Pembuluh darah adalah saluran yang mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh darah terdiri dari tiga jenis, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah bersih dan kaya oksigen dari jantung ke organ-organ tubuh. Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kotor dan miskin oksigen dari organ-organ tubuh ke jantung. Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat tipis dan halus yang menghubungkan arteri dan vena, serta bertugas untuk menukar oksigen, nutrisi, dan zat-zat lain antara darah dan jaringan tubuh.
Pembuluh darah yang sehat dan lancar sangat penting untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ-organ tubuh. Namun, ada beberapa gangguan yang bisa terjadi pada pembuluh darah, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Gangguan pada pembuluh darah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gaya hidup, pola makan, riwayat keluarga, penyakit kronis, atau cedera. Gangguan pada pembuluh darah juga bisa mempengaruhi berbagai bagian tubuh, seperti jantung, otak, ginjal, mata, kaki, atau tangan.
Jenis-Jenis Gangguan pada Pembuluh Darah
Beberapa jenis gangguan pada pembuluh darah yang umum terjadi adalah:
- Aterosklerosis. Aterosklerosis adalah kondisi di mana dinding bagian dalam pembuluh darah arteri mengalami kerusakan. Akibatnya, sel darah dan plak yang terbentuk dari kolesterol, lemak, atau kalsium menumpuk di dinding arteri dan menyumbat pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah membuat aliran darah ke organ-organ tubuh menjadi tidak lancar. Aterosklerosis bisa terjadi di berbagai arteri, seperti arteri koroner (yang memasok darah ke jantung), arteri karotis (yang memasok darah ke otak), atau arteri perifer (yang memasok darah ke kaki atau tangan). Aterosklerosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti serangan jantung, stroke, gangren, atau impotensi1.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah di dalam pembuluh darah melebihi batas normal. Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg. Tekanan darah tinggi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, obesitas, merokok, konsumsi alkohol, konsumsi garam berlebih, atau penyakit ginjal. Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis, gagal jantung, gagal ginjal, atau stroke2.
- Trombosis vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT). Trombosis vena dalam adalah kondisi di mana pembuluh darah vena tersumbat oleh bekuan darah. Kondisi ini paling sering terjadi pada area tungkai. Trombosis vena dalam bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurang bergerak, dehidrasi, kehamilan, obesitas, merokok, atau penggunaan pil KB. Trombosis vena dalam bisa menyebabkan komplikasi serius berupa emboli paru, yaitu kondisi di mana bekuan darah lepas dan menghambat aliran darah ke paru-paru2.
- Penyakit arteri perifer (peripheral artery disease atau PAD). Penyakit arteri perifer adalah kondisi di mana arteri yang memasok darah ke kaki atau tangan mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat aterosklerosis. Penyakit arteri perifer bisa menyebabkan gejala berupa nyeri, kram, lemas, atau kesemutan pada kaki atau tangan yang terkena. Penyakit arteri perifer juga bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi, luka, atau gangren pada kaki atau tangan yang terkena3.
- Aneurisma. Aneurisma adalah kondisi di mana dinding pembuluh darah mengalami pelebaran atau penonjolan akibat tekanan darah yang tinggi atau kerusakan jaringan. Aneurisma bisa terjadi di berbagai pembuluh darah, seperti aorta (pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh), arteri serebri (pembuluh darah yang membawa darah ke otak), atau arteri renalis (pembuluh darah yang membawa darah ke ginjal). Aneurisma bisa menyebabkan komplikasi berupa perdarahan, robekan, atau pecahnya pembuluh darah, yang bisa mengancam jiwa2.
Gejala Gangguan pada Pembuluh Darah
Gejala gangguan pada pembuluh darah bisa bervariasi, tergantung pada jenis, lokasi, dan tingkat keparahan gangguan tersebut. Beberapa gejala umum yang bisa muncul adalah:
- Nyeri dada, sesak napas, atau denyut jantung tidak teratur (jika gangguan pada pembuluh darah jantung)
- Sakit kepala, kelemahan, mati rasa, gangguan penglihatan, atau gangguan bicara (jika gangguan pada pembuluh darah otak)
- Nyeri, kram, lemas, atau kesemutan pada kaki atau tangan (jika gangguan pada pembuluh darah perifer)
- Tekanan darah tinggi atau rendah
- Pembengkakan, kemerahan, atau hangat pada area yang terkena
- Luka, infeksi, atau gangren pada kaki atau tangan yang terkena
Pencegahan Gangguan pada Pembuluh Darah
Gangguan pada pembuluh darah bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, yang rendah lemak, garam, dan gula, serta tinggi serat, vitamin, dan mineral
- Berolahraga secara teratur, minimal 30 menit sehari, 5 kali seminggu
- Menghindari merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba
- Menjaga berat badan ideal
- Mengelola stres dengan baik
- Memeriksakan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara rutin
- Mengikuti anjuran dokter dan minum obat sesuai resep (jika memiliki penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung)
Penanganan Gangguan pada Pembuluh Darah
Penanganan gangguan pada pembuluh darah tergantung pada jenis, lokasi, dan tingkat keparahan gangguan tersebut. Beberapa pilihan penanganan yang bisa dilakukan adalah:
- Pemberian obat-obatan, seperti antihipertensi, antikoagulan, antiplatelet, statin, atau vasodilator, untuk mengontrol tekanan darah, mencegah pembekuan darah, menurunkan kolesterol, atau melebarkan pembuluh darah
- Tindakan invasif, seperti angioplasti, stent, bypass, atau endarterektomi, untuk membuka atau mengganti pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat
- Operasi, seperti pembedahan aneurisma, untuk memperbaiki atau mengangkat pembuluh darah yang melebar atau pecah
- Terapi fisik, seperti latihan kaki, pemijatan, atau kompresi, untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi gejala pada kaki atau tangan yang terkena