Menu Tutup

Kritik Terhadap Wisuda TK, SD, SMP dan SMA

Wisuda adalah acara yang biasanya dilakukan oleh perguruan tinggi untuk merayakan kelulusan mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya. Namun, belakangan ini, wisuda juga digelar oleh sekolah-sekolah dari jenjang TK hingga SMA. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, terutama di kalangan orang tua siswa.

Alasan Wisuda di Tingkat Sekolah

Ada beberapa alasan mengapa sekolah-sekolah mengadakan wisuda untuk siswa-siswanya. Salah satunya adalah untuk memberikan apresiasi dan penghargaan atas pencapaian akademik dan non-akademik yang telah diraih oleh siswa selama belajar di sekolah tersebut. Wisuda juga dianggap sebagai momen yang berkesan dan menyenangkan bagi siswa dan orang tua, karena mereka bisa berfoto bersama dengan menggunakan atribut-atribut wisuda seperti toga, medali, dan sertifikat.

Selain itu, wisuda juga dimaksudkan sebagai bentuk motivasi dan inspirasi bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan merasakan suasana wisuda, siswa diharapkan bisa merencanakan masa depannya dengan lebih baik dan bersemangat untuk mengejar cita-citanya. Wisuda juga bisa menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara siswa, guru, orang tua, dan sekolah.

Kritik Wisuda di Tingkat Sekolah

Meskipun memiliki tujuan yang baik, wisuda di tingkat sekolah juga menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Kritik tersebut antara lain adalah:

– Wisuda di tingkat sekolah tidak perlu dilakukan karena tidak sesuai dengan tradisi pendidikan di Indonesia. Wisuda seharusnya hanya dilakukan oleh perguruan tinggi yang merupakan jenjang pendidikan tertinggi dan paling prestisius. Wisuda di tingkat sekolah hanya merupakan bentuk imitasi atau tiruan yang tidak bermakna.

– Wisuda di tingkat sekolah membebani orang tua secara finansial. Biaya wisuda yang harus dikeluarkan oleh orang tua tidak sedikit, terutama jika acaranya dilakukan di hotel atau tempat mewah lainnya. Selain itu, orang tua juga harus menyiapkan biaya lain seperti transportasi, pakaian, dan perlengkapan wisuda. Padahal, orang tua masih harus menanggung biaya pendidikan selanjutnya untuk anaknya.

– Wisuda di tingkat sekolah tidak ada manfaatnya secara akademik maupun sosial. Wisuda tidak menjamin kualitas pendidikan atau prestasi siswa. Wisuda juga tidak memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter atau kepribadian siswa. Wisuda hanya menjadi ajang pamer atau gaya-gayaan yang tidak penting.

– Wisuda di tingkat sekolah tidak melibatkan partisipasi orang tua secara demokratis. Keputusan untuk mengadakan wisuda seringkali dilakukan oleh pihak sekolah tanpa berkonsultasi dengan komite sekolah atau orang tua siswa. Orang tua hanya diminta untuk membayar biaya wisuda tanpa diberi kesempatan untuk memberikan masukan atau saran.

Saran untuk Menyelesaikan Masalah Wisuda di Tingkat Sekolah

Mengingat adanya pro dan kontra mengenai wisuda di tingkat sekolah, ada beberapa saran yang bisa diberikan untuk menyelesaikan masalah ini. Saran tersebut antara lain adalah:

– Pihak Kemendikbudristek perlu mengeluarkan kebijakan atau regulasi yang jelas mengenai pelaksanaan wisuda di tingkat sekolah. Kebijakan ini bisa berupa larangan atau pembatasan wisuda di tingkat sekolah tertentu, atau penegasan bahwa wisuda adalah kegiatan opsional yang tidak wajib dilakukan oleh sekolah-sekolah.

– Pihak sekolah perlu berkoordinasi dengan komite sekolah dan orang tua siswa sebelum mengadakan wisuda. Sekolah harus menjelaskan tujuan, manfaat, dan biaya wisuda secara transparan dan mendengarkan aspirasi atau keluhan dari orang tua. Sekolah juga harus memberikan pilihan kepada orang tua apakah mereka ingin mengikuti wisuda atau tidak, tanpa ada paksaan atau tekanan.

– Pihak sekolah perlu mengadakan wisuda dengan sederhana dan hemat. Sekolah tidak perlu menyewa tempat yang mahal atau mewah untuk mengadakan wisuda. Sekolah bisa menggunakan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah, seperti aula, lapangan, atau ruang kelas. Sekolah juga tidak perlu menggunakan atribut wisuda yang sama dengan perguruan tinggi, seperti toga atau medali. Sekolah bisa menggunakan atribut yang lebih sederhana dan kreatif, seperti pita, bunga, atau pin.

– Pihak sekolah perlu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada siswa dan orang tua mengenai makna dan nilai pendidikan. Sekolah harus menanamkan kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya tentang kelulusan atau wisuda, tetapi tentang proses belajar yang berkelanjutan dan bermutu. Sekolah juga harus mengajak siswa dan orang tua untuk bersyukur dan berbagi atas pencapaian yang telah diraih oleh siswa, tanpa harus berlebihan atau sombong.

Penutup

Wisuda di tingkat sekolah adalah fenomena yang cukup kontroversial di masyarakat. Ada yang mendukung dan ada yang menentang kegiatan ini. Untuk itu, diperlukan sikap bijak dan kritis dari semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, baik pemerintah, sekolah, guru, siswa, maupun orang tua. Wisuda bukanlah tujuan akhir dari pendidikan, tetapi hanya salah satu cara untuk merayakan kelulusan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Sumber:
(1) Wisuda TK SD SMP SMA Jadi Keluhan Orang Tua, Nadiem Makarim Banjir Aduan, Gibran Ikut Beri Tanggapan. https://www.msn.com/id-id/berita/other/wisuda-tk-sd-smp-sma-jadi-keluhan-orang-tua-nadiem-makarim-banjir-aduan-gibran-ikut-beri-tanggapan/ar-AA1cHhgG.
(2) Pro Kontra Tren Wisuda TK, SD, SMP, dan SMA, Nadiem Makarim Diminta Hapuskan hingga Tanggapan Gibran. https://belitung.tribunnews.com/2023/06/17/pro-kontra-tren-wisuda-tk-sd-smp-dan-sma-nadiem-makarim-diminta-hapuskan-hingga-tanggapan-gibran.
(3) Debat Panas Wisuda TK-SD-SMP-SMA, Anak Presiden sampai Ikut Komentar. https://www.suara.com/news/2023/06/17/150127/debat-panas-wisuda-tk-sd-smp-sma-anak-presiden-sampai-ikut-komentar.
(4) Ramai Tren Wisuda TK, SD, SMP, dan SMA, Nadiem Makarim Diminta Hapuskan …. https://www.tribunnews.com/nasional/2023/06/16/ramai-tren-wisuda-tk-sd-smp-dan-sma-nadiem-makarim-diminta-hapuskan-hingga-tanggapan-gibran.
(5) Tradisi Wisuda TK, SD, SMP, SMA, ini Pendapat Ahli Sosiologi Univ …. https://news.republika.co.id/berita/rwcamc451/tradisi-wisuda-tk-sd-smp-sma-ini-pendapat-ahli-sosiologi-univ-muhammadiyah-malang.
(6) Kemendikbudristek Tanggapi soal Ramai Wisuda Murid TK-SMA – Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2023/06/15/084500565/kemendikbudristek-tanggapi-soal-ramai-wisuda-murid-tk-sma.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya