Kerajaan Kalingga, juga dikenal sebagai Kerajaan Holing, adalah salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berdiri di wilayah Jawa Tengah pada abad ke-6 hingga abad ke-7 Masehi. Kerajaan ini terkenal dengan pemerintahan Ratu Shima yang adil dan tegas. Meskipun informasi mengenai silsilah kerajaan ini terbatas, beberapa sumber sejarah memberikan gambaran tentang para penguasa yang pernah memerintah Kalingga.
Prabu Wasumurti (594–605 M)
Prabu Wasumurti dianggap sebagai pendiri dan raja pertama Kerajaan Kalingga. Beliau memerintah dari tahun 594 hingga 605 Masehi. Selama masa pemerintahannya, Prabu Wasumurti meletakkan dasar-dasar pemerintahan dan memperkuat struktur kerajaan. Beliau memiliki dua anak, yaitu Prabu Wasugeni dan Dewi Wasundari.
Prabu Wasugeni (605–632 M)
Setelah wafatnya Prabu Wasumurti, tahta kerajaan dilanjutkan oleh putranya, Prabu Wasugeni, yang memerintah dari tahun 605 hingga 632 Masehi. Prabu Wasugeni menikah dengan Dewi Paramita dari Dinasti Pallawa dan memiliki dua anak, yaitu Prabu Wasudewa dan Dewi Wasuwari (yang kemudian dikenal sebagai Ratu Shima).
Prabu Wasudewa (632–652 M)
Prabu Wasudewa menggantikan ayahnya, Prabu Wasugeni, dan memerintah Kerajaan Kalingga dari tahun 632 hingga 652 Masehi. Informasi mengenai masa pemerintahannya relatif terbatas, namun beliau dikenal sebagai raja yang meneruskan kebijakan pendahulunya dalam memperkuat kerajaan.
Prabu Kirathasingha (632–648 M)
Prabu Kirathasingha memerintah Kerajaan Kalingga pada periode yang hampir bersamaan dengan Prabu Wasudewa, yaitu sekitar tahun 632 hingga 648 Masehi. Beliau dikenal sebagai raja yang bijaksana dan berhasil menjaga stabilitas kerajaan selama masa pemerintahannya.
Prabu Kartikeyasingha (648–674 M)
Prabu Kartikeyasingha memerintah dari tahun 648 hingga 674 Masehi. Beliau menikah dengan Dewi Wasuwari, yang kemudian dikenal sebagai Ratu Shima. Setelah wafatnya Prabu Kartikeyasingha, tahta kerajaan dilanjutkan oleh istrinya, Ratu Shima.
Ratu Shima (674–695 M)
Ratu Shima adalah salah satu penguasa paling terkenal dalam sejarah Kerajaan Kalingga. Beliau memerintah dari tahun 674 hingga 695 Masehi dan dikenal karena ketegasan serta keadilannya dalam menegakkan hukum. Salah satu kisah terkenal tentang Ratu Shima adalah uji kejujuran rakyatnya dengan meletakkan sekantung emas di tengah jalan. Tidak ada seorang pun yang berani menyentuhnya selama tiga tahun, hingga akhirnya putranya secara tidak sengaja menyentuh kantung tersebut dengan kakinya. Ratu Shima menjatuhkan hukuman berat kepada putranya sebagai bukti ketegasannya dalam menegakkan hukum.
Hubungan Keluarga Kerajaan Kalingga dengan Kerajaan Galuh
Ratu Shima memiliki putri bernama Dewi Parwati yang menikah dengan Mandiminyak, putra mahkota Kerajaan Galuh. Mandiminyak kemudian menjadi raja kedua Kerajaan Galuh. Dari pernikahan ini, lahir seorang putri bernama Sanaha yang menikah dengan Bratasena, raja ketiga Kerajaan Galuh. Sanaha dan Bratasena memiliki seorang putra bernama Sanjaya, yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Galuh, serta mendirikan Dinasti Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno.