Menu Tutup

Asumsi dan Prinsip Akuntansi: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Akuntansi adalah ilmu yang mempelajari tentang pencatatan, pengukuran, dan pelaporan transaksi keuangan suatu entitas. Akuntansi memiliki tujuan untuk menyediakan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan, baik internal maupun eksternal. Untuk mencapai tujuan tersebut, akuntansi harus mengikuti beberapa asumsi dan prinsip yang telah disepakati oleh para akuntan dan badan penyusun standar akuntansi. Asumsi dan prinsip akuntansi ini bertujuan untuk menjaga konsistensi, relevansi, keandalan, dan keterbandingan informasi akuntansi.

Asumsi Dasar Akuntansi

Asumsi dasar akuntansi adalah anggapan-anggapan yang mendasari penyusunan laporan keuangan. Asumsi dasar akuntansi, secara umum, ada empat, yaitu:

  • Asumsi entitas akuntansi
  • Asumsi unit moneter
  • Asumsi kelangsungan usaha
  • Asumsi periode waktu

Asumsi Entitas Akuntansi

Asumsi entitas akuntansi menetapkan bahwa laporan keuangan suatu entitas harus disajikan secara terpisah dari laporan keuangan entitas lain atau pemiliknya. Entitas akuntansi dapat berupa perusahaan, organisasi, atau individu yang melakukan aktivitas ekonomi. Asumsi ini mengatur bahwa aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban entitas harus dicatat dan dilaporkan secara mandiri. Asumsi ini juga mengatur bahwa jika suatu entitas memiliki anak perusahaan atau cabang, maka laporan keuangan konsolidasi harus disusun untuk menunjukkan posisi keuangan dan hasil usaha seluruh entitas.

Asumsi Unit Moneter

Asumsi unit moneter menetapkan bahwa laporan keuangan suatu entitas harus menggunakan satu satuan mata uang tertentu sebagai alat pengukuran. Mata uang yang digunakan biasanya adalah mata uang yang berlaku di negara tempat entitas beroperasi. Asumsi ini mengatur bahwa semua transaksi dan peristiwa ekonomi yang dapat diukur dalam satuan uang harus dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Asumsi ini juga mengatur bahwa jika suatu entitas melakukan transaksi dengan mata uang asing, maka konversi nilai mata uang asing tersebut ke dalam nilai mata uang pelaporan harus dilakukan sesuai dengan kurs yang berlaku pada saat transaksi terjadi atau pada tanggal laporan.

Asumsi Kelangsungan Usaha

Asumsi kelangsungan usaha menetapkan bahwa laporan keuangan suatu entitas harus disusun dengan anggapan bahwa entitas akan terus beroperasi di masa depan tanpa ada niat atau indikasi untuk mengurangi skala usaha atau melikuidasi. Asumsi ini mengatur bahwa aset entitas harus dinilai berdasarkan nilai perolehan atau biaya historis, bukan nilai likuidasi. Asumsi ini juga mengatur bahwa kewajiban entitas harus dicatat berdasarkan jumlah yang harus dibayar pada saat jatuh tempo, bukan jumlah yang harus dibayar jika entitas dilikuidasi.

Asumsi Periode Waktu

Asumsi periode waktu menetapkan bahwa laporan keuangan suatu entitas harus disajikan secara berkala dalam periode tertentu yang disebut periode akuntansi. Periode akuntansi biasanya adalah satu tahun kalender atau satu tahun fiskal. Asumsi ini mengatur bahwa transaksi dan peristiwa ekonomi yang terjadi dalam suatu periode akuntansi harus dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan periode tersebut. Asumsi ini juga mengatur bahwa jika suatu transaksi atau peristiwa ekonomi memiliki dampak lebih dari satu periode akuntansi, maka alokasi pendapatan dan beban antara periode-periode tersebut harus dilakukan sesuai dengan prinsip penandingan.

Prinsip Dasar Akuntansi

Prinsip dasar akuntansi adalah aturan-aturan yang mengatur bagaimana suatu entitas mencatat dan melaporkan transaksi dan peristiwa ekonominya. Prinsip dasar akuntansi, secara umum, ada empat, yaitu:

  • Prinsip biaya historis
  • Prinsip pengungkapan menyeluruh
  • Prinsip realisasi pendapatan
  • Prinsip penandingan

Prinsip Biaya Historis

Prinsip biaya historis menetapkan bahwa aset entitas harus dicatat dan dilaporkan berdasarkan biaya perolehan atau biaya historis, yaitu jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh aset tersebut. Prinsip ini mengatur bahwa aset entitas tidak boleh dinilai berdasarkan nilai pasar, nilai wajar, atau nilai likuidasi, kecuali jika ada standar akuntansi khusus yang mengharuskan hal tersebut. Prinsip ini juga mengatur bahwa penurunan nilai aset entitas harus diakui sebagai kerugian jika penurunan tersebut bersifat permanen atau tidak dapat dipulihkan.

Prinsip Pengungkapan Menyeluruh

Prinsip pengungkapan menyeluruh menetapkan bahwa laporan keuangan suatu entitas harus menyajikan informasi yang lengkap, jujur, dan memadai tentang posisi keuangan dan hasil usaha entitas. Prinsip ini mengatur bahwa laporan keuangan entitas harus mencakup semua transaksi dan peristiwa ekonomi yang material atau penting bagi para pengguna laporan keuangan. Prinsip ini juga mengatur bahwa laporan keuangan entitas harus disertai dengan catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan asumsi, metode, kebijakan, dan informasi lain yang relevan untuk memahami laporan keuangan.

Prinsip Realisasi Pendapatan

Prinsip realisasi pendapatan menetapkan bahwa pendapatan entitas harus diakui pada saat pendapatan tersebut direalisasikan atau diperoleh, yaitu pada saat terjadi pertukaran barang atau jasa dengan uang atau janji bayar. Prinsip ini mengatur bahwa pendapatan entitas tidak boleh diakui berdasarkan harapan atau estimasi, kecuali jika ada standar akuntansi khusus yang mengharuskan hal tersebut. Prinsip ini juga mengatur bahwa pendapatan entitas harus diukur berdasarkan jumlah uang yang diterima atau piutang yang timbul dari pertukaran barang atau jasa.

Prinsip Penandingan

Prinsip penandingan menetapkan bahwa beban entitas harus diakui pada saat beban tersebut berkaitan dengan pendapatan yang dihasilkan, yaitu pada saat terjadi konsumsi sumber daya ekonomi untuk menghasilkan pendapatan. Prinsip ini mengatur bahwa beban entitas tidak boleh diakui berdasarkan waktu pembayaran atau penerimaan, kecuali jika tidak ada hubungan langsung antara beban dan pendapatan. Prinsip ini juga mengatur bahwa beban entitas harus diukur berdasarkan jumlah uang yang dibayar atau utang yang timbul dari konsumsi sumber daya ekonomi.

Sumber:
(1) Asumsi Dasar Akuntansi dan Prinsip untuk Mengukur … – Finansialpost. https://www.finansialpost.com/2020/10/asumsi-dan-prinsip-akuntansi.html.
(2) Asumsi dan Prinsip Dasar Akuntansi | Akunta Kita. https://akuntakita.com/2017/08/08/asumsi-dan-prinsip-dasar-akuntansi/.
(3) 11 Prinsip-prinsip Akuntansi dan Penjelasannya – Belajar Akuntansi. https://www.belajarakuntansi.web.id/2021/02/11-prinsip-prinsip-akuntansi-dan.html.
(4) 10 Asumsi Dasar Akuntansi Menurut Para Ahli. https://www.akuntansilengkap.com/akuntansi/10-asumsi-dasar-akuntansi-menurut-para-ahli/.
(5) 10 Asumsi Dasar Akuntansi Untuk Membantu Pembukuan Bisnis Anda. https://www.harmony.co.id/blog/10-asumsi-dasar-akuntansi-untuk-membantu-pembukuan-bisnis-anda/.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya