Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia memiliki sekitar 29.375 spesies tumbuhan dan 515.696 spesies hewan, yang sebagian besar merupakan endemik, yaitu hanya ditemukan di Indonesia.
Persebaran flora dan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Iklim: Indonesia berada di daerah tropis yang memiliki suhu dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Iklim ini mendukung pertumbuhan berbagai jenis tumbuhan, seperti hutan hujan tropis, hutan mangrove, hutan rawa, hutan musim, savana, dan padang rumput. Iklim ini juga mempengaruhi kehidupan hewan, seperti burung, primata, kadal, ular, serangga, dan amfibi.
- Relief: Indonesia memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan tinggi. Relief ini mempengaruhi jenis tanah, ketersediaan air, dan adaptasi tumbuhan dan hewan. Misalnya, di dataran rendah banyak ditemukan tanaman berakar tunggang, seperti padi, jagung, tebu, dan kelapa. Sedangkan di pegunungan banyak ditemukan tanaman berakar tunggal atau serabut, seperti anggrek, pakis, edelweis, dan jambu batu. Hewan-hewan juga menyesuaikan diri dengan relief tempat mereka hidup. Misalnya, harimau sumatera hidup di hutan dataran rendah sampai pegunungan, sedangkan anoa hidup di hutan pegunungan.
- Tanah: Tanah merupakan media tumbuh bagi tumbuhan dan sumber makanan bagi hewan. Jenis tanah dipengaruhi oleh iklim, relief, bahan induk, organisme hidup, dan waktu. Jenis tanah yang ada di Indonesia antara lain: tanah aluvial (berasal dari endapan sungai), tanah andosol (berasal dari abu vulkanik), tanah latosol (berasal dari pelapukan batuan beku), tanah podsolik (berasal dari pelapukan batuan sedimen), dan tanah gambut (berasal dari akumulasi bahan organik). Jenis tanah ini mempengaruhi kesuburan tanah dan jenis tumbuhan yang dapat tumbuh di atasnya. Misalnya, tanah aluvial subur dan cocok untuk tanaman pangan, sedangkan tanah gambut kurang subur dan cocok untuk tanaman khas rawa. Hewan-hewan juga memilih jenis tanah yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, gajah sumatera lebih suka hidup di daerah dengan tanah aluvial, sedangkan badak jawa lebih suka hidup di daerah dengan tanah podsolik.
- Air: Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Ketersediaan air dipengaruhi oleh iklim, relief, dan tanah. Di Indonesia terdapat berbagai sumber air, seperti sungai, danau, laut, rawa, mata air panas, dan air terjun. Sumber air ini menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan dan hewan air. Misalnya, sungai menjadi habitat bagi ikan arwana, udang galah, buaya muara, dan lumba-lumba irrawaddy. Danau menjadi habitat bagi eceng gondok, teratai, ikan nila, dan ikan mas koki. Laut menjadi habitat bagi terumbu karang, rumput laut, ikan hiu, dan penyu. Rawa menjadi habitat bagi pohon nipah, pohon bakau, ikan gabus, dan burung bangau. Mata air panas menjadi habitat bagi bakteri termofil, alga biru, ikan air panas, dan kepiting air panas. Air terjun menjadi habitat bagi lumut, paku air, ikan pelangi, dan kodok air terjun.
- Manusia: Manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berbudaya. Manusia mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia melalui berbagai aktivitas, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, perburuan, perdagangan, pelestarian, dan pariwisata. Aktivitas manusia ini dapat memberikan dampak positif atau negatif bagi flora dan fauna. Dampak positif antara lain: meningkatkan produksi pangan, mengembangkan industri, menciptakan lapangan kerja, melestarikan keanekaragaman hayati, dan meningkatkan pendapatan daerah. Dampak negatif antara lain: merusak lingkungan, mengurangi habitat, menimbulkan pencemaran, menyebabkan kepunahan, dan menurunkan kesehatan masyarakat.
Persebaran Flora dan Fauna di Dunia
Dunia memiliki enam benua yang memiliki karakteristik geografis yang berbeda-beda. Benua-benua tersebut adalah: Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Australia, dan Antartika. Persebaran flora dan fauna di dunia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Garis lintang: Garis lintang adalah garis khayal yang membagi bumi menjadi dua belahan, yaitu belahan utara dan belahan selatan. Garis lintang mempengaruhi iklim dan musim di suatu wilayah. Semakin dekat dengan khatulistiwa (garis lintang 0°), iklim semakin panas dan basah sepanjang tahun. Semakin jauh dari khatulistiwa, iklim semakin dingin dan kering sesuai dengan pergantian musim. Iklim ini mempengaruhi jenis tumbuhan dan hewan yang dapat hidup di suatu wilayah. Misalnya, di daerah khatulistiwa banyak ditemukan hutan hujan tropis yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Di daerah subtropis (garis lintang 23°-40°) banyak ditemukan hutan gugur yang memiliki empat musim. Di daerah kutub (garis lintang 66°-90°) banyak ditemukan tundra yang memiliki iklim dingin sepanjang tahun.
- Garis bujur: Garis bujur adalah garis khayal yang membagi bumi menjadi dua belahan, yaitu belahan timur dan belahan barat. Garis bujur mempengaruhi waktu di suatu wilayah. Semakin dekat dengan garis Greenwich (garis bujur 0°), waktu semakin awal. Semakin jauh dari garis Greenwich, waktu semakin lambat. Waktu ini mempengaruhi siklus harian tumbuhan dan hewan di suatu wilayah. Misalnya, di daerah timur banyak ditemukan tumbuhan dan hewan yang aktif di pagi hari (matinal). Di daerah barat banyak ditemukan tumbuhan dan hewan yang aktif di sore hari (vesperal).
- Benua (continued): Air adalah zat cair yang menutupi sebagian besar permukaan bumi yang terdiri dari air laut, air tawar, dan air beku. Biogeografi adalah cabang ilmu yang mempelajari persebaran makhluk hidup di bumi berdasarkan wilayah geografis. Benua ini mempengaruhi jenis tumbuhan dan hewan yang dapat hidup di suatu wilayah. Misalnya, di benua Asia banyak ditemukan tumbuhan dan hewan yang berasal dari daratan Eurasia, seperti pohon pinus, pohon ek, harimau, dan beruang. Di benua Afrika banyak ditemukan tumbuhan dan hewan yang berasal dari daratan Gondwana, seperti pohon akasia, pohon baobab, gajah, dan singa. Di benua Eropa banyak ditemukan tumbuhan dan hewan yang berasal dari daratan Laurasia, seperti pohon birch, pohon maple, rusa, dan serigala. Di benua Amerika banyak ditemukan tumbuhan dan hewan yang berasal dari daratan Amerika, seperti pohon jagung, pohon kaktus, bison, dan jaguar. Di benua Australia banyak ditemukan tumbuhan dan hewan yang berasal dari daratan Australia, seperti pohon eukaliptus, pohon kanguru paw, koala, dan kanguru. Di benua Antartika banyak ditemukan tumbuhan dan hewan yang berasal dari daratan Antartika, seperti lumut antartika, rumput antartika, penguin, dan anjing laut.