Teks anekdot adalah teks yang berisi kisah lucu atau menggelitik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Teks anekdot biasanya bertujuan untuk menghibur, menyindir, atau mengkritik sesuatu dengan cara yang halus dan cerdas. Teks anekdot sering ditemukan dalam media massa, seperti koran, majalah, atau internet.
Struktur teks anekdot terdiri dari tiga bagian, yaitu:
- Abstrak: Bagian ini berisi pengantar atau latar belakang dari kisah yang akan diceritakan. Abstrak bisa berupa pernyataan umum, pertanyaan, atau fakta yang menarik perhatian pembaca.
- Orientasi: Bagian ini berisi keterangan tentang siapa, apa, kapan, dan di mana kisah tersebut terjadi. Orientasi bisa berupa deskripsi tokoh, tempat, waktu, atau situasi yang berkaitan dengan kisah.
- Krisis: Bagian ini berisi inti dari kisah yang menampilkan konflik atau masalah yang dialami oleh tokoh. Krisis bisa berupa dialog, aksi, atau reaksi yang menunjukkan ketegangan atau ironi dari kisah.
- Resolusi: Bagian ini berisi penyelesaian dari konflik atau masalah yang dialami oleh tokoh. Resolusi bisa berupa akhir yang bahagia, sedih, mengejutkan, atau lucu yang memberikan kesan kepada pembaca.
- Koda: Bagian ini berisi pesan moral atau makna dari kisah yang diceritakan. Koda bisa berupa komentar, saran, atau kesimpulan yang disampaikan oleh penulis atau tokoh.
Contoh teks anekdot dengan struktur yang jelas:
Abstrak: Pernahkah Anda mendengar tentang seorang pria yang sangat hemat?
Orientasi: Kisah ini terjadi di sebuah restoran mewah di Jakarta. Seorang pria bersama istrinya sedang menikmati makan malam mereka.
Krisis: Ketika pelayan datang untuk memberikan tagihan, pria itu terkejut melihat jumlahnya. Ia lalu berkata kepada istrinya, “Sayang, kamu mau lihat sesuatu yang ajaib?” Istrinya penasaran dan mengangguk. Pria itu lalu mengambil sebuah korek api dari sakunya dan membakar tagihan tersebut.
Resolusi: Istrinya terkejut dan berteriak, “Apa yang kamu lakukan? Kamu gila?” Pria itu tersenyum dan berkata, “Tenang sayang, itu bukan tagihan asli. Itu cuma salinan yang aku buat di rumah. Tagihan aslinya sudah aku bayar sebelum kita datang ke sini.”
Koda: Istrinya merasa lega dan tersenyum. Ia lalu memeluk suaminya dan berkata, “Kamu memang pintar sayang. Aku bangga punya suami seperti kamu.” Pria itu merasa senang dan berkata, “Terima kasih sayang. Aku juga bangga punya istri seperti kamu. Tapi sayang, ada satu hal lagi yang harus kamu tahu.” Istrinya bertanya, “Apa itu?” Pria itu menjawab, “Korek api ini juga bukan asli. Ini cuma mainan anak-anak.”