Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Menurut data Kementerian Dalam Negeri (Juni 2021), terdapat 8.250.000 muslim di Sumatera Selatan, yang membentuk 97,17% dari total populasi. Namun, bagaimana sejarah masuknya Islam ke daerah ini? Siapa saja tokoh-tokoh yang berperan dalam penyebaran agama ini? Artikel ini akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mengulas beberapa sumber sejarah yang tersedia.
Awal Masuknya Islam ke Sumatera Selatan
Tidak ada kesepakatan pasti mengenai kapan dan bagaimana Islam pertama kali masuk ke Sumatera Selatan. Ada beberapa pendapat yang berbeda di kalangan para sejarawan dan peneliti. Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa Islam masuk ke Sumatera Selatan melalui dua jalur utama, yaitu jalur perdagangan dan jalur politik.
Jalur Perdagangan
Jalur perdagangan adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi masuknya Islam ke Sumatera Selatan. Sejak abad ke-7 Masehi, Sumatera Selatan telah menjadi salah satu pusat perdagangan maritim di Asia Tenggara, terutama melalui pelabuhan Palembang yang merupakan ibu kota kerajaan Sriwijaya (683-1030 M). Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang menguasai jalur pelayaran antara India dan Cina, serta menjalin hubungan dagang dengan berbagai wilayah seperti Arab, Persia, Gujarat, Malaka, Jawa, dan lain-lain.
Melalui jalur perdagangan ini, banyak pedagang dan pelaut Muslim yang datang ke Sumatera Selatan, baik dari Semenanjung Arab maupun dari India. Mereka membawa serta ajaran Islam dan menyebarkannya kepada penduduk setempat, terutama di pesisir pantai dan di sekitar pelabuhan. Beberapa bukti sejarah yang menunjukkan adanya aktivitas perdagangan antara Muslim dan Sumatera Selatan antara lain:
– Buku sejarah Tiongkok yang menyebutkan bahwa pada tahun 674 Masehi, utusan Tache (orang Arab) datang ke kerajaan Kalingga (Jawa Tengah) melalui Sriwijaya.
– Catatan perjalanan Ibnu Rusta, Sulaiman, dan Abu Zaid yang mengisahkan tentang hubungan dagang antara khalifah Abbasiyah dengan Sriwijaya pada abad ke-9 dan ke-10 Masehi.
– Temuan makam-makam kuno di Barus (Sumatera Utara) yang diduga sebagai makam para saudagar Muslim Arab yang datang pada abad ke-10 Masehi. Salah satu makam tersebut milik Syaikh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 H (1273 M).
– Temuan batu nisan bertuliskan Arab-Pegon di Palembang yang berasal dari abad ke-11 hingga ke-14 Masehi. Salah satu batu nisan tersebut milik Syarif Muhammad bin Abdillah al-Fatani yang wafat pada tahun 713 H (1313 M).
Jalur Politik
Jalur politik adalah faktor lain yang mempengaruhi masuknya Islam ke Sumatera Selatan. Pada abad ke-13 Masehi, terjadi perubahan politik besar-besaran di Asia Tenggara akibat dari runtuhnya kerajaan Sriwijaya dan munculnya kerajaan-kerajaan baru yang beragama Islam. Salah satu kerajaan tersebut adalah kerajaan Samudera Pasai (1267-1521 M) yang berdiri di ujung utara Sumatera. Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Nusantara yang menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara, seperti Cina, India, dan Mesir.
Melalui jalur politik ini, banyak utusan dan misionaris Islam yang datang ke Sumatera Selatan, baik dari Samudera Pasai maupun dari luar Nusantara. Mereka membawa serta pengaruh Islam dan menyebarkannya kepada penduduk setempat, terutama di daerah pedalaman dan di sekitar keraton. Beberapa bukti sejarah yang menunjukkan adanya aktivitas politik antara Muslim dan Sumatera Selatan antara lain:
– Catatan perjalanan Marco Polo yang menyebutkan bahwa pada tahun 1292 Masehi, ia singgah di Palembang dan bertemu dengan raja yang beragama Islam.
– Catatan perjalanan Ibnu Battuta yang menyebutkan bahwa pada tahun 1345 Masehi, ia mengunjungi Palembang dan melihat banyak orang yang beragama Islam.
– Temuan prasasti-prasasti bertuliskan Arab-Melayu di Sumatera Selatan yang berasal dari abad ke-14 hingga ke-16 Masehi. Salah satu prasasti tersebut adalah prasasti Talang Tuo (683 H/1284 M) yang memuat syahadat dan nama raja Sriwijaya yang telah masuk Islam, yaitu Sri Paduka Maulana Sultan Muhammad Syah.
– Temuan makam-makam kuno di Sumatera Selatan yang berasal dari abad ke-14 hingga ke-16 Masehi. Salah satu makam tersebut adalah makam Raden Rahmat atau Sunan Ampel (wafat 1481 M), salah satu dari Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa.
Perkembangan Islam di Sumatera Selatan
Setelah masuknya Islam ke Sumatera Selatan melalui jalur perdagangan dan jalur politik, agama ini terus berkembang dan menyebar ke berbagai daerah. Proses perkembangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
– Faktor sosial-budaya, yaitu adanya kesesuaian antara ajaran Islam dengan nilai-nilai dan tradisi masyarakat setempat, seperti konsep tauhid, persaudaraan, toleransi, kesederhanaan, dan lain-lain. Islam juga tidak menghapuskan adat istiadat yang sudah ada, tetapi menyesuaikannya dengan syariat Islam.
– Faktor pendidikan, yaitu adanya upaya-upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Islam melalui pendirian lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, surau, dan lain-lain. Di sini juga berperan penting para ulama, kyai, guru, dan mubaligh yang mengajarkan dan membimbing masyarakat dalam mempelajari dan mengamalkan Islam.
– Faktor seni-budaya, yaitu adanya pengembangan seni dan budaya yang bersifat Islami, seperti sastra, musik, tari, arsitektur, kaligrafi, dan lain-lain. Seni dan budaya ini tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai sarana dakwah dan pendidikan.
– Faktor politik-ekonomi, yaitu adanya dukungan dari penguasa-penguasa lokal yang beragama Islam dalam memajukan dan melindungi agama ini. Beberapa kerajaan Islam yang pernah berdiri di Sumatera Selatan antara lain adalah kerajaan Palembang Darussalam (1521-1825 M), kerajaan Banten (1526-1813 M), kerajaan Jambi (1530-1906 M), kerajaan Inderapura (1538-1906 M), kerajaan Minangkabau (1568-1837 M), dan lain-lain.
Sumber:
(1) Islam di Sumatra Selatan – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Sumatra_Selatan.
(2) Masuk dan Berkembangnya Islam di Sumatera – Ditjen Kebudayaan. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjambi/masuk-dan-berkembangnya-islam-di-sumatera/.
(3) Sejarah Perkembangan Masuknya Islam di Sumatera – detikcom. https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6395606/sejarah-perkembangan-masuknya-islam-di-sumatera.
(4) Kedatangan Dan Penyebaran Agama Islam Ke Sumatera Selatan | PDF – Scribd. https://id.scribd.com/document/364109250/Kedatangan-Dan-Penyebaran-Agama-Islam-Ke-Sumatera-Selatan.