Menu Tutup

Museum Lampung: Sejarah, Koleksi, Harga Tiket, Jam Buka dan Rute

Museum Lampung adalah sebuah museum umum yang terletak di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di provinsi Lampung dan merupakan kebanggaan pemerintah provinsi Lampung . Museum ini menyimpan berbagai koleksi benda-benda budaya dan peninggalan sejarah dari berbagai suku dan daerah di Lampung, seperti keramik, senjata, perhiasan, pakaian adat, alat musik, dan lain-lain. Museum ini juga memiliki beberapa replika rumah adat Lampung, seperti rumah panggung dan rumah balai.

Source: Wikipedia

Sejarah Museum Lampung

Museum Lampung dibangun pada tahun 1975 dan peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1978. Namun, peresmiannya baru dilakukan pada 24 September 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Fuad Hassan. Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di PKOR Way Halim. Nama Museum Lampung diambil dari tulisan Sang Bumi Ruwa Jurai dalam logo resmi Provinsi Lampung yang diresmikan penggunaannya sejak 1 April 1990. Memasuki era otonomi daerah, museum ini beralih status menjadi UPTD di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Koleksi Museum Lampung

Museum Lampung memiliki lebih dari 3000 koleksi benda-benda budaya dan sejarah yang berasal dari berbagai suku dan daerah di Lampung, seperti Suku Lampung, Suku Bali, Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Bugis, Suku Melayu, dan lain-lain. Beberapa koleksi unik yang dimiliki museum ini antara lain:

– Keramik: Museum ini memiliki koleksi keramik yang berasal dari berbagai negara dan zaman, seperti Cina, Vietnam, Thailand, Jepang, Eropa, dan Timur Tengah. Beberapa keramik tersebut memiliki motif dan warna yang indah dan menarik.

– Senjata: Museum ini memiliki koleksi senjata tradisional yang digunakan oleh masyarakat Lampung dalam berperang atau berburu, seperti pedang, tombak, parang, pisau, panah, busur, dan senapan. Beberapa senjata tersebut memiliki ukiran dan hiasan yang khas dan artistik.

– Perhiasan: Museum ini memiliki koleksi perhiasan yang digunakan oleh masyarakat Lampung sebagai simbol status sosial atau kecantikan, seperti gelang, kalung, anting-anting, cincin, mahkota, dan sisir. Beberapa perhiasan tersebut terbuat dari bahan-bahan seperti emas, perak, tembaga, kuningan, besi, kayu, kulit binatang, atau manik-manik.

– Pakaian adat: Museum ini memiliki koleksi pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat Lampung dalam berbagai upacara adat atau keagamaan, seperti perkawinan, khitanan, sunatan massal (peusijuk), atau pesta rakyat (pesta adat). Beberapa pakaian adat tersebut memiliki warna dan motif yang khas dan bermakna simbolis.

– Alat musik: Museum ini memiliki koleksi alat musik tradisional yang digunakan oleh masyarakat Lampung untuk mengiringi tarian atau nyanyian adat, seperti gendang (tambur), rebana (gendang kecil), seruling (suling), gambus (kecapi), gong (lonceng besar), angklung (alat musik bambu), dan lain-lain. Beberapa alat musik tersebut memiliki bentuk dan suara yang unik dan harmonis.

Daya Tarik Museum Lampung

Museum Lampung tidak hanya menawarkan koleksi benda-benda budaya dan sejarah yang menarik untuk dilihat dan dipelajari. Museum ini juga menawarkan beberapa daya tarik lain yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama di sana. Beberapa daya tarik tersebut antara lain:

– Replika rumah adat: Museum ini memiliki beberapa replika rumah adat Lampung yang dibangun di halaman museum. Replika rumah adat tersebut antara lain rumah panggung (rumah tinggi) yang digunakan oleh masyarakat Pesisir Barat atau Krui; rumah balai (rumah besar) yang digunakan oleh masyarakat Pesisir Selatan atau Teluk Betung; rumah limas (rumah berbentuk limas) yang digunakan oleh masyarakat Way Kanan atau Blambangan Umpu; dan rumah kampuh (rumah berbentuk persegi panjang) yang digunakan oleh masyarakat Mesuji atau Tulang Bawang. Pengunjung dapat masuk ke dalam replika rumah adat tersebut untuk melihat bagaimana tata ruang dan perabotan di dalamnya.

– Taman: Museum ini memiliki taman yang luas dan asri yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman hias atau buah-buahan. Taman ini juga dilengkapi dengan beberapa bangku taman atau gazebo yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk bersantai atau beristirahat sambil menikmati udara segar dan pemandangan hijau.

– Perpustakaan: Museum ini memiliki perpustakaan yang menyediakan berbagai buku atau jurnal tentang budaya atau sejarah Lampung maupun Indonesia secara umum. Perpustakaan ini dapat digunakan oleh pengunjung untuk membaca atau mencari informasi lebih lanjut tentang topik-topik tertentu yang berkaitan dengan koleksi museum.

– Souvenir shop: Museum ini memiliki souvenir shop yang menjual berbagai barang-barang souvenir yang berkaitan dengan budaya atau sejarah Lampung maupun Indonesia secara umum. Souvenir shop ini dapat menjadi tempat bagi pengunjung untuk membeli oleh-oleh atau kenang-kenangan dari kunjungan mereka ke museum.

Harga Tiket Masuk Museum Lampung

Museum Lampung tidak mematok harga tiket masuk bagi pengunjungnya. Pengunjung hanya diminta untuk memberikan sumbangan sukarela sesuai dengan kemampuan mereka. Sumbangan tersebut akan digunakan untuk biaya operasional maupun pengembangan museum.

Jam Buka Museum Lampung

Museum Lampung buka setiap hari kecuali hari Senin mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB. Pengunjung disarankan untuk datang lebih awal agar dapat melihat semua koleksi museum dengan baik.

Rute Menuju Museum Lampung

Museum Lampung dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum dari pusat kota Bandar Lampung maupun dari luar kota Bandar Lampung. Berikut adalah beberapa rute menuju museum lampung:

– Dari pusat kota Bandar Lampung: Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun umum seperti angkot jurusan Rajabasa-Teluk Betung atau Rajabasa-Pasar Bawah-Teluk Betung kemudian turun di depan museum lampung.

– Dari luar kota Bandar Lampung: Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun umum seperti bus jurusan Jakarta-Bandar Lampung atau Palembang-Bandar Lampung kemudian turun di Terminal Rajabasa. Dari Terminal Rajabasa pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot jurusan Rajabasa-Teluk Betung atau Rajabasa-Pasar Bawah-Teluk Betung kemudian turun di depan museum lampung.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya