Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-16, merupakan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Keberadaannya dibuktikan melalui berbagai peninggalan arkeologis, prasasti, karya sastra, dan catatan sejarah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Berikut adalah bukti-bukti konkret yang menunjukkan eksistensi Kerajaan Majapahit:
1. Peninggalan Arkeologis
- Candi dan Bangunan Bersejarah: Berbagai candi peninggalan Majapahit masih berdiri hingga kini, antara lain:
- Candi Tikus: Terletak di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, candi ini berbentuk petirtaan yang diduga sebagai tempat pemandian keluarga kerajaan.
- Candi Bajang Ratu: Gapura besar yang berfungsi sebagai pintu masuk ke bangunan suci, terletak di Desa Temon, Trowulan, Mojokerto.
- Candi Wringin Lawang: Gapura setinggi 15,5 meter yang diduga sebagai pintu gerbang kediaman Mahapatih Gajah Mada, berlokasi di Desa Jatipasar, Trowulan, Mojokerto.
- Candi Brahu: Terletak di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, candi ini digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah raja-raja Majapahit.
- Situs Trowulan: Merupakan situs perkotaan masa klasik di Indonesia dengan luas sekitar 11 km x 9 km, mencakup wilayah Kecamatan Trowulan dan Sooko di Kabupaten Mojokerto serta Kecamatan Jombang. Situs ini mencakup area pemukiman, tempat upacara, pasar, waduk, dan lainnya, yang menunjukkan kompleksitas peradaban Majapahit.
2. Prasasti
Prasasti-prasasti peninggalan Majapahit memberikan informasi berharga tentang struktur pemerintahan, hukum, dan kehidupan sosial pada masa itu. Beberapa prasasti penting antara lain:
- Prasasti Kudadu (1294 M): Menceritakan tentang Raden Wijaya yang dibantu oleh Rama Kudadu dalam pelariannya dari ancaman Jayakatwang.
- Prasasti Sukamerta: Mengisahkan tentang Raden Wijaya yang memperistri empat putri Kertanegara serta penobatan Jayanegara sebagai raja di Kediri pada 1295 M.
- Prasasti Waringin Pitu (1477 M): Menceritakan tentang aturan administrasi pemerintahan Kerajaan Majapahit beserta kerajaan-kerajaan di bawahnya, yang saat itu berjumlah 14 kerajaan bawahan.
3. Karya Sastra
Karya sastra dari masa Majapahit memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan politik, sosial, dan budaya kerajaan. Beberapa karya penting meliputi:
- Kitab Negarakertagama: Ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365 M, kitab ini berisi tentang sejarah, perjalanan, dan wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
- Kitab Sutasoma: Karya Mpu Tantular yang menceritakan tentang kerukunan hidup beragama di Majapahit.
4. Catatan Sejarah dan Sumber Asing
Selain sumber lokal, keberadaan Majapahit juga tercatat dalam sumber-sumber asing, seperti:
- Catatan Tiongkok: Dinasti Ming mencatat adanya hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Majapahit, menunjukkan pengakuan internasional terhadap kerajaan ini.
- Kronik Negara Tetangga: Beberapa kronik dari negara tetangga, seperti Siam dan Champa, menyebutkan interaksi mereka dengan Majapahit, baik dalam konteks diplomasi maupun perdagangan.
5. Artefak dan Temuan Arkeologis Lainnya
Berbagai artefak seperti koin mata uang, perhiasan, senjata, dan peralatan rumah tangga yang ditemukan di situs-situs arkeologis menambah bukti keberadaan dan kemajuan peradaban Majapahit.
Melalui berbagai bukti tersebut, jelas bahwa Kerajaan Majapahit bukan sekadar legenda, melainkan sebuah kerajaan besar yang pernah berjaya di Nusantara dan meninggalkan warisan budaya serta sejarah yang kaya.