Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial adalah bentuk perilaku yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat12. Penyimpangan sosial dapat menimbulkan gangguan, kerugian, atau ketidakharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat2. Penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, seperti sifat, perilaku, tingkat, dan jenisnya123.
Bentuk dan Contoh Penyimpangan Sosial
Berdasarkan sifatnya, penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Penyimpangan positif, yaitu perilaku yang melampaui norma atau standar yang berlaku dalam masyarakat, tetapi memberikan dampak positif atau konstruktif. Contoh: prestasi akademik yang luar biasa, kreativitas seni yang tinggi, inovasi teknologi yang bermanfaat12.
- Penyimpangan negatif, yaitu perilaku yang menyimpang dari norma atau standar yang berlaku dalam masyarakat, dan memberikan dampak negatif atau destruktif. Contoh: korupsi, pencurian, pembunuhan, narkoba, prostitusi12.
Berdasarkan perilakunya, penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
- Penyimpangan individual, yaitu perilaku menyimpang yang dilakukan oleh individu secara sendiri-sendiri tanpa melibatkan orang lain. Contoh: bunuh diri, masturbasi, kecanduan game online12.
- Penyimpangan kelompok, yaitu perilaku menyimpang yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki kesamaan tujuan, ideologi, atau kepentingan. Contoh: terorisme, vandalisme, geng motor12.
- Penyimpangan campuran, yaitu perilaku menyimpang yang dilakukan oleh individu maupun kelompok secara bersama-sama. Contoh: demonstrasi anarkis, perampokan bersenjata12.
Penyebab Penyimpangan Sosial
Penyebab penyimpangan sosial dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal individu atau kelompok. Beberapa teori yang mencoba menjelaskan penyebab penyimpangan sosial adalah:
- Teori perubahan nilai dan norma sosial, yaitu teori yang mengatakan bahwa penyimpangan sosial terjadi karena adanya perubahan nilai dan norma sosial dalam masyarakat akibat perkembangan zaman. Perubahan ini dapat menimbulkan ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dialami oleh individu atau kelompok1.
- Teori proses sosialisasi yang tidak sempurna, yaitu teori yang mengatakan bahwa penyimpangan sosial terjadi karena individu tidak mendapatkan proses sosialisasi yang baik dari lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, media massa, dan lain-lain. Akibatnya, individu tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk berperilaku sesuai dengan norma dan nilai sosial1.
- Teori labelling, yaitu teori yang mengatakan bahwa penyimpangan sosial terjadi karena adanya pemberian label atau cap negatif kepada individu atau kelompok oleh masyarakat. Label ini dapat mempengaruhi persepsi diri dan identitas sosial individu atau kelompok, sehingga mereka cenderung melakukan perilaku sesuai dengan label tersebut4.
- Teori anomie, yaitu teori yang mengatakan bahwa penyimpangan sosial terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara tujuan dan sarana yang tersedia dalam masyarakat. Individu atau kelompok yang merasa tidak mampu mencapai tujuan secara sah, dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai cara alternatif4.
- Teori differential association, yaitu teori yang mengatakan bahwa penyimpangan sosial terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan sosial yang menyimpang. Individu atau kelompok yang berinteraksi dengan orang-orang yang menyimpang, dapat belajar dan meniru perilaku menyimpang tersebut4.
Dampak Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial dapat memberikan dampak yang beragam bagi individu, kelompok, dan masyarakat. Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh penyimpangan sosial adalah:
- Dampak positif, yaitu dampak yang memberikan manfaat atau kemajuan bagi individu, kelompok, atau masyarakat. Contoh: penyimpangan positif dapat meningkatkan prestasi, kreativitas, atau inovasi; penyimpangan negatif dapat menimbulkan kesadaran, kritik, atau perubahan sosial12.
- Dampak negatif, yaitu dampak yang memberikan kerugian atau kemunduran bagi individu, kelompok, atau masyarakat. Contoh: penyimpangan negatif dapat menimbulkan kerusakan, kekerasan, kejahatan, ketidakadilan, ketidakpercayaan, ketakutan, konflik, disintegrasi sosial12.
Penyimpangan Sosial di Indonesia
Penyimpangan sosial di Indonesia adalah fenomena yang cukup sering terjadi dan menimbulkan berbagai masalah sosial. Penyimpangan sosial di Indonesia dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti politik, ekonomi, hukum, pendidikan, agama, budaya, dan lain-lain. Beberapa contoh penyimpangan sosial di Indonesia adalah:
Penyimpangan Sosial di Bidang Politik
- Korupsi, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara menyalahgunakan wewenang atau jabatan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau golongan12. Contoh: kasus korupsi e-KTP, BLBI, Bansos Covid-19, dan lain-lain.
- Kolusi, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara bersekongkol antara pejabat publik dengan pihak swasta atau pihak lain untuk memperoleh keuntungan pribadi atau golongan12. Contoh: kasus kolusi antara DPR dan PT Freeport, antara KPK dan Polri, dan lain-lain.
