Standar akuntansi adalah suatu metode dan format baku dalam penyajian informasi laporan keuangan suatu kegiatan usaha. Standar akuntansi dibuat, disusun dan disahkan oleh lembaga resmi (Standard Setting Body). Di dalam standar ini dijelaskan transaksi apa saja yang harus dicatat, bagaimana cara mencatatnya dan bagaimana penyajiannya1
Standar akuntansi berbeda-beda di setiap negara, tergantung pada sistem hukum, budaya, sejarah, dan praktik bisnis yang berlaku. Namun, dengan semakin globalnya dunia usaha, maka muncul kebutuhan untuk menyamakan standar akuntansi di seluruh dunia agar dapat memudahkan komunikasi, perbandingan, dan kerjasama antara pelaku usaha dari berbagai negara. Oleh karena itu, telah dikembangkan standar akuntansi internasional yang dikenal sebagai International Financial Reporting Standards (IFRS) yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB)2
Di Indonesia, standar akuntansi disusun dan diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang dibentuk oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). DSAK bertanggung jawab untuk menyusun dan menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mengacu pada IFRS. SAK terdiri dari empat komponen: Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), Interpretasi atas Standar Akuntansi Keuangan (ISAK), serta Pencabutan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PPSAK). SAK dibedakan menjadi tiga jenis sesuai dengan karakteristik entitas pelapor, yaitu:
- SAK Umum: berlaku untuk entitas yang memiliki akuntabilitas publik, seperti perusahaan terbuka, entitas nirlaba, asuransi, perbankan, dan dana pensiun.
- SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP): berlaku untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik dan tidak memiliki pengguna laporan keuangan yang luas.
- SAK Syariah: berlaku untuk entitas yang menjalankan aktivitas usaha sesuai dengan prinsip syariah.
Apa Tujuan Standar Akuntansi?
Tujuan standar akuntansi adalah untuk memberikan informasi yang relevan, andal, komparabel, dan dapat dipahami oleh para pengguna laporan keuangan. Pengguna laporan keuangan dapat berupa pemilik usaha, manajemen, kreditur, investor, pemerintah, atau masyarakat umum. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus mencerminkan posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu entitas secara wajar dan jujur3
Informasi yang relevan adalah informasi yang dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Informasi tersebut harus memiliki nilai prediktif dan nilai umpan balik. Nilai prediktif adalah kemampuan informasi untuk membantu pengguna memprediksi hasil masa depan dari suatu transaksi atau peristiwa. Nilai umpan balik adalah kemampuan informasi untuk membantu pengguna mengevaluasi hasil masa lalu atau kini dari suatu transaksi atau peristiwa.
Informasi yang andal adalah informasi yang bebas dari kesalahan material dan bias. Informasi tersebut harus memiliki sifat representatif, verifikabilitas, netralitas, dan ketepatan waktu. Sifat representatif adalah kesesuaian antara informasi dengan fenomena ekonomi yang sebenarnya. Verifikabilitas adalah kemampuan informasi untuk dapat diverifikasi oleh pihak independen dengan menggunakan metode yang sama. Netralitas adalah ketiadaan pengaruh dari tujuan atau motif tertentu dalam penyajian informasi. Ketepatan waktu adalah ketersediaan informasi sebelum hilangnya kemampuan untuk mempengaruhi keputusan.
Informasi yang komparabel adalah informasi yang dapat dibandingkan dengan informasi dari entitas lain atau dari periode lain. Informasi tersebut harus memiliki konsistensi dan keseragaman. Konsistensi adalah penggunaan metode yang sama dalam penyajian informasi dari periode ke periode. Keseragaman adalah penggunaan metode yang sama dalam penyajian informasi antara entitas yang sejenis.
Informasi yang dapat dipahami adalah informasi yang disajikan dengan cara yang mudah dimengerti oleh pengguna laporan keuangan. Informasi tersebut harus memiliki keterangkuman dan klasifikasi. Keterangkuman adalah penyajian informasi dalam bentuk ringkas dan padat tanpa menghilangkan substansinya. Klasifikasi adalah penyajian informasi dalam kelompok-kelompok yang logis dan relevan.
Mengapa Standar Akuntansi Penting?
Standar akuntansi penting karena dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, antara lain:
- Pemilik usaha dapat mengetahui kesehatan finansial usahanya, mengukur profitabilitas, mengevaluasi kinerja manajemen, dan merencanakan strategi bisnis.
- Manajemen dapat mengambil keputusan bisnis yang tepat berdasarkan data akuntansi yang akurat dan terpercaya, mengendalikan operasional usaha, dan memenuhi kewajiban pelaporan kepada pemilik usaha dan pihak eksternal.
- Kreditur dapat menilai kemampuan usaha untuk membayar utangnya, menentukan tingkat bunga pinjaman, dan mengawasi penggunaan dana yang dipinjamkan.
- Investor dapat menilai prospek usaha, menentukan nilai wajar saham atau obligasi, dan memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko dan imbal hasilnya.
- Pemerintah dapat mengatur aktivitas usaha, mengawasi kepatuhan perpajakan, dan menyusun kebijakan ekonomi makro.
- Masyarakat umum dapat mengetahui dampak sosial dan lingkungan dari usaha, membandingkan kinerja antara usaha sejenis, dan menyampaikan aspirasi atau keluhan kepada usaha.
Bagaimana Standar Akuntansi Diterapkan?
Standar akuntansi diterapkan dengan mengikuti pedoman umum penyusunan laporan keuangan yang merupakan pernyataan resmi tentang masalah akuntansi tertentu yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang dan berlaku dalam lingkungan tertentu. Di Indonesia, badan yang berwenang tersebut adalah DSAK yang dibentuk oleh IAI. DSAK bertanggung jawab untuk menyusun dan menerbitkan SAK yang mengacu pada IFRS24
SAK terdiri dari empat komponen: Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), Interpretasi atas Standar Akuntansi Keuangan (ISAK), serta Pencabutan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PPSAK). SAK dibedakan menjadi tiga jenis sesuai dengan karakteristik entitas pelapor, yaitu:
- SAK Umum: berlaku untuk entitas yang memiliki akuntabilitas publik, seperti perusahaan terbuka, entitas nirlaba, asuransi, perbankan, dan dana pensiun.
- SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP): berlaku untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik dan tidak memiliki pengguna laporan keuangan yang luas.
- SAK Syariah: berlaku untuk entitas yang menjalankan aktivitas usaha sesuai dengan prinsip syariah.
Untuk menerapkan SAK, entitas pelapor harus mengikuti langkah-langkah berikut:
- Mengidentifikasi transaksi, peristiwa, atau kondisi yang relevan dengan laporan keuangan.
- Menentukan standar akuntansi yang sesuai dengan transaksi, peristiwa, atau kondisi tersebut.
- Mengukur atau menilai jumlah yang harus dicatat dalam laporan keuangan.
- Mengakui atau mencatat jumlah tersebut dalam buku besar dan jurnal akuntansi.
- Mengungkapkan atau menyajikan informasi yang terkait dengan jumlah tersebut dalam catatan atas laporan keuangan.
Sumber:
(1) Akuntansi Internasional – Pengertian, Tujuan, Manfaat, Kendala. https://www.dosenpendidikan.co.id/akuntansi-internasional/.
(2) MEMAHAMI STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL (INTERNATIONAL FINANCIAL …. https://accounting.binus.ac.id/2020/07/10/memahami-standar-akuntansi-internasional-international-financial-reporting-standard-ifrs/.
(3) IFRS sebagai Standar Akuntansi Keuangan Internasional – HashMicro. https://www.hashmicro.com/id/blog/ifrs-adalah-standar-akuntansi-internasional/.
(4) Berita IAI – IAI Global. https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/pengesahan_draf_eksposur_de_standar_akuntansi_keuangan_internasional_sak-i_pilar_sak_tata_namanomenklatur_sak.
(5) Sejarah Perkembangan – IAI Global. https://web.iaiglobal.or.id/SAK-IAI/Sejarah%20Perkembangan.
(6) PSAK Adalah: Berikut Sejarah Lengkap Serta Jenisnya – HashMicro. https://www.hashmicro.com/id/blog/psak-adalah-pedoman-utama-bagi-akuntan-pengertian-sejarah-dan-jenis/.
(7) SEJARAH PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI DI INDONESIA – rumaishaa. https://rumaishaa.wordpress.com/2015/06/29/sejarah-perkembangan-standar-akuntansi-di-indonesia/.
(8) SEJARAH PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI DI INDONESIA. https://leonardogustav.wordpress.com/2016/06/06/sejarah-perkembangan-standar-akuntansi-di-indonesia/.