Menu Tutup

Apa itu Desa Maju dan Mandiri?

Desa maju dan mandiri adalah desa yang memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya dan potensi yang ada secara optimal, mandiri, dan berkelanjutan. Desa maju dan mandiri juga mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Indikator Desa Maju dan Mandiri

Untuk menentukan status kemajuan dan kemandirian desa, pemerintah menggunakan Indeks Desa Membangun (IDM) yang dirilis oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). IDM merupakan indeks komposit dari tiga aspek, yaitu:

  • Indeks Ketahanan Sosial (IKS), yang mengukur kualitas kehidupan sosial masyarakat desa, seperti kesehatan, pendidikan, kebudayaan, dan partisipasi.
  • Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), yang mengukur kualitas kehidupan ekonomi masyarakat desa, seperti pendapatan, pengeluaran, aset produktif, dan akses keuangan.
  • Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), yang mengukur kualitas kehidupan lingkungan masyarakat desa, seperti sumber daya alam, infrastruktur dasar, sanitasi, dan pengelolaan sampah.

Berdasarkan nilai IDM, desa dibagi menjadi lima kategori, yaitu:

  • Desa mandiri, jika memiliki nilai IDM >0,8155
  • Desa maju, jika memiliki nilai IDM ≤ 0,8155 dan >0,7072
  • Desa berkembang, jika memiliki nilai IDM ≤ 0,7072 dan >0,5989
  • Desa tertinggal, jika memiliki nilai IDM ≤ 0,5989 dan >0,4907
  • Desa sangat tertinggal, jika memiliki nilai IDM ≤ 0,4907

Perkembangan Desa Maju dan Mandiri di Indonesia

Menurut data IDM 2021 yang dirilis oleh Kemendes PDTT1, jumlah desa mandiri di Indonesia mencapai 3.269 desa atau meningkat 4 persen dari tahun 2020 yang hanya 1.741 desa mandiri. Jumlah ini setara dengan 4,39 persen dari total 74.961 desa di seluruh Indonesia.

Sementara itu, jumlah desa maju di Indonesia mencapai 15.324 desa atau meningkat 28 persen dari tahun 2020 yang hanya 11.915 desa maju. Jumlah ini setara dengan 20,45 persen dari total desa di Indonesia.

Dengan demikian, terdapat 18.593 desa atau 24,84 persen dari total desa di Indonesia yang masuk dalam kategori desa maju dan mandiri pada tahun 2021.

Sebaliknya, jumlah desa berkembang di Indonesia menurun menjadi 38.086 desa atau turun 5 persen dari tahun 2020 yang sebanyak 40.032 desa berkembang. Jumlah ini setara dengan 50,82 persen dari total desa di Indonesia.

Jumlah desa tertinggal juga menurun menjadi 12.177 desa atau turun 21 persen dari tahun 2020 yang sebanyak 15.476 desa tertinggal. Jumlah ini setara dengan 16,25 persen dari total desa di Indonesia.

Terakhir, jumlah desa sangat tertinggal menurun menjadi 4.985 desa atau turun 10 persen dari tahun 2020 yang sebanyak 5.547 desa sangat tertinggal. Jumlah ini setara dengan 6,66 persen dari total desa di Indonesia.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Desa Maju dan Mandiri

Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan desa maju dan mandiri di Indonesia antara lain:

  • Adanya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan otonomi dan kewenangan kepada desa untuk mengelola sumber daya dan potensi yang ada sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa.
  • Adanya alokasi dana desa yang bersumber dari APBN yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik di desa.
  • Adanya bantuan dan pendampingan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta pihak swasta, akademisi, TNI, Polri, dan kejaksaan yang bergerak sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
  • Adanya partisipasi dan keterlibatan aktif masyarakat desa dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pembangunan desa.
  • Adanya inovasi dan kreativitas dari pemerintah desa dan masyarakat desa dalam mengembangkan potensi lokal, seperti ekonomi kreatif, pariwisata desa, pertanian organik, energi terbarukan, dan lain-lain.

Manfaat Desa Maju dan Mandiri

Desa maju dan mandiri memiliki beberapa manfaat bagi masyarakat desa maupun bagi pembangunan nasional, antara lain:

  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan pendapatan, pengurangan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan kualitas hidup sosial budaya.
  • Meningkatkan ketahanan masyarakat desa terhadap berbagai ancaman dan tantangan, seperti bencana alam, perubahan iklim, konflik sosial, pandemi Covid-19, dan lain-lain.
  • Meningkatkan kontribusi masyarakat desa terhadap pembangunan nasional melalui peningkatan produktivitas, diversifikasi ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, pelestarian lingkungan hidup, serta penguatan demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan.

Sumber:
(1) Makin Banyak Desa Maju dan Mandiri di Indonesia. https://bing.com/search?q=desa+maju+dan+mandiri.
(2) IDM 2023 Kabupaten Malang Hasilkan 302 Desa Mandiri dan 76 Desa Maju. https://www.msn.com/id-id/news/other/idm-2023-kabupaten-malang-hasilkan-302-desa-mandiri-dan-76-desa-maju/ar-AA1dga4v.
(3) Zero Desa Berkembang, IDM 2023 Kabupaten Malang Hasilkan 302 Desa Mandiri dan 76 Desa Maju. https://jatim.tribunnews.com/2023/06/29/zero-desa-berkembang-idm-2023-kabupaten-malang-hasilkan-302-desa-mandiri-dan-76-desa-maju.
(4) Cara Ganjar Buat Desa Maju dan Mandiri Ekonomi. https://economy.okezone.com/read/2023/06/28/320/2838345/cara-ganjar-buat-desa-maju-dan-mandiri-ekonomi.
(5) Makin Banyak Desa Maju dan Mandiri di Indonesia. https://dataindonesia.id/sektor-riil/detail/makin-banyak-desa-maju-dan-mandiri-di-indonesia.
(6) Gus Halim Sebut Jumlah Desa Mandiri dan Maju Meningkat pada 2021. https://nasional.kompas.com/read/2022/01/12/20144991/gus-halim-sebut-jumlah-desa-mandiri-dan-maju-meningkat-pada-2021.

Baca Juga: