Menu Tutup

Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau laporan hasil pengamatan (observasi) terhadap suatu objek atau fenomena1. Teks ini biasanya ditulis untuk memberikan informasi dan penjelasan rinci mengenai suatu hal dari sudut pandang keilmuan kepada pembaca2. Teks laporan hasil observasi sering juga disingkat menjadi teks LHO.

Ciri-Ciri Umum Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi memiliki beberapa ciri-ciri umum yang membedakannya dengan jenis teks lain, yaitu:

  • Bersifat objektif, yaitu teks LHO harus disajikan sesuai dengan keadaan objek yang sebenarnya, tanpa dipengaruhi oleh pandangan atau pendapat pribadi yang sifatnya subjektif2. Teks LHO juga harus bersifat universal, yaitu tidak memihak kepada pihak tertentu3.
  • Berdasarkan fakta, yaitu teks LHO haruslah ditulis berdasarkan fakta yang diperoleh dari pengamatan atau penelitian yang dilakukan di lapangan. Teks LHO tidak boleh mengandung data atau sumber yang palsu atau tidak valid2.
  • Bersifat khusus atau spesifik, yaitu teks LHO harus memfokuskan pembahasan pada objek atau fenomena tertentu yang menjadi topik utama. Teks LHO tidak boleh menyimpang dari topik atau mencampurkan hal-hal yang tidak relevan4.
  • Disajikan secara lengkap, yaitu teks LHO harus memiliki struktur penulisan yang lengkap dan runut dari pendahuluan, isi, hingga simpulan. Teks LHO harus memberikan informasi yang cukup dan jelas kepada pembaca2.
  • Disajikan secara menarik dan mudah dimengerti, yaitu teks LHO harus dirangkai dengan bahasa yang efektif, jelas, dan logis. Teks LHO harus menggunakan kalimat-kalimat yang menarik perhatian pembaca dan mudah dipahami23.

Ciri-Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Selain ciri-ciri umum, teks laporan hasil observasi juga memiliki ciri-ciri kebahasaan yang khas, yaitu:

  • Repetisi, yaitu perulangan kata kunci yang terdapat dalam teks. Repetisi digunakan untuk memberikan penekanan atau klarifikasi terhadap objek atau fenomena yang dibahas1. Contoh: “Kura-kura termasuk hewan reptil. Ada kura-kura yang suka memakan sayuran dan buah, tetapi ada juga yang suka memakan daging.”
  • Pronomina, yaitu kata yang merujuk pada kata lain untuk memperlihatkan keterkaitannya. Pronomina digunakan untuk menghindari pengulangan kata yang berlebihan dan menjaga kohesi teks1. Contoh: “Kura-kura memiliki dua tangan dan dua kaki yang berbentuk seperti sirip. Hewan ini dapat hidup di darat dan di air.”
  • Konjungsi, yaitu kata yang menghubungkan dua kalimat atau lebih. Konjungsi digunakan untuk menunjukkan hubungan logis antara kalimat-kalimat dalam teks, seperti sebab-akibat, perbandingan, penjelasan, dan lain-lain1. Contoh: “Kura-kura dapat hidup lebih lama daripada hewan lain karena ia memiliki metabolisme yang lambat.”
  • Kalimat definisi, yaitu kalimat yang memberikan pengertian atau makna dari suatu istilah atau konsep. Kalimat definisi digunakan untuk memberikan penjelasan yang jelas dan tepat kepada pembaca1. Contoh: “Reptil adalah hewan yang berdarah dingin, memiliki sisik, dan berkembang biak dengan bertelur.”

Referensi:

1. Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi – Kompas.com. kompas.com
2. Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri & Strukturnya – Ruangguru. ruangguru.com
3. Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi – Kompas.com. kompas.com
4. Pahami Teks Laporan Hasil Observasi dari Pengertian, Ciri, hingga …. quipper.com

Posted in Ragam

Artikel Lainnya