Menu Tutup

Mortalitas: Pengertian, Faktor, dan Dampaknya terhadap Masyarakat

Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian dalam suatu populasi, kelompok, atau wilayah tertentu dalam periode waktu tertentu. Mortalitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, penyakit, lingkungan, gaya hidup, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas beberapa aspek mortalitas, seperti cara mengukur mortalitas, faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas, dan dampak mortalitas terhadap masyarakat.

Cara Mengukur Mortalitas

Salah satu cara untuk mengukur mortalitas adalah dengan menggunakan angka kematian (death rate), yaitu jumlah kematian per 1.000 penduduk dalam satu tahun. Angka kematian dapat digunakan untuk membandingkan tingkat mortalitas antara negara-negara atau wilayah-wilayah yang berbeda.

Misalnya, menurut data World Bank tahun 2020, angka kematian tertinggi di dunia adalah di Lesotho dengan 15,4 kematian per 1.000 penduduk, sedangkan angka kematian terendah adalah di Qatar dengan 1,5 kematian per 1.000 penduduk.

Selain angka kematian, ada juga indikator lain yang dapat digunakan untuk mengukur mortalitas, seperti angka harapan hidup (life expectancy), yaitu rata-rata jumlah tahun yang diharapkan dapat dijalani oleh seseorang sejak lahir.

Angka harapan hidup dapat mencerminkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di suatu negara atau wilayah. Misalnya, menurut data World Bank tahun 2020, angka harapan hidup tertinggi di dunia adalah di Hong Kong dengan 85,3 tahun, sedangkan angka harapan hidup terendah adalah di Chad dengan 54,3 tahun.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mortalitas

Mortalitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat biologis maupun sosial. Beberapa faktor biologis yang mempengaruhi mortalitas adalah:

  • Usia: Mortalitas cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Hal ini karena tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan penurunan fungsi organ.
  • Jenis kelamin: Mortalitas cenderung lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan. Hal ini karena laki-laki lebih banyak terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi, seperti kecelakaan lalu lintas, kekerasan, dan perang. Selain itu, laki-laki juga lebih rentan terhadap penyakit jantung dan kanker.
  • Genetika: Mortalitas dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan yang menentukan kerentanan seseorang terhadap penyakit tertentu. Misalnya, ada beberapa penyakit yang bersifat menurun, seperti diabetes, hipertensi, dan hemofilia.

Beberapa faktor sosial yang mempengaruhi mortalitas adalah:

  • Pendapatan: Mortalitas cenderung lebih tinggi pada negara-negara atau kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan rendah. Hal ini karena mereka memiliki akses yang terbatas terhadap pelayanan kesehatan, sanitasi, gizi, dan pendidikan.
  • Lingkungan: Mortalitas dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat seseorang tinggal atau bekerja. Lingkungan yang tidak sehat dapat menyebabkan penularan penyakit infeksius, pencemaran udara, keracunan bahan kimia, dan bencana alam.
  • Gaya hidup: Mortalitas dapat dipengaruhi oleh pilihan-pilihan yang dibuat oleh seseorang dalam menjalani hidupnya. Gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit tidak menular, seperti merokok, minum alkohol, obesitas, stres, dan kurang olahraga.

Dampak Mortalitas terhadap Masyarakat

Mortalitas memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat dari berbagai aspek. Beberapa dampak mortalitas terhadap masyarakat adalah:

  • Demografi: Mortalitas dapat mempengaruhi struktur dan pertumbuhan penduduk suatu negara atau wilayah. Mortalitas yang tinggi dapat menyebabkan penurunan jumlah penduduk, terutama pada kelompok usia produktif. Hal ini dapat mengurangi tenaga kerja, konsumsi, dan investasi.
  • Ekonomi: Mortalitas dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan, ketimpangan, dan pembangunan ekonomi suatu negara atau wilayah. Mortalitas yang tinggi dapat menyebabkan penurunan pendapatan, pengeluaran, dan tabungan keluarga yang kehilangan anggota. Hal ini dapat menurunkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
  • Sosial: Mortalitas dapat mempengaruhi hubungan dan keseimbangan sosial dalam masyarakat. Mortalitas yang tinggi dapat menyebabkan perubahan status, peran, dan tanggung jawab keluarga yang ditinggalkan. Hal ini dapat menimbulkan masalah psikologis, sosial, dan budaya.

Kesimpulan

Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian dalam suatu populasi, kelompok, atau wilayah tertentu dalam periode waktu tertentu. Mortalitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat biologis maupun sosial. Mortalitas memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat dari berbagai aspek, seperti demografi, ekonomi, dan sosial. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami mortalitas dan upaya-upaya untuk mengurangi mortalitas di dunia.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya