Pendahuluan
Dalam menulis karya ilmiah, baik itu skripsi, tesis, disertasi, maupun makalah, kita seringkali perlu mengutip atau merujuk sumber-sumber yang relevan dengan topik yang kita bahas. Salah satu sumber yang sering digunakan adalah artikel jurnal online, yaitu artikel yang dipublikasikan di situs web jurnal ilmiah. Artikel jurnal online biasanya memiliki nomor halaman yang tertera di bagian bawah atau atas halaman, atau di dalam file PDF yang bisa diunduh dari situs web tersebut.
Namun, apakah kita perlu menyertakan nomor halaman tersebut jika kita mengutip atau merujuk artikel jurnal online? Jawabannya tergantung pada gaya penulisan yang kita gunakan, yaitu aturan-aturan yang mengatur cara kita menulis, mengutip, dan merujuk sumber-sumber dalam karya ilmiah kita. Beberapa gaya penulisan yang umum digunakan adalah APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), Chicago, Harvard, dan Vancouver. Setiap gaya penulisan memiliki ketentuan yang berbeda-beda mengenai penggunaan nomor halaman dalam kutipan dan referensi.
APA
Gaya penulisan APA adalah gaya penulisan yang banyak digunakan dalam bidang psikologi, pendidikan, dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Gaya penulisan ini mengharuskan kita untuk menyertakan nomor halaman jika kita mengutip secara langsung (kutipan langsung) dari artikel jurnal online. Nomor halaman tersebut ditulis setelah nama pengarang dan tahun publikasi, dipisahkan dengan koma, dan diapit oleh tanda kurung. Contoh:
Menurut Jones (2010, p. 23), “motivasi adalah faktor penting yang mempengaruhi prestasi belajar siswa”.
Jika kita mengutip secara tidak langsung (kutipan tidak langsung) dari artikel jurnal online, yaitu dengan menyampaikan ide atau gagasan dari sumber tersebut dengan kata-kata kita sendiri, kita tidak perlu menyertakan nomor halaman. Cukup menyebutkan nama pengarang dan tahun publikasi dalam tanda kurung. Contoh:
Jones (2010) menyatakan bahwa motivasi berhubungan positif dengan prestasi belajar siswa.
MLA
Gaya penulisan MLA adalah gaya penulisan yang banyak digunakan dalam bidang sastra, bahasa, dan humaniora. Gaya penulisan ini juga mengharuskan kita untuk menyertakan nomor halaman jika kita mengutip secara langsung dari artikel jurnal online. Nomor halaman tersebut ditulis setelah nama pengarang, dipisahkan dengan titik dua, dan diapit oleh tanda kurung. Contoh:
Jones mengatakan, “motivasi adalah faktor penting yang mempengaruhi prestasi belajar siswa” (23).
Jika kita mengutip secara tidak langsung dari artikel jurnal online, kita juga tidak perlu menyertakan nomor halaman. Cukup menyebutkan nama pengarang dalam tanda kurung. Contoh:
Jones menyatakan bahwa motivasi berhubungan positif dengan prestasi belajar siswa (Jones).
Chicago
Gaya penulisan Chicago adalah gaya penulisan yang banyak digunakan dalam bidang sejarah, seni, dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Gaya penulisan ini memiliki dua sistem, yaitu sistem catatan kaki (notes) dan sistem penulis-tanggal (author-date). Jika kita menggunakan sistem catatan kaki, kita harus menyertakan nomor halaman jika kita mengutip secara langsung atau tidak langsung dari artikel jurnal online. Nomor halaman tersebut ditulis di akhir catatan kaki, dipisahkan dengan koma. Contoh:
1 Jones, “Motivasi dan Prestasi Belajar”, 23.
Jika kita menggunakan sistem penulis-tanggal, kita harus menyertakan nomor halaman jika kita mengutip secara langsung dari artikel jurnal online. Nomor halaman tersebut ditulis setelah tahun publikasi, dipisahkan dengan koma, dan diapit oleh tanda kurung. Contoh:
(Jones 2010, 23)
Jika kita mengutip secara tidak langsung dari artikel jurnal online, kita tidak perlu menyertakan nomor halaman. Cukup menyebutkan nama pengarang dan tahun publikasi dalam tanda kurung. Contoh:
(Jones 2010)
Harvard
Gaya penulisan Harvard adalah gaya penulisan yang banyak digunakan dalam bidang ilmu-ilmu alam, teknik, dan bisnis. Gaya penulisan ini mirip dengan gaya penulisan APA, yaitu kita harus menyertakan nomor halaman jika kita mengutip secara langsung dari artikel jurnal online. Nomor halaman tersebut ditulis setelah tahun publikasi, dipisahkan dengan koma, dan diapit oleh tanda kurung. Contoh:
Jones (2010, p. 23) menulis bahwa “motivasi adalah faktor penting yang mempengaruhi prestasi belajar siswa”.
Jika kita mengutip secara tidak langsung dari artikel jurnal online, kita tidak perlu menyertakan nomor halaman. Cukup menyebutkan nama pengarang dan tahun publikasi dalam tanda kurung. Contoh:
Jones (2010) menyatakan bahwa motivasi berhubungan positif dengan prestasi belajar siswa.
Vancouver
Gaya penulisan Vancouver adalah gaya penulisan yang banyak digunakan dalam bidang kedokteran, kesehatan, dan ilmu-ilmu hayati. Gaya penulisan ini menggunakan sistem penomoran untuk merujuk sumber-sumber dalam teks. Jika kita mengutip secara langsung atau tidak langsung dari artikel jurnal online, kita harus menyertakan nomor sumber tersebut dalam tanda kurung. Nomor sumber tersebut sesuai dengan urutan kemunculan sumber dalam teks. Contoh:
Jones menulis bahwa “motivasi adalah faktor penting yang mempengaruhi prestasi belajar siswa” (1).
Jones menyatakan bahwa motivasi berhubungan positif dengan prestasi belajar siswa (1).
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, kita dapat mengetahui bahwa penggunaan nomor halaman dalam kutipan dan referensi artikel jurnal online bergantung pada gaya penulisan yang kita gunakan. Secara umum, kita harus menyertakan nomor halaman jika kita mengutip secara langsung dari artikel jurnal online, kecuali jika kita menggunakan gaya penulisan Vancouver. Jika kita mengutip secara tidak langsung dari artikel jurnal online, kita tidak perlu menyertakan nomor halaman, kecuali jika kita menggunakan gaya penulisan Chicago dengan sistem catatan kaki. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan aturan-aturan yang berlaku dalam gaya penulisan yang kita pilih, agar kita dapat mengutip dan merujuk sumber-sumber dengan benar dan konsisten.