุฎููููู ุกู. ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู.
Dari Salim, dari Ayahnya, bahwa Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam bersabda: โBarangsiapa yang menjulurkan pakaiannya dengan sombong maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat nanti.โ Abu Bakar berkata: โWahai Rasulullah, sesungguhnya aku salah seorang yang celaka, kainku turun, sehingga aku selalu memeganginya.โ Maka Nabi Shallallahu โAlaihi wa Sallam bersabda: โSesungguhnya kamu bukan termasuk orang yang melakukannya karena kesombongan. (HR. Bukhari)
Dan sebenarnya masih banyak lagi dalil dalilnya. Intinya para ulama kita berselisih pendapat tentang cara memahami hadits dan cara metode yang digunakan dalam mengambil kesimpulan hukum.
Diantara ulama ada yang menggunakan kaidah ushul โ Al-Mutlaq mahmul โAlaa AL-Muqoyyad โ dan ada juga yang lebih mengutamakan pakai hadits yang mutlaq dari pada muqoyyad.
Lebih jelasnya kita baca saja langsung penjelasan ulama di kitab aslinya. Maka akan kita temukan hujjah-hujjah atau dalil-dalil serta alasan-alasan yang digunakan oleh masing-masing ulama.
Referensi: Muhammad Ajib, Ternyata Isbal Haram, Kata Siapa?, Jakarta: Rumah Fiqih Publishing, 2018