- Nepotisme, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara memberikan perlakuan khusus atau keistimewaan kepada kerabat atau keluarga dalam hal pengangkatan jabatan, pemberian proyek, atau hal lain yang berkaitan dengan kepentingan publik12. Contoh: kasus nepotisme antara Presiden Soeharto dengan keluarga Cendana, antara Gubernur DKI Jakarta dengan anaknya, dan lain-lain.
Penyimpangan Sosial di Bidang Ekonomi
- Pencurian, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara mengambil barang milik orang lain tanpa sepengetahuan atau seizin pemiliknya12. Contoh: kasus pencurian motor, handphone, dompet, dan lain-lain.
- Perampokan, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara mengambil barang milik orang lain dengan paksa atau ancaman kekerasan12. Contoh: kasus perampokan toko emas, bank, minimarket, dan lain-lain.
- Penipuan, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara menipu orang lain dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau golongan12. Contoh: kasus penipuan investasi bodong, jual beli online, pinjaman online, dan lain-lain.
Penyimpangan Sosial di Bidang Hukum
- Pembunuhan, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja atau tidak sengaja12. Contoh: kasus pembunuhan Munir, Wayan Mirna Salihin, Novel Baswedan, dan lain-lain.
- Pemerkosaan, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara melakukan hubungan seksual dengan orang lain tanpa persetujuan atau paksaan12. Contoh: kasus pemerkosaan anak di bawah umur, pekerja seks komersial, mahasiswa, dan lain-lain.
- Narkoba, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara mengonsumsi, mengedarkan, atau memproduksi zat-zat yang dapat mempengaruhi fungsi otak atau tubuh12. Contoh: kasus narkoba artis Raffi Ahmad, Zul Zivilia, Jennifer Dunn, dan lain-lain.
Penyimpangan Sosial di Bidang Pendidikan
- Mencontek, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara meniru jawaban atau pekerjaan orang lain tanpa sepengetahuan atau seizin orang tersebut31. Contoh: kasus mencontek saat ulangan, ujian, tugas, dan lain-lain.
- Membolos, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tanpa alasan yang jelas atau izin dari pihak sekolah31. Contoh: kasus membolos untuk nongkrong, main game, pacaran, dan lain-lain.
- Tawuran, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara melakukan kekerasan fisik atau verbal antara kelompok siswa dari sekolah yang berbeda atau sama31. Contoh: kasus tawuran antara SMA 6 dan SMA 70, antara SMK 57 dan SMK 4, dan lain-lain.
Penyimpangan Sosial di Bidang Agama
- Penistaan agama, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara menghina, mencela, atau melecehkan agama atau keyakinan orang lain12. Contoh: kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Lia Eden, Gafatar, dan lain-lain.
- Radikalisme agama, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara menganut paham atau ideologi agama yang ekstrem, intoleran, atau antipluralis12. Contoh: kasus radikalisme agama oleh Jamaah Islamiyah, ISIS, FPI, dan lain-lain.
- Penyimpangan ajaran agama, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara menyimpang dari ajaran agama yang sahih atau resmi12. Contoh: kasus penyimpangan ajaran agama oleh aliran sesat Lia Eden, aliran kebatinan Sumarah, aliran sesat Satrio Piningit Weteng Buwono, dan lain-lain.
Penyimpangan Sosial di Bidang Budaya
- Pornografi, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara membuat, menyebarkan, atau menikmati gambar, video, tulisan, atau suara yang menggambarkan aktivitas seksual secara vulgar atau tidak senonoh12. Contoh: kasus pornografi artis Ariel Peterpan, Cut Tari, Luna Maya, dan lain-lain.
- Perzinahan, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara melakukan hubungan seksual di luar nikah12. Contoh: kasus perzinahan artis Rizieq Shihab, Nikita Mirzani, Vicky Prasetyo, dan lain-lain.
- LGBT, yaitu perilaku yang melanggar norma dan hukum dengan cara melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis kelamin atau merubah identitas kelamin12. Contoh: kasus LGBT artis Millen Cyrus, Lucinta Luna, Dorce Gamalama, dan lain-lain.
Solusi Penyimpangan Sosial
Penyimpangan sosial adalah suatu masalah sosial yang perlu diatasi dengan cara-cara yang efektif dan efisien. Penyimpangan sosial dapat menimbulkan dampak negatif bagi individu, kelompok, dan masyarakat, seperti kerusakan, kekerasan, kejahatan, ketidakadilan, ketidakpercayaan, ketakutan, konflik, dan disintegrasi sosial12. Oleh karena itu, diperlukan solusi penyimpangan sosial yang dapat mencegah, mengurangi, atau menghilangkan perilaku menyimpang tersebut.
Solusi Penyimpangan Sosial dari Pihak Keluarga
Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi individu untuk belajar dan berinteraksi. Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, nilai, dan norma individu. Oleh karena itu, keluarga dapat memberikan solusi penyimpangan sosial dengan cara-cara berikut:
- Memberikan pendidikan moral dan agama, yaitu dengan cara mengajarkan nilai-nilai moral dan agama yang baik kepada anggota keluarga sejak dini. Nilai-nilai moral dan agama dapat membantu individu untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk, serta memberikan pedoman hidup yang benar12.
- Memberikan kasih sayang dan perhatian, yaitu dengan cara menunjukkan rasa cinta, sayang, dan peduli kepada anggota keluarga secara tulus dan ikhlas. Kasih sayang dan perhatian dapat membuat individu merasa dihargai, diterima, dan bahagia dalam keluarga. Hal ini dapat mencegah individu untuk mencari pengakuan atau kepuasan dari lingkungan yang menyimpang12.
- Memberikan pengawasan dan bimbingan, yaitu dengan cara mengawasi dan membimbing aktivitas, pergaulan, dan perkembangan anggota keluarga secara rutin dan konsisten. Pengawasan dan bimbingan dapat membantu individu untuk menghindari atau mengatasi masalah-masalah yang berpotensi menimbulkan penyimpangan sosial12.
Solusi Penyimpangan Sosial dari Pihak Sekolah
Sekolah adalah lingkungan kedua bagi individu untuk belajar dan berinteraksi. Sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi, pengetahuan, dan keterampilan individu. Oleh karena itu, sekolah dapat memberikan solusi penyimpangan sosial dengan cara-cara berikut:
- Memberikan kurikulum yang berkualitas, yaitu dengan cara menyusun dan melaksanakan kurikulum yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Kurikulum yang berkualitas dapat memberikan materi pembelajaran yang relevan, bermutu, dan bermanfaat bagi individu. Kurikulum juga harus memuat muatan moral dan agama yang dapat menanamkan nilai-nilai positif kepada individu12.
- Memberikan fasilitas yang memadai, yaitu dengan cara menyediakan fasilitas belajar mengajar yang lengkap, nyaman, dan aman bagi individu. Fasilitas yang memadai dapat mendukung proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Fasilitas juga harus mencakup sarana olahraga, seni, budaya, kesehatan, dan kesejahteraan yang dapat meningkatkan kualitas hidup individu12.
- Memberikan disiplin yang tegas, yaitu dengan cara menegakkan aturan atau tata tertib sekolah yang jelas, adil, dan konsisten bagi individu. Disiplin yang tegas dapat membentuk sikap tanggung jawab, hormat, sopan santun, dan taat hukum pada individu. Disiplin juga harus disertai dengan pemberian sanksi atau hukuman yang sesuai dengan tingkat kesalahan individu12.
Solusi Penyimpangan Sosial dari Pihak Masyarakat
Masyarakat adalah lingkungan ketiga bagi individu untuk belajar dan berinteraksi. Masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan dukungan, perlindungan, dan partisipasi bagi individu. Oleh karena itu, masyarakat dapat memberikan solusi penyimpangan sosial dengan cara-cara berikut:
- Memberikan penyuluhan dan sosialisasi, yaitu dengan cara memberikan informasi, pengetahuan, dan pemahaman tentang penyimpangan sosial dan dampaknya kepada individu secara teratur dan menyeluruh. Penyuluhan dan sosialisasi dapat meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan keterbukaan individu terhadap masalah sosial yang ada13.
- Memberikan bantuan dan konseling, yaitu dengan cara memberikan bantuan yang bersifat materiil, moril, atau psikologis kepada individu yang terlibat atau berpotensi terlibat dalam penyimpangan sosial. Bantuan dan konseling dapat membantu individu untuk mengatasi atau menghindari masalah-masalah yang menjadi penyebab atau akibat dari penyimpangan sosial13.
- Memberikan penghargaan dan apresiasi, yaitu dengan cara memberikan penghargaan atau apresiasi yang bersifat verbal, nonverbal, atau simbolik kepada individu yang berprestasi, berperilaku baik, atau berkontribusi positif bagi masyarakat. Penghargaan dan apresiasi dapat memotivasi, menginspirasi, dan menstimulasi individu untuk terus melakukan hal-hal yang positif13.
Kesimpulan
Penyimpangan sosial adalah suatu masalah sosial yang perlu diatasi dengan cara-cara yang efektif dan efisien. Penyimpangan sosial dapat menimbulkan dampak negatif bagi individu, kelompok, dan masyarakat. Solusi penyimpangan sosial dapat dilakukan oleh pihak keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan berbagai cara, seperti memberikan pendidikan moral dan agama, kasih sayang dan perhatian, pengawasan dan bimbingan, kurikulum yang berkualitas, fasilitas yang memadai, disiplin yang tegas, penyuluhan dan sosialisasi, bantuan dan konseling, serta penghargaan dan apresiasi.
Sumber:
(1) Penyimpangan Sosial: Bentuk, Contoh, Penyebab dan Dampaknya. https://www.gramedia.com/literasi/penyimpangan-sosial/.
(2) Penyimpangan Sosial : Contoh, Bentuk, Teori, Ciri, Jenis. https://www.gurupendidikan.co.id/penyimpangan-sosial/.
(3) Penyimpangan Sosial – Pengertian, Teori, Bentuk, Jenis & Contoh. https://www.dosenpendidikan.co.id/penyimpangan-sosial/.
(4) Mengenal 4 Teori Penyimpangan Sosial & Penyebab Perilaku Menyimpang. https://tirto.id/mengenal-4-teori-penyimpangan-sosial-penyebab-perilaku-menyimpang-gaBX.