Menu Tutup

Kelebihan dan Kekurangan Demokrasi Terpimpin

Demokrasi terpimpin adalah salah satu sistem demokrasi yang pernah diterapkan di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Sukarno. Sistem ini berbeda dengan demokrasi liberal yang lebih mengutamakan kebebasan individu dan partai politik. Demokrasi terpimpin lebih menekankan pada peran presiden sebagai pemimpin tunggal yang memiliki wewenang luas untuk mengambil keputusan demi kepentingan nasional.

Latar Belakang Demokrasi Terpimpin

Demokrasi terpimpin lahir sebagai reaksi terhadap kegagalan demokrasi liberal yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi Indonesia yang sedang menghadapi berbagai masalah, seperti konflik antara partai politik, pemberontakan regional, ancaman komunisme, dan tekanan asing. Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang membubarkan Dewan Konstituante dan mengembalikan UUD 1945 sebagai dasar negara. Dalam dekrit tersebut, Sukarno juga memperkenalkan konsep demokrasi terpimpin yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945.

Konsep demokrasi terpimpin bertujuan untuk menata kembali kehidupan politik dan pemerintahan Indonesia agar lebih efektif, efisien, dan stabil. Sukarno ingin menciptakan keseimbangan antara kekuatan-kekuatan politik yang ada di Indonesia, yaitu nasionalis, agamis, komunis, militer, dan golongan karya (golongan fungsional). Oleh karena itu, Sukarno membentuk kabinet kerja yang terdiri dari wakil-wakil dari partai politik dan golongan karya. Sukarno juga membentuk lembaga-lembaga kenegaraan baru, seperti DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong), MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara), DPAS (Dewan Pertimbangan Agung Sementara), dan lain-lain.

Kelebihan Demokrasi Terpimpin

Demokrasi terpimpin memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Terbangunnya integrasi nasional. Dengan adanya demokrasi terpimpin, Indonesia berhasil mengatasi berbagai pemberontakan regional yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Sukarno juga berhasil mempersatukan berbagai kekuatan politik yang sebelumnya saling bertentangan dalam satu visi nasional.
  • Perbaikan ekonomi. Dengan adanya demokrasi terpimpin, Indonesia berhasil meningkatkan produksi dan pendapatan nasional. Sukarno juga berhasil melakukan nasionalisasi aset-aset asing yang dinilai merugikan kepentingan Indonesia. Sukarno juga meluncurkan program-program pembangunan ekonomi, seperti DEKON (Dewan Ekonomi Nasional), BIMAS (Bimbingan Massal), TRIKORA (Tri Komando Rakyat), dan lain-lain.
  • Pelopor gerakan non blok. Dengan adanya demokrasi terpimpin, Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai salah satu negara yang berperan aktif dalam gerakan non blok. Gerakan non blok adalah gerakan yang menolak untuk bergabung dengan salah satu blok kekuatan dunia, yaitu blok Barat (Amerika Serikat dan sekutunya) atau blok Timur (Uni Soviet dan sekutunya). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang melahirkan semangat Bandung sebagai dasar gerakan non blok.

Kekurangan Demokrasi Terpimpin

Demokrasi terpimpin juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Ketidakjelasan peran partai politik. Dengan adanya demokrasi terpimpin, partai politik menjadi tidak berfungsi secara optimal sebagai alat perwakilan rakyat. Partai politik menjadi tunduk pada kebijakan presiden dan tidak dapat mengkritik atau mengontrol pemerintah. Partai politik juga menjadi tidak memiliki program-program yang jelas dan konsisten.
  • Melemahnya lembaga legislatif. Dengan adanya demokrasi terpimpin, lembaga legislatif menjadi tidak berdaya dan tidak berperan dalam pembuatan undang-undang. Lembaga legislatif menjadi hanya sebagai alat pengesahan keputusan presiden. Lembaga legislatif juga menjadi tidak dapat melakukan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.
  • Melemahnya hak asasi manusia. Dengan adanya demokrasi terpimpin, hak asasi manusia menjadi tidak dihormati dan dilanggar oleh pemerintah. Pemerintah melakukan berbagai tindakan represif terhadap orang-orang yang dianggap sebagai lawan politik atau musuh negara. Pemerintah juga melakukan pembatasan terhadap kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul.
  • Kebebasan pers dibatasi. Dengan adanya demokrasi terpimpin, kebebasan pers menjadi tidak dijamin dan dihambat oleh pemerintah. Pemerintah melakukan sensor dan intervensi terhadap media massa yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah. Pemerintah juga melakukan tekanan dan ancaman terhadap wartawan dan aktivis media yang kritis terhadap pemerintah.
  • Otonomi daerah semakin terbatas. Dengan adanya demokrasi terpimpin, otonomi daerah menjadi semakin terkikis dan tersentralisasi oleh pemerintah pusat. Pemerintah pusat mengambil alih berbagai kewenangan daerah dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan. Pemerintah pusat juga mengabaikan aspirasi dan kepentingan daerah dalam pembangunan nasional.

Kesimpulan

Demokrasi terpimpin adalah sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Sukarno. Sistem ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui dan dipelajari oleh generasi muda Indonesia. Demokrasi terpimpin merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencari bentuk pemerintahan yang sesuai dengan karakteristik dan kondisi Indonesia.

Sumber:
(1) Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Demokrasi Terpimpin? – Tirto.ID. https://tirto.id/apa-saja-kelebihan-dan-kekurangan-demokrasi-terpimpin-giMU.
(2) 9 Kelebihan dan Kekurangan Demokrasi Terpimpin di Indonesia. https://guruppkn.com/kelebihan-dan-kekurangan-demokrasi-terpimpin-di-indonesia.
(3) Mengenal Sejarah Demokrasi Terpimpin, Ciri-ciri, dan Tujuan. https://www.linovhr.com/demokrasi-terpimpin/.
(4) kelebihan dan kekurangan demokrasi terpimpin – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/forum/kelebihan-dan-kekurangan-demokrasi-terpimpin_FRM-KA2IKG5F.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya