Berhubungan Dengan Anak Secara Islam

Hubungan Keluarga

Bisa dikatakan bahwa anak-anak yang tidak memperoleh cukup perlindungan dari keluarga akan mengalami keterbelakangan ketika berkomunikasi dengan teman-temanya. Agar anak-anak dapat berbicara dengan baik, ada beberapa hal yang Orang tua harus perhatikan pada anaknya:

  1. Mengekang anak merupakan kesalahan. Karena itu, Berilah anak-anak kelapangan waktu kesempatan untuk bermain-main dengan teman-temanya
  2. Seorang ibu harus menciptakan komunikasi yang baik pada anaknya terutama pada tahap-tahap perkembangan pada anak peran orang tua sangatlah penting bagi kehidupanya. Termasuk didalamnya adalah memeriksa kondisi kesehatan anak.
  3. Biarkan anak-anak mengekspresikan emosinya agar mereka terhindar dari gangguan dalam berbicara pada orang lain, contohnya berbicara gagap.

Nasihat untuk orang tua

Selain itu, tindak ketidak adilan bagi anak dalam memperlakukan anak Mengandung berbagai pengaruh negatif dalam proses perkembangan pribadi anak berikut ini ada beberapa akibat yang muncul karena ketidak adilan tersebut.

Kecemburuan

Kecemburuan merupakan rasa cinta, kasih sayang, benci, dan khawatir. Gejala-gejala psikologis tersebut mendorong anak untuk melampiaskanya, baik langsung maupun tidak langsung bisa saja akibat cemburu seorang anak melakukan tindakan agresif dan perlawanan contonya, dia berani memukul saudara kandungnya karena tidak adil dalam pembagian makanan, atau warna baju yang dibelikan orang tua tidak sama dengan warna baju saudaranya atau model bajunya terkadang membuat anak tidak mau makan karena hal tersebut seperti cuek, progresif berupa berkelahi, marah jika dinasihati, atau berusaha mengalahkan saingan untuk merebut perhatian orang tua. Pelampiasan lain yang terjadi pada anak adalah mengompol, mengisap jempol, menyembunyikan diri, atau sering mimpi yang histeris seperti mengigau dalam tidur dan berteriak. Dengan demikian, kecemburuan mendorong lahirnya sifat kedengkian dan perselisihan terus-menerus antar anak. Dan jika berlanjut, hal itu akan dapat memutuskan hubungan persaudaraan ketika mereka sudah dewasa kelak.

Kebencian

Akibat perlakuan yang tidak adil, anak-anak akan membenci orang yang dia belum kenal pada orang tersebut bahkan orang yang sudah dikenalnya pun dapat dibencinya karena merasa perlakuan yang tidak adil bagi anak tersebut dan seriringnya waktu dapat berdampak yang kurang baik pada kepribadian anak tersebut, dan dia merasa bahwa hidupnya diasingkan, dan beda-bedakan dengan saudaranya yang kandung

Perasaan Takut

Rasa takut merupakan rasa manusiawi yang dirasakan pada manusia dan semua makhluk Allah yang hidup didunia ini seperti halnya keinginan untuk minum, makan, buang hajat, tidur, marah, cemburu, superioritas, tertawa, berkuasa, keibuan, seksual dan sebagainya. Biasanya ketakutan muncul ketika manusia merasa dirinya terancam, misalnya akibat terkejut, kezhaliman, kepedihan, atau ketiba-tibaan. Kadang-kadang rasa takut mendorong manusia untuk mundur dan menarik diri karena dia merasa akan kalah atau menyepelekan dirinya sendiri. Rasa takut pun dapat berkembang menjadi rasa malu, canggung, khawatir, dan cemas. Rasa takut akan berpuncak dalam kecemasan.

Rasa takut pada anak lebih banyak disebabkan oleh sesuatu yang tampak dan dapat dilihatnya, apalagi jika hal itu disertai dengan sesuatu yang menyebabkanya merasa sakit. Misalnya anak-anak takut ketika melihat dokter, karena dokter suka menyakiti tubuhnya ketika menyuntik. Rasa takut pun terjadi akibat pengaruh yang tidak terjangkau oleh pikiran dan logika anak yang dapat saja berupa bayangan atau khayalan yang menakutkan, peristiwa yang menakutkan, binatang dan lain-lain. Dengan kata lain ketakutan berhubungan dengan tingkat imajinasi anak, Biasanya perasaan seperti itu muncul secara ilmiah.

Sumber: https://caramendidikanakdalamislam.blogspot.com/2013/04/bagaimana-mendidik-anak-secara-islam.html