Menu Tutup

Modals untuk Menunjukkan Kewajiban dalam Bahasa Inggris

Modals adalah kata-kata bantu yang digunakan untuk mengekspresikan kemampuan, kemungkinan, izin, atau kewajiban. Dalam artikel ini, kita akan membahas modals yang digunakan untuk menunjukkan kewajiban, yaitu must, have to, should, dan ought to. Kita akan melihat pengertian, fungsi, contoh, dan perbedaan antara modals tersebut.

Must

  • Must digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang kuat atau keharusan. Biasanya kewajiban ini berasal dari pendapat atau keputusan pembicara sendiri.
  • Must diikuti oleh infinitive tanpa to.
  • Must tidak berubah bentuk untuk semua subjek.
  • Must tidak memiliki bentuk past tense. Untuk mengekspresikan kewajiban di masa lalu, kita menggunakan had to.
  • Must tidak memiliki bentuk future tense. Untuk mengekspresikan kewajiban di masa depan, kita menggunakan have to atau will have to.
  • Must tidak memiliki bentuk continuous. Untuk mengekspresikan kewajiban yang sedang berlangsung, kita menggunakan have to be + -ing.
  • Must tidak memiliki bentuk perfect. Untuk mengekspresikan kewajiban yang sudah selesai, kita menggunakan have to have + past participle.
  • Must not atau mustn’t digunakan untuk mengekspresikan larangan atau sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Biasanya larangan ini berasal dari pendapat atau keputusan pembicara sendiri.

Contoh:

  • I must study hard for the exam. (Saya harus belajar keras untuk ujian.)
  • You must wear a mask when you go outside. (Anda harus memakai masker saat keluar rumah.)
  • She must be at home by 10 p.m. (Dia harus sudah di rumah sebelum jam 10 malam.)
  • He must not smoke in the hospital. (Dia tidak boleh merokok di rumah sakit.)
  • We mustn’t forget to lock the door. (Kita tidak boleh lupa mengunci pintu.)

Have to

  • Have to digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang berasal dari luar pembicara, seperti aturan, hukum, situasi, atau orang lain.
  • Have to diikuti oleh infinitive tanpa to.
  • Have to berubah bentuk sesuai dengan subjek dan waktu.
  • Have to memiliki bentuk past tense, yaitu had to.
  • Have to memiliki bentuk future tense, yaitu will have to.
  • Have to memiliki bentuk continuous, yaitu have to be + -ing.
  • Have to memiliki bentuk perfect, yaitu have to have + past participle.
  • Do not have to atau don’t have to digunakan untuk mengekspresikan ketiadaan kewajiban atau sesuatu yang tidak perlu dilakukan.

Contoh:

  • She has to work on weekends. (Dia harus bekerja di akhir pekan.)
  • He had to pay a fine for speeding. (Dia harus membayar denda karena kecepatan.)
  • They will have to take a test before they can enroll. (Mereka harus mengikuti tes sebelum mereka bisa mendaftar.)
  • I have to be working on this project until next week. (Saya harus sedang mengerjakan proyek ini sampai minggu depan.)
  • You have to have finished your homework before you can play. (Anda harus sudah menyelesaikan pekerjaan rumah Anda sebelum Anda bisa bermain.)
  • We don’t have to wear a uniform at school. (Kita tidak harus memakai seragam di sekolah.)

Should

  • Should digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah atau saran. Biasanya kewajiban atau saran ini berasal dari pendapat atau harapan pembicara.
  • Should diikuti oleh infinitive tanpa to.
  • Should tidak berubah bentuk untuk semua subjek.
  • Should tidak memiliki bentuk past tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa lalu, kita menggunakan should have + past participle.
  • Should tidak memiliki bentuk future tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa depan, kita menggunakan should atau ought to.
  • Should tidak memiliki bentuk continuous. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran yang sedang berlangsung, kita menggunakan should be + -ing.
  • Should not atau shouldn’t digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah yang tidak dilakukan atau saran untuk tidak melakukan sesuatu.

Contoh:

  • You should eat more vegetables. (Anda sebaiknya makan lebih banyak sayuran.)
  • He should apologize to her. (Dia sebaiknya minta maaf padanya.)
  • She should have studied harder for the exam. (Dia sebaiknya belajar lebih keras untuk ujian.)
  • They should arrive by tomorrow. (Mereka sebaiknya tiba besok.)
  • I should be sleeping now. (Saya sebaiknya tidur sekarang.)
  • You shouldn’t drink and drive. (Anda sebaiknya tidak minum dan mengemudi.)

Ought to

  • Ought to digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah atau saran yang sama dengan should. Perbedaannya adalah ought to lebih formal dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
  • Ought to diikuti oleh infinitive dengan to.
  • Ought to tidak berubah bentuk untuk semua subjek.
  • Ought to tidak memiliki bentuk past tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa lalu, kita menggunakan ought to have + past participle.
  • Ought to tidak memiliki bentuk future tense. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran di masa depan, kita menggunakan ought to atau should.
  • Ought to tidak memiliki bentuk continuous. Untuk mengekspresikan kewajiban atau saran yang sedang berlangsung, kita menggunakan ought to be + -ing.
  • Ought not atau oughtn’t digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah yang tidak dilakukan atau saran untuk tidak melakukan sesuatu.

Contoh:

  • She ought to see a doctor. (Dia sebaiknya pergi ke dokter.)
  • He ought to pay more attention in class. (Dia sebaiknya lebih memperhatikan di kelas.)
  • They ought to have called us earlier. (Mereka sebaiknya sudah menghubungi kami lebih awal.)
  • We ought to be more careful with our environment. (Kita sebaiknya lebih berhati-hati dengan lingkungan kita.)
  • You ought to be studying for your test. (Anda sebaiknya sedang belajar untuk ujian Anda.)
  • He oughtn’t to lie to his parents. (Dia sebaiknya tidak berbohong pada orang tuanya.)

Perbedaan antara Modals untuk Menunjukkan Kewajiban

  • Must dan have to sama-sama digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang kuat atau keharusan, tetapi must lebih menunjukkan pendapat atau keputusan pembicara, sedangkan have to lebih menunjukkan aturan, hukum, situasi, atau orang lain.
  • Should dan ought to sama-sama digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang lemah atau saran, tetapi ought to lebih formal dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
  • Must not dan don’t have to berbeda makna. Must not mengekspresikan larangan atau sesuatu yang tidak boleh dilakukan, sedangkan don’t have to mengekspresikan ketiadaan kewajiban atau sesuatu yang tidak perlu dilakukan.

Sumber:
(1) Modal Verbs of Obligation – Perfect English Grammar. https://www.perfect-english-grammar.com/modal-verbs-of-obligation.html.
(2) Modals: permission and obligation | LearnEnglish. https://learnenglish.britishcouncil.org/grammar/b1-b2-grammar/modals-permission-obligation.
(3) Modal Verbs of Obligation — Examples – GRAMMARIST. https://grammarist.com/grammar/modal-verbs-of-obligation/.
(4) ELLLO Low Intermediate English Lesson #4-08 Modals of Obligation. https://www.elllo.org/english/course/L4-08-Modals-Obligation.htm.
(5) Modal verbs of obligation – must, should, ought to – Linguapress. https://linguapress.com/grammar/modal-obligation.htm.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya