Daftar Isi
Pernahkah Anda membuat video Reels yang menurut Anda sudah bagus, editannya rapi, produknya cantik, tapi yang nonton cuma 50 orang? Rasanya pasti kecewa. Salah satu penyebab utamanya mungkin bukan pada visualnya, tapi pada AUDIO atau musik yang Anda gunakan.
Di algoritma Facebook dan Instagram Reels, musik bukan sekadar pelengkap. Musik adalah “lokomotif” yang bisa menarik gerbong video Anda menuju viralitas. Menggunakan Trending Audio adalah jalan pintas (cheat code) untuk masuk ke FYP (For You Page) atau Beranda calon pembeli yang bahkan belum mem-follow Anda. Mari kita pelajari caranya.
1. Bagaimana Cara Kerja Algoritma Musik?
Facebook ingin penggunanya betah berlama-lama di aplikasi. Ketika ada satu lagu yang sedang disukai banyak orang (banyak yang pakai, banyak yang dengar sampai habis), Facebook akan memprioritaskan penyebaran video-video lain yang menggunakan lagu yang sama.
Jadi, ketika Anda “menumpang” pada lagu yang sedang naik daun, video Anda ikut terbawa arus popularitas lagu tersebut. Ini disebut dengan strategi Audio Surfing.
2. Cara Menemukan Musik yang Sedang Tren
Jangan asal pakai lagu favorit Anda sendiri. Anda harus pakai lagu yang disukai pasar. Berikut cara risetnya:
A. Tanda Panah Kecil (Arrow Icon)
Buka tab Reels di Facebook atau Instagram. Perhatikan bagian bawah kiri (di sebelah judul lagu).
– Jika ikonnya berupa “Not Balok”, itu musik biasa.
– Jika ikonnya berupa “Panah Kecil Mengarah ke Atas Kanan” (↗), ITU DIA! Itu tandanya musik tersebut sedang Trending (jumlah penggunanya sedang menanjak drastis). Segera simpan dan gunakan.
B. Cek Toko Sebelah (Kompetitor/Influencer)
Lihat akun-akun besar atau kreator konten yang videonya sering viral. Lagu apa yang mereka pakai minggu ini? Biasanya kreator besar punya insting tajam soal tren audio. Tiru (ATM) audionya.
C. Template Reels
Seringkali Facebook menawarkan fitur “Use Template”. Biasanya template ini sudah dipaketkan dengan musik yang sedang viral dan transisi yang pas. Ini cara termudah bagi pemula.
3. Masalah Hak Cipta (Copyright) untuk Akun Bisnis
Ini kendala yang sering dialami akun toko online (Business Account). Seringkali lagu viral tidak tersedia atau dibisukan (muted) karena masalah lisensi komersial.
Solusinya:
1. Ubah Kategori Akun: Ubah sementara kategori akun Facebook/IG Anda dari “Shopping/Retail” menjadi “Entrepreneur” atau “Video Creator”. Kategori kreator biasanya punya akses pustaka musik yang lebih luas dibanding kategori bisnis murni.
2. Original Audio yang Viral: Cari audio yang bukan lagu artis, tapi suara orang ngomong (Voice Effect) atau remix DJ lokal yang sedang viral. Biasanya ini lebih aman dari copyright strike.
4. Trik Menggunakan Musik Tren Tanpa Merusak Konten
Kadang lagu yang tren adalah lagu Jedag Jedug yang berisik, padahal video Anda adalah video tutorial soft selling yang butuh suasana tenang. Bagaimana mengatasinya?
Teknik “Hidden Volume” (Volume Tersembunyi)
Anda tetap bisa menggunakan lagu tren tersebut untuk memancing algoritma, TAPI kecilkan volumenya.
Caranya:
1. Masukkan musik tren yang dipilih.
2. Masuk ke pengaturan Volume (Controls).
3. Set volume musik tren tersebut ke angka 1% – 5% (sayup-sayup atau hampir tak terdengar).
4. Naikkan volume “Original Audio” (suara Anda bicara) ke 100%.
Dengan cara ini, robot Facebook mendeteksi Anda pakai lagu viral, tapi telinga penonton tetap nyaman mendengar penjelasan produk Anda.
5. Mencocokkan Vibe Musik dengan Produk
Meskipun mengejar tren penting, kesesuaian rasa (context) juga penting.
– Jualan Gamis Syari: Jangan pakai lagu DJ Remix yang terlalu liar. Cari lagu tren yang bernuansa tenang, instrumental, atau sholawat viral.
– Jualan Sepatu Sport: Cari lagu yang beat-nya cepat, energik, dan memacu semangat.
– Jualan Makanan: Cari lagu yang ceria, playful, dan bikin lapar (ASMR).
Kesimpulan
Musik di Reels adalah senjata tak terlihat. Jangan biarkan video produk Anda “bisu” atau menggunakan lagu yang sudah basi. Luangkan waktu 10 menit setiap pagi untuk scrolling Reels, cari tanda panah “Trending”, simpan audionya, dan gunakan untuk konten jualan hari itu. Siap-siap notifikasi orderan meledak!