Biografi Singkat Abu Bakar Al-Shiddiq

Nama

Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru binKa`ab bin Sa`ad bin Tayim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihrbin Malik al- Qurasy al-Taimy. Jika diperhatikan garis keturunan Abu Bakar al-Shiddiq maka bertemu dengan garis keturunan Rasulullah Saw. pada Murrah binKa`ab dan terus hingga ke atas. Sebelum masuk Islam, Abu Bakar al-Shiddiq bernama Abdul Ka`bah. Ketikaia masuk Islam Rasulullah Saw. mengganti namanya dengan Abdullah. Kemudian nama ini lebih dikenal dalam berbagai periwayatan oleh ulama AhluSunnah sebagai nama Abu bakar al-Shiddiq.

Panggilan dan Gelar

Melekatnya panggilan Abu Bakar al-Shiddiq serta beberapa gelar yang lain memiliki sebab tertentu. Bahkan kemudian, gelar-gelar ini lebih populer dari nama aslinya. Sehingga nama Abu Bakar al-Shiddiq banyak ditemukan dalam berbagai periwayatan.

Panggilan Abu Bakar oleh bangsa Arab berasal dari kata al-bakru yang berarti unta yang masih muda. Sedangkan bentuk plural dari kata ini adalah bikarah. Jika seseorang dipangil dengan bakran, maka hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut merupakan sosok pemimpin kabilah yang sangat terpandang kedudukannya dan juga sangat terhormat. Dari sini dapat dipahami bahwa digelarinya ia dengan Abu Bakar karena kedudukannya yang terhormat di tengah bangsa Quraisy, baik terhormat dari segi nasab ataupun garis keturunan begitu juga dari segi strata sosial karena ia merupakan seorang saudagar yang kaya raya.

Kemudian, Abu Bakar digelari dengan beberapa gelar, yaitu Atiq dan al- Shiddiq. Gelar Atiq yang disandang oleh Abu bakar al-Shiddiq memiliki beberapa pendapat dikalangan ulama. Sebagian mereka mengatakan bahwa disandang-kannya gelar tersebut karena wajahnya yang atiq (cerah dan bersih). Ada pendapat yang mengatakan bahwa ia digelari dengan Atiq karena garis keturunannya yang bersih dan tidak ada cacatnya.

Adapun digelari dengan al-Shiddiq adalah karena dua hal. Pertama, sebelum masuk Islam, Abu Bakar telah dikenal dengan sifatnya yang jujur dan dapat dipercaya. Bahkan orang-orang Quraisy tidak meragukan lagi tentang apa yang disampaikan oleh Abu Bakar. Oleh sebab itu ia digelari dengan al-Shiddiq. Kedua, ia digelari dengan al- Shiddiq karena sikapnya yang dengan segera membenarkan peristiwa Isra’ dan Mi`raj Rasulullah Saw. Perjalanan yang dilakkukan dalam satu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan naik ke Shidratu al-Muntaha serta kembali lagi ke bumi dalam rangka menjemput perintah shalat dianggap sebagai bualan belaka oleh orang-orang Quraisy ketika itu. Sebab hal yang demikian dianggap sebuah perjalanan yang mustahil.