Lemari penuh baju tapi dompet kosong? Saatnya decluttering!
Facebook adalah pasar barang bekas terbesar di dunia. Tapi kenapa ada yang jual baju bekas laku 50 ribu, ada yang 10 ribu gak laku-laku? Rahasianya ada pada **Presentasi** dan **Kejujuran**.
1. Cuci, Setrika, Baru Foto
Jangan foto baju kucel di atas kasur berantakan.
Cuci dulu. Setrika licin. Gantung di hanger atau bentangkan di lantai bersih.
Baju yang rapi terlihat 2x lebih mahal daripada baju kusut.
Pencahayaan matahari wajib. Jangan foto malam-malam pakai lampu kamar.
2. Jujur tentang Minus (Defect)
Kalau ada noda sedikit atau kancing lepas, FOTO bagian itu dan lingkarin merah.
Tulis di caption: “Minus noda titik di lengan (lihat foto slide 3).”
Kejujuran ini justru bikin pembeli tenang. “Oh, minusnya cuma itu. Gak papa deh.” Daripada Anda tutup-tutupi, pas barang sampai mereka kecewa dan viralin Anda sebagai penipu.
3. Storytelling di Balik Barang
Kenapa dijual?
“Dijual karena kekecilan, baru dipakai 2x buat kondangan.”
Alasan ini penting. Menunjukkan bahwa barangnya masih bagus, bukan barang rusak yang mau dibuang.
4. Jual Sepaket (Bundle)
Jual 1 kaos 20 ribu susah. Ongkirnya mahal.
Jual “Paket Hemat 5 Kaos Brand Matahari – Rp 100.000”. Laris manis.
Pembeli merasa hemat ongkir dan dapat banyak barang sekaligus.