Menu Tutup

Tanah: Pengertian, Proses, Komponen, dan Fungsi

Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan unsur hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.

Ilmu yang mempelajari berbagai aspek mengenai tanah dikenal sebagai ilmu tanah. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.

Proses Pembentukan Tanah

Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon tanah. Setiap horizon menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia, dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.

Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swiss yang bekerja di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan induk yang telah mengalami modifikasi/pelapukan akibat dinamika faktor iklim, organisme (termasuk manusia), dan relief permukaan bumi (topografi) seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan dinamika kelima faktor tersebut terbentuklah berbagai jenis tanah dan dapat dilakukan klasifikasi tanah.

Tanah terbentuk dari batuan dan batuan memerlukan waktu jutaan tahun untuk berubah menjadi tanah. Batuan menjadi tanah karena pelapukan yaitu proses hancurnya batuan menjadi tanah. Batuan dapat mengalami pelapukan karena berbagai faktor, di antaranya cuaca dan kegiatan makhluk hidup. Faktor cuaca yang menyebabkan pelapukan batuan, misalnya suhu dan curah hujan. Pelapukan yang disebabkan oleh faktor cuaca ini disebut pelapukan fisika. Adapun makhluk hidup yang menyebabkan pelapukan, misalnya pepohonan dan lumut yang disebut pelapukan biologi.

Komponen Tanah

Tanah tersusun dari tiga fase: fase padatan, fase cair, dan fase gas. Fase cair dan gas mengisi ruang antaragregat. Struktur tanah tergantung dari imbangan ketiga faktor penyusun ini.

Fase padatan terdiri dari bahan mineral dan bahan organik. Bahan mineral adalah butiran-butiran halus yang berasal dari pelapukan batuan induk atau bahan induk lainnya seperti abu vulkanik atau sedimen sungai. Bahan organik adalah sisa-sisa makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, atau mikroorganisme yang telah mengalami dekomposisi atau penguraian oleh bakteri atau jamur.

Fase cair adalah air tanah yang mengandung berbagai zat terlarut seperti garam mineral, asam humat, atau senyawa kimia lainnya. Air tanah berperan sebagai pelarut dan pengangkut unsur hara bagi tumbuhan serta sebagai media hidup bagi mikroorganisme.

Fase gas adalah udara tanah yang terdiri dari campuran gas-gas seperti oksigen, karbon dioksida, nitrogen, atau gas-gas lainnya. Udara tanah berperan sebagai sumber oksigen bagi akar tumbuhan dan mikroorganisme serta sebagai tempat pertukaran gas antara tanah dan atmosfer.

Fungsi Tanah

Tanah memiliki berbagai fungsi yang penting bagi kehidupan di bumi, di antaranya adalah:

  • Tanah sebagai media tumbuh bagi tumbuhan. Tanah menyediakan unsur hara, air, dan penopang bagi akar tumbuhan. Tanpa tanah, tumbuhan tidak dapat hidup dan berkembang dengan baik. Tumbuhan merupakan produsen utama dalam rantai makanan yang menghasilkan makanan dan oksigen bagi makhluk hidup lainnya.
  • Tanah sebagai habitat bagi mikroorganisme. Tanah merupakan tempat hidup bagi berbagai jenis mikroorganisme seperti bakteri, jamur, protozoa, nematoda, atau artropoda. Mikroorganisme berperan dalam proses dekomposisi bahan organik, siklus unsur hara, fiksasi nitrogen, pengendalian hama dan penyakit, serta peningkatan kesuburan tanah.
  • Tanah sebagai sumber daya alam. Tanah merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan seperti pertanian, perkebunan, perhutanan, peternakan, pertambangan, konstruksi, atau industri. Tanah juga menyimpan berbagai sumber energi seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, atau panas bumi.
  • Tanah sebagai penyangga iklim. Tanah berperan dalam menstabilkan iklim bumi dengan cara menyerap dan menyimpan panas matahari, mengatur siklus air, mengurangi erosi dan banjir, serta mengikat karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Sumber:
(1) Tanah – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Tanah.
(2) Pengertian Tanah, Konsep, Proses, Faktor, Komponen & Fungsi. https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-tanah/.
(3) Tanah – Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas. https://ms.wikipedia.org/wiki/Tanah.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya