Menu Tutup

Sistem Ekonomi: Pengertian, Fungsi dan Macam-Macamnya

Sistem ekonomi adalah susunan unsur-unsur ekonomi yang saling berhubungan dan bekerja untuk memecahkan masalah ekonomi serta mencapai tujuan tertentu1. Unsur-unsur ekonomi tersebut meliputi kegiatan produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan lain-lain yang dilakukan oleh berbagai pelaku ekonomi seperti individu, organisasi, pemerintah, dan bank2. Sistem ekonomi juga menentukan bagaimana cara mengatur dan mengalokasikan sumber daya, jasa, dan barang yang dimiliki oleh suatu negara baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut3.

Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi memiliki peran dan fungsi yang sangat vital dalam menjalankan perekonomian suatu negara, yaitu2:

  • Mendorong perusahaan atau penyedia untuk berproduksi; sistem ekonomi memberikan insentif dan motivasi bagi para produsen untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan efisien dan efektif.
  • Mengkoordinasikan semua kegiatan individu dalam perekonomian; sistem ekonomi menetapkan mekanisme pasar, hukum, aturan, norma, dan kebijakan yang mengatur interaksi antara para pelaku ekonomi dalam melakukan transaksi ekonomi.
  • Mengatur dalam pembagian hasil produksi semua anggota supaya berjalan sesuai rencana; sistem ekonomi menentukan bagaimana cara mendistribusikan pendapatan, kekayaan, dan kesejahteraan yang dihasilkan dari kegiatan produksi kepada semua anggota masyarakat sesuai dengan hak dan kewajiban mereka.
  • Menciptakan mekanisme tertentu supaya distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik; sistem ekonomi menyediakan sarana dan prasarana yang memudahkan aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen dengan harga yang wajar dan kualitas yang baik.

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

Secara umum, terdapat empat jenis sistem ekonomi yang dikenal di dunia, yaitu:

  • Sistem ekonomi tradisional; sistem ini memiliki hubungan yang erat dengan tradisi dan adat-istiadat. Biasanya, negara yang menggunakan sistem ini adalah negara yang masih sangat bergantung dengan sektor pertanian. Produktivitas pada sistem ini umumnya juga masih rendah. Hal ini disebabkan karena masyarakatnya yang belum atau tidak memiliki hasrat untuk mengembangkan hartanya. Mereka hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya saja. Pada sistem ini, kelebihan yang dapat dirasakan adalah terjaganya kondisi alam dan sumber daya karena tidak adanya eksploitasi yang berlebihan. Namun, kekurangannya adalah rendahnya inovasi, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat.
  • Sistem ekonomi komando; sistem ini juga dikenal sebagai sistem ekonomi terpusat atau terencana. Pada sistem ini, pemerintah memiliki peran dominan dalam mengatur dan mengendalikan seluruh kegiatan ekonomi di negara tersebut. Pemerintah menentukan apa yang harus diproduksi, bagaimana cara memproduksinya, berapa jumlahnya, dan kepada siapa hasil produksinya didistribusikan. Pada sistem ini, kelebihan yang dapat dirasakan adalah terjaminnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terciptanya stabilitas harga dan kesempatan kerja, serta terhindarnya ketimpangan sosial. Namun, kekurangannya adalah hilangnya kebebasan individu, kurangnya efisiensi dan kualitas produksi, serta minimnya insentif dan motivasi bagi produsen dan konsumen.
  • Sistem ekonomi liberal; sistem ini juga dikenal sebagai sistem ekonomi pasar atau kapitalis. Pada sistem ini, pasar memiliki peran dominan dalam mengatur dan mengendalikan seluruh kegiatan ekonomi di negara tersebut. Pasar menentukan apa yang harus diproduksi, bagaimana cara memproduksinya, berapa jumlahnya, dan kepada siapa hasil produksinya didistribusikan berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran. Pada sistem ini, kelebihan yang dapat dirasakan adalah adanya kebebasan individu, tingginya efisiensi dan kualitas produksi, serta banyaknya insentif dan motivasi bagi produsen dan konsumen. Namun, kekurangannya adalah adanya ketimpangan sosial, fluktuasi harga dan kesempatan kerja, serta kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya.
  • Sistem ekonomi campuran; sistem ini merupakan perpaduan antara sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi liberal. Pada sistem ini, pemerintah dan pasar sama-sama memiliki peran dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan ekonomi di negara tersebut. Pemerintah bertanggung jawab untuk mengatur sektor-sektor strategis yang berkaitan dengan kepentingan umum, seperti pertahanan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Sementara itu, pasar bertanggung jawab untuk mengatur sektor-sektor non-strategis yang berkaitan dengan kepentingan individu, seperti industri, perdagangan, dan jasa. Pada sistem ini, kelebihan yang dapat dirasakan adalah adanya keseimbangan antara kebebasan individu dan kesejahteraan sosial, adanya perlindungan bagi produsen dan konsumen dari monopoli dan persaingan tidak sehat, serta adanya upaya pelestarian lingkungan dari eksploitasi sumber daya. Namun, kekurangannya adalah adanya potensi konflik antara pemerintah dan pasar, adanya birokrasi dan korupsi dalam pemerintahan, serta adanya campur tangan politik dalam perekonomian.

Sumber:
(1) Sistem perekonomian – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian.
(2) Macam-Macam Sistem Ekonomi & Karakteristiknya | Ekonomi Kelas 10. https://www.ruangguru.com/blog/macam-macam-sistem-ekonomi.
(3) Sistem Ekonomi: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya – Harmony Accounting. https://www.harmony.co.id/blog/sistem-ekonomi-pengertian-fungsi-dan-jenisnya/.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya