Kerajaan Mataram Kuno, juga dikenal sebagai Kerajaan Medang, merupakan salah satu kerajaan besar di Nusantara yang berdiri pada abad ke-8 hingga abad ke-11 Masehi. Kerajaan ini mengalami dua periode pemerintahan utama: periode Jawa Tengah dan periode Jawa Timur. Silsilah raja-raja yang memerintah kerajaan ini mencerminkan dinamika politik dan budaya yang kompleks pada masanya.
Periode Jawa Tengah
Pada periode ini, Kerajaan Mataram Kuno berpusat di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Bhumi Mataram (sekarang Yogyakarta dan sekitarnya). Dua dinasti utama yang memerintah adalah Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.
Dinasti Sanjaya
Dinasti Sanjaya dikenal sebagai penganut agama Hindu aliran Siwa. Silsilah raja-raja Dinasti Sanjaya adalah sebagai berikut:
- Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya: Pendiri Kerajaan Mataram Kuno yang memerintah sekitar tahun 732 M.
- Sri Maharaja Rakai Panangkaran: Pengganti Sanjaya yang memerintah sekitar tahun 746 M.
- Sri Maharaja Rakai Panunggalan: Memerintah setelah Rakai Panangkaran.
- Sri Maharaja Rakai Warak: Penerus Rakai Panunggalan.
- Sri Maharaja Rakai Garung: Raja berikutnya dalam silsilah Dinasti Sanjaya.
- Sri Maharaja Rakai Pikatan: Memerintah sekitar tahun 847 M. Ia menikah dengan Pramodhawardhani dari Dinasti Syailendra, yang menunjukkan adanya hubungan harmonis antara kedua dinasti.
- Sri Maharaja Rakai Kayuwangi: Penerus Rakai Pikatan.
- Sri Maharaja Rakai Watuhumalang: Raja berikutnya dalam silsilah.
- Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung: Memerintah sekitar tahun 899 M.
Dinasti Syailendra
Dinasti Syailendra dikenal sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana. Beberapa raja terkenal dari dinasti ini antara lain:
- Samaratungga: Raja yang memerintah sekitar abad ke-8 M dan dikenal sebagai pendiri Candi Borobudur.
- Pramodhawardhani: Putri Samaratungga yang menikah dengan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya, memperkuat hubungan antara kedua dinasti.
Periode Jawa Timur
Pada abad ke-10 M, pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno berpindah ke Jawa Timur. Perpindahan ini dipimpin oleh Mpu Sindok, yang mendirikan Dinasti Isyana. Beberapa raja dari dinasti ini antara lain:
- Mpu Sindok: Memerintah sekitar tahun 929 M dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isyana Wikramadharmottunggadewa. Ia memindahkan ibu kota kerajaan ke Jawa Timur dan mendirikan Dinasti Isyana.
- Sri Isyana Tunggawijaya: Putri Mpu Sindok yang memerintah sekitar tahun 947 M.
- Sri Makutawangsawardhana: Penerus Sri Isyana Tunggawijaya.
- Dharmawangsa Teguh: Memerintah sekitar tahun 990 M.
- Airlangga: Memerintah setelah runtuhnya Kerajaan Medang pada tahun 1016 M. Ia berhasil memulihkan dan menyatukan kembali wilayah kerajaan, serta mendirikan Kerajaan Kahuripan.