Menu Tutup

Badan Usaha: Pengertian, Macam, Bentuk, Fungsi dan Tujuannya

Badan usaha adalah suatu kesatuan organisasi dan ekonomis yang mempunyai tujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan dan memberikan layanan pada masyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan1.

Badan usaha dibentuk sesuai dengan hukum pembentukan perusahaan. Badan usaha bisa berbentuk berdasarkan struktur bisnisnya, kegiatan usahanya, kepemilikan modalnya, atau wilayah negaranya2.

Macam-Macam Badan Usaha

Ada beberapa macam badan usaha yang dapat dibedakan berdasarkan kriteria tertentu, yaitu:

Berdasarkan Kegiatannya

Badan usaha dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan kegiatannya, yaitu:

  • Badan usaha produksi, yaitu badan usaha yang menghasilkan barang atau jasa dari bahan mentah atau setengah jadi. Contoh: pabrik, pertanian, perkebunan, dll.
  • Badan usaha distribusi, yaitu badan usaha yang menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Contoh: toko, supermarket, pasar, dll.

Berdasarkan Kepemilikan Modal

Badan usaha dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan kepemilikan modalnya, yaitu:

  • Badan usaha milik negara (BUMN), yaitu badan usaha yang modalnya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh pemerintah. Contoh: PT Pertamina (Persero), PT Kereta Api Indonesia, dll.
  • Badan usaha milik swasta (BUMS), yaitu badan usaha yang modalnya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh individu atau kelompok masyarakat. Contoh: PT Indofood Sukses Makmur Tbk, CV Majoo, dll.
  • Badan usaha koperasi, yaitu badan usaha yang modalnya berasal dari anggota-anggotanya yang berlandaskan asas kekeluargaan. Contoh: Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Serba Usaha, dll.

Berdasarkan Wilayah Negara

Badan usaha dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan wilayah negaranya, yaitu:

  • Badan usaha domestik, yaitu badan usaha yang didirikan dan beroperasi di dalam negeri. Contoh: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Kimia Farma Tbk, dll.
  • Badan usaha asing, yaitu badan usaha yang didirikan dan beroperasi di luar negeri atau memiliki cabang di luar negeri. Contoh: Apple Inc., Samsung Electronics Co., Ltd., dll.

Bentuk-Bentuk Badan Usaha di Indonesia

Ada beberapa bentuk badan usaha yang umum ditemukan di Indonesia, yaitu:

Koperasi

Koperasi adalah badan usaha yang berlandaskan asas kekeluargaan dan prinsip gotong royong. Koperasi dimiliki dan dikelola oleh anggota-anggotanya untuk memenuhi kebutuhan bersama. Koperasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut3:

  • Berbadan hukum
  • Bersifat demokratis
  • Mengutamakan kesejahteraan anggota
  • Tidak mengenal adanya modal sendiri dan modal pinjaman
  • Pembagian sisa hasil usaha dilakukan sesuai dengan proporsi jasa anggota
  • Memiliki organ-organ seperti rapat anggota, pengurus, pengawas, dan manajer

BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

BUMN adalah badan usaha yang modalnya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh pemerintah. BUMN dibentuk untuk memberikan pelayanan publik atau mengelola sumber daya alam yang strategis. BUMN memiliki ciri-ciri sebagai berikut3:

  • Berbadan hukum
  • Bersifat komersial
  • Mengutamakan kepentingan umum
  • Modal berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan
  • Pembagian laba dilakukan sesuai dengan ketentuan pemerintah
  • Memiliki organ-organ seperti rapat umum pemegang saham, direksi, dan komisaris

BUMN dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan bentuknya, yaitu:

Perjan (Perusahaan Jawatan)

Perjan adalah bentuk BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan berorientasi pada pelayanan masyarakat, sehingga sering merugi. Perjan sekarang sudah tidak ada lagi karena diubah menjadi bentuk lain sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Contoh perjan: PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) kini berganti menjadi PTKAI3.

Persero (Perusahaan Perseroan)

Persero adalah bentuk BUMN yang modalnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan berupa saham-saham. Persero berorientasi pada pencarian laba dan pelayanan umum. Persero dipimpin oleh direksi dan pegawainya berstatus sebagai pegawai persero. Untuk membedakan persero dengan perseroan terbatas lainnya, maka ditambahkan kata “(Persero)” di belakang namanya. Contoh persero: PT Pertamina (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dll3.

Perum (Perusahaan Umum)

Perum adalah bentuk BUMN yang modalnya masih dimiliki oleh pemerintah. Perum tidak hanya mencari laba, tetapi juga memberikan kontribusi kepada negara. Perum memiliki organ-organ seperti direksi, dewan pengawas, dan rapat umum pemegang saham. Contoh perum: Perum Bulog, Perum Damri, dll3.

BUMS (Badan Usaha Milik Swasta)

BUMS adalah badan usaha yang modalnya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh individu atau kelompok masyarakat. BUMS dibentuk untuk mencari laba atau keuntungan dari kegiatan usahanya. BUMS memiliki ciri-ciri sebagai berikut3:

  • Berbadan hukum atau tidak berbadan hukum
  • Bersifat komersial
  • Mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok
  • Modal berasal dari pemilik atau pinjaman
  • Pembagian laba dilakukan sesuai dengan kesepakatan pemilik
  • Memiliki organ-organ sesuai dengan bentuknya

BUMS dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuknya, yaitu:

Commanditaire Vennootschap (CV)

CV adalah bentuk BUMS yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan salah satu pihak bertindak sebagai pemilik aktif dan pihak lain sebagai pemilik pasif. Pemilik aktif bertanggung jawab penuh atas jalannya usaha dan pemilik pasif hanya memberikan modal tanpa ikut campur dalam pengelolaan usaha. CV memiliki ciri-ciri sebagai berikut3:

  • Tidak berbadan hukum
  • Nama usaha diambil dari nama salah satu pemilik aktif ditambah kata “CV”
  • Modal berasal dari para pemilik aktif dan pasif
  • Pembagian laba dilakukan sesuai dengan kesepakatan para pemilik
  • Organ utamanya adalah para pemilik aktif

Perusahaan Perseorangan (PO)

PO adalah bentuk BUMS yang didirikan dan dimiliki oleh satu orang saja. Pemilik bertindak sebagai pengelola sekaligus penanggung jawab atas segala aspek usaha. PO memiliki ciri-ciri sebagai berikut3:

  • Tidak berbadan hukum
  • Nama usaha diambil dari nama pemilik atau nama dagang yang dipilih
  • Modal berasal dari pemilik atau pinjaman
  • Laba sepenuhnya menjadi hak pemilik
  • Organ utamanya adalah pemilik

Firma (Fa)

Fa adalah bentuk BUMS yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan kesepakatan untuk menjalankan usaha bersama-sama. Para pendiri bertindak sebagai pemilik sekaligus pengelola usaha. Fa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Tidak berbadan hukum
  • Nama usaha diambil dari nama salah satu pendiri atau gabungan nama para pendiri ditambah kata “Fa”
  • Modal berasal dari para pendiri atau pinjaman
  • Pembagian laba dilakukan sesuai dengan kesepakatan para pendiri
  • Organ utamanya adalah para pendiri

Perseroan Terbatas (PT)

PT adalah bentuk BUMS yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan modal yang terbagi menjadi saham-saham. Para pendiri bertindak sebagai pemegang saham dan menyerahkan pengelolaan usaha kepada direksi. PT memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berbadan hukum
  • Nama usaha diambil dari nama dagang yang dipilih ditambah kata “PT”
  • Modal berasal dari penjualan saham kepada pemegang saham
  • Pembagian laba dilakukan sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki
  • Organ utamanya adalah rapat umum pemegang saham, direksi, dan komisaris

Joint Venture

Joint venture adalah bentuk BUMS yang didirikan oleh dua badan usaha atau lebih yang berasal dari negara yang berbeda. Tujuan joint venture adalah untuk melakukan kerjasama dalam bidang tertentu untuk jangka waktu tertentu. Joint venture memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berbadan hukum atau tidak berbadan hukum
  • Nama usaha diambil dari nama badan usaha yang bekerjasama atau nama dagang yang dipilih
  • Modal berasal dari kontribusi para badan usaha yang bekerjasama
  • Pembagian laba dilakukan sesuai dengan kesepakatan para badan usaha yang bekerjasama
  • Organ utamanya adalah perjanjian kerjasama antara para badan usaha yang bekerjasama

Fungsi dan Tujuan Badan Usaha

Badan usaha memiliki beberapa fungsi dan tujuan, yaitu:

  • Fungsi ekonomi, yaitu untuk menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja.
  • Fungsi sosial, yaitu untuk memberikan pelayanan publik, membantu pemerintah dalam pembangunan, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
  • Fungsi politik, yaitu untuk mendukung stabilitas politik, menjaga kedaulatan negara, dan mengembangkan hubungan internasional.
  • Tujuan ekonomi, yaitu untuk memperoleh laba atau keuntungan dari kegiatan usahanya.
  • Tujuan sosial, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, karyawan, masyarakat, dan negara.

Sumber:
(1) Memahami Pengertian Badan Usaha, Ciri-ciri, sampai Tujuannya – majoo. https://majoo.id/solusi/detail/badan-usaha.
(2) Pengertian Badan Usaha, Jenis-Jenis, Fungsi dan Bentuknya. https://ekonomi.bunghatta.ac.id/index.php/id/artikel/897-pengertian-badan-usaha-jenis-jenis-fungsi-dan-bentuknya.
(3) Badan usaha – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha.
(4) Badan Usaha: Pengertian, Macam dan Bentuk Badan Usaha di Indonesia. https://www.gramedia.com/literasi/macam-badan-usaha/.

Baca Juga: