Menu Tutup

Apa Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang pada Remaja?

Perilaku menyimpang adalah perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai seperti norma sosial, aturan, dan hukum. Perilaku menyimpang juga dapat dipahami sebagai perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang menimbulkan dampak negatif atau merugikan, baik untuk pelakunya maupun untuk orang lain1.

Perilaku menyimpang dapat terjadi pada siapa saja, termasuk remaja. Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, di mana terjadi banyak perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Remaja juga sedang mencari jati diri dan mengembangkan kepribadian mereka2.

Ada banyak perilaku atau tindakan yang tergolong sebagai perilaku menyimpang di kalangan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan bullying. Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan obat-obatan atau zat yang tidak sesuai dengan tujuan medis atau hukumnya. Seks bebas adalah hubungan seksual di luar nikah atau tanpa ikatan pernikahan. Bullying adalah tindakan mengintimidasi, mengejek, atau menyakiti orang lain secara fisik atau verbal1.

Lalu, apa penyebab terjadinya perilaku menyimpang pada remaja? Penyebab perilaku menyimpang pada remaja dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri remaja itu sendiri. Faktor internal yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang pada remaja meliputi:

  • Krisis identitas. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Integrasi pertama, terbentuknya perasaan konsisten dalam kehidupannya. Integrasi kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua2.
  • Faktor kepribadian. Masa remaja dikatakan sebagai masa di mana seseorang sedang mencari jati diri. Pada periode ini, seseorang akan meninggalkan masa anak-anak untuk menuju kedewasaan. Masa ini dirasakan sebagai krisis identitas karena belum adanya pegangan. Kepribadian yang tidak dapat dibentuk dengan baik, akan mengarahkan remaja pada kenakalan atau perilaku menyimpang2.
  • Faktor status dan peranannya dalam masyarakat. Tindakan menyimpang terhadap hukum yang pernah dilakukan seorang anak, mendorongnya kembali untuk berbuat menyimpang. Hal ini disebabkan oleh adanya stigma negatif dari masyarakat terhadap anak tersebut. Anak tersebut merasa tidak diterima dan tidak memiliki harapan lagi untuk berubah2.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri remaja, yaitu lingkungan sekitarnya. Faktor eksternal yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang pada remaja meliputi:

  • Faktor keluarga. Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi seorang anak. Keluarga berperan dalam memberikan kasih sayang, pendidikan, bimbingan, dan contoh kepada anak. Jika keluarga tidak dapat memberikan hal-hal tersebut dengan baik, maka anak akan mencari pengganti di luar keluarga. Anak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik atau bahkan berbahaya2.
  • Faktor sekolah. Sekolah adalah lingkungan kedua bagi seorang anak setelah keluarga. Sekolah berperan dalam memberikan pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan norma-norma kepada anak. Jika sekolah tidak dapat memberikan hal-hal tersebut dengan baik, maka anak akan merasa bosan, tidak tertarik, atau tidak nyaman di sekolah. Anak akan cenderung mengabaikan pelajaran, melanggar aturan, atau bahkan melarikan diri dari sekolah2.
  • Faktor teman sebaya. Teman sebaya adalah lingkungan ketiga bagi seorang anak setelah keluarga dan sekolah. Teman sebaya berperan dalam memberikan dukungan, penghargaan, pengalaman, dan hiburan kepada anak. Jika teman sebaya yang dipilih oleh anak adalah teman yang baik, maka anak akan mendapatkan manfaat dari pergaulannya. Namun, jika teman sebaya yang dipilih oleh anak adalah teman yang buruk, maka anak akan terjerumus ke dalam perilaku menyimpang2.

Kesimpulan

Perilaku menyimpang pada remaja adalah perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai seperti norma sosial, aturan, dan hukum. Perilaku menyimpang pada remaja dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri remaja itu sendiri, seperti krisis identitas, faktor kepribadian, dan faktor status dan peranannya dalam masyarakat. Faktor eksternal berasal dari luar diri remaja, yaitu lingkungan sekitarnya, seperti faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor teman sebaya.

Sumber:
(1) 6 Penyebab Perilaku Menyimpang pada Remaja, Berikut Pengertian dan …. https://www.liputan6.com/hot/read/5055873/6-penyebab-perilaku-menyimpang-pada-remaja-berikut-pengertian-dan-contohnya.
(2) Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Kenakalan Remaja – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2022/10/20/080000269/faktor-internal-dan-eksternal-penyebab-kenakalan-remaja.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya