Menu Tutup

Apa saja yang termasuk harta gono gini?

Harta gono gini adalah istilah yang sering digunakan dalam konteks perceraian untuk menyebut harta bersama yang dimiliki oleh suami istri selama masa perkawinan. Harta gono gini bisa berupa benda bergerak atau tidak bergerak, seperti rumah, tanah, kendaraan, perhiasan, saham, dan lain-lain¹². Harta gono gini berbeda dengan harta bawaan masing-masing suami istri, yaitu harta yang diperoleh sebelum menikah atau dalam pernikahan yang diperoleh sebagai harta pribadi, misalnya warisan atau hadiah²³.

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama (Pasal 35 ayat [1]). Jika perkawinan putus karena perceraian, maka harta bersama tersebut diatur menurut hukumnya masing-masing, yaitu hukum agama, hukum adat, atau hukum lainnya (Penjelasan Pasal 35). Dalam Islam, harta bersama disebut juga sebagai harta pencaharian, yaitu harta yang diperoleh sesudah perkawinan atas usaha suami istri berdua atau salah seorang dari mereka³.

Pembagian harta gono gini bisa diajukan bersamaan dengan gugatan cerai atau secara terpisah setelah putusan perceraian dikeluarkan pengadilan. Pengadilan yang berwenang mengurus pembagian harta gono gini adalah Pengadilan Agama bagi yang beragama Islam dan Pengadilan Negeri bagi yang non-muslim. Pembagian harta gono gini dilakukan secara adil dan proporsional sesuai dengan kesepakatan atau pertimbangan hakim²⁴.

Sumber:
(1) Apa Itu Harta Gono-Gini dalam Perceraian dan Aturannya? – Tirto.ID. https://tirto.id/apa-itu-harta-gono-gini-dalam-perceraian-dan-aturannya-gCYC.
(2) Pembagian Harta Gono Gini – Klinik Hukumonline. https://www.hukumonline.com/klinik/a/pembagian-harta-gono-gini-cl1208.
(3) Harta Gono-Gini Setelah Bercerai – Hukumonline. https://www.hukumonline.com/klinik/a/harta-gono-gini-setelah-bercerai-cl6045/.
(4) Cara Pembagian Harta Gono Gini dan Penjelasan Lengkapnya – Rumah.com. https://www.rumah.com/panduan-properti/harta-gono-gini-42211.

Baca Juga: