Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan- bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Darah merupakan suatu suspensi sel dan fragmen sitoplasma di dalam cairan yang disebut plasma. Secara keseluruhan darah dapat dianggap sebagai jaringan pengikat dalam arti luas, karena pada dasarnya terdiri atas unsur-unsur sel dan substansi interseluler yang berbentuk plasma1.
Komponen Darah
Darah terdiri dari empat komponen utama, yaitu:
- Plasma darah, yaitu bagian cair dari darah yang berwarna kekuningan dan terdiri dari air (sekitar 90%), protein (sekitar 7%), garam-garam mineral, gula, lemak, hormon, vitamin, dan zat-zat lain2. Plasma darah berperan dalam mengangkut sel-sel darah ke seluruh tubuh bersama dengan berbagai zat lain. Plasma darah juga berfungsi sebagai penyeimbang tekanan osmotik dan asam-basa dalam tubuh3.
- Sel darah merah atau eritrosit, yaitu sel-sel berbentuk cakram bikonkaf yang tidak memiliki inti dan mengandung hemoglobin, yaitu protein pengikat oksigen. Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru4. Sel darah merah dibentuk di sumsum tulang merah dan memiliki umur sekitar 120 hari5.
- Sel darah putih atau leukosit, yaitu sel-sel yang memiliki inti dan berbentuk bervariasi. Sel darah putih berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme penyebab penyakit atau benda asing lainnya. Sel darah putih dapat dibedakan menjadi lima jenis, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit, dan monosit6. Sel darah putih dibentuk di sumsum tulang merah dan limpa dan memiliki umur yang bervariasi7.
- Keping darah atau trombosit, yaitu fragmen-fragmen sitoplasma yang berasal dari sel raksasa sumsum tulang merah yang disebut megakariosit. Keping darah berfungsi dalam proses pembekuan darah untuk mencegah kehilangan darah akibat luka8. Keping darah memiliki umur sekitar 8-10 hari.
Sel Darah
Sel-sel darah merupakan bagian padat dari darah yang membentuk sekitar 45% volume darah. Sel-sel darah dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop setelah dilakukan pewarnaan khusus. Berikut adalah gambaran morfologi dari tiga jenis sel darah utama:
![Gambar sel darah]
Gambar 1. Sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit)
Sel Darah Merah
Sel darah merah atau eritrosit adalah sel-sel berbentuk cakram bikonkaf yang tidak memiliki inti dan organel lainnya. Diameter sel darah merah sekitar 7-8 mikrometer. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yaitu protein pengikat oksigen yang memberikan warna merah pada darah. Hemoglobin tersusun dari empat rantai polipeptida, yaitu dua rantai alfa dan dua rantai beta, yang masing-masing memiliki satu gugus heme yang mengandung atom besi. Setiap molekul hemoglobin dapat mengikat empat molekul oksigen secara reversibel.
Sel darah merah dibentuk di sumsum tulang merah dari sel-sel induk hematopoietik yang disebut proeritroblas. Proses pembentukan sel darah merah disebut eritropoesis dan diatur oleh hormon eritropoetin yang diproduksi oleh ginjal. Selama eritropoesis, sel-sel induk mengalami beberapa tahap pematangan, yaitu basofilik eritroblas, polikromatofilik eritroblas, ortokromatofilik eritroblas, dan retikulosit. Pada tahap akhir, sel-sel ini kehilangan inti dan organel lainnya dan menjadi sel darah merah dewasa.
Sel darah merah memiliki umur sekitar 120 hari. Setelah itu, sel darah merah akan dihancurkan oleh makrofag di limpa, hati, dan sumsum tulang. Hemoglobin yang dilepaskan akan dipecah menjadi globin dan heme. Globin akan diuraikan menjadi asam amino yang dapat digunakan kembali oleh tubuh. Heme akan diuraikan menjadi bilirubin yang akan diekskresikan melalui empedu ke usus dan kemudian keluar bersama feses. Besi yang dilepaskan dari heme akan diangkut oleh protein transferin ke sumsum tulang untuk digunakan kembali dalam sintesis hemoglobin.
Sel Darah Putih
Sel darah putih atau leukosit adalah sel-sel yang memiliki inti dan berbentuk bervariasi. Sel darah putih berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme penyebab penyakit atau benda asing lainnya. Sel darah putih dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu granulosit dan agranulosit. Granulosit adalah sel darah putih yang memiliki granula-granula sitoplasma yang dapat dilihat dengan mikroskop setelah pewarnaan. Agranulosit adalah sel darah putih yang tidak memiliki granula-granula sitoplasma yang terlihat dengan mikroskop.
Granulosit terdiri dari tiga jenis, yaitu:
- Neutrofil, yaitu sel darah putih yang memiliki inti berbentuk segmen-segmen (2-5 segmen) dan granula sitoplasma yang berwarna netral (tidak berwarna biru atau merah) setelah pewarnaan. Neutrofil merupakan jenis sel darah putih yang paling banyak (sekitar 60-70% dari total leukosit). Neutrofil berfungsi sebagai fagosit, yaitu sel-sel yang dapat menelan dan menghancurkan mikroorganisme atau benda asing lainnya dengan menggunakan enzim-enzim hidrolitik.
- Eosinofil, yaitu sel darah putih yang memiliki inti berbentuk segmen-segmen (2-3 segmen) dan granula sitoplasma yang berwarna merah setelah pewarnaan dengan eosin. Eosinofil merupakan jenis sel darah putih yang sedikit (sekitar 2-4% dari total leukosit). Eosinofil berfungsi sebagai fagosit, terutama terhadap parasit cacing. Eosinofil juga berperan dalam reaksi alergi dan inflamasi dengan melepaskan histamin dan heparin.
- Basofil, yaitu sel darah putih yang memiliki inti berbentuk segmen-segmen (2-3 segmen) dan granula sitoplasma yang berwarna biru setelah pewarnaan dengan basa. Basofil merupakan jenis sel darah putih yang paling sedikit (sekitar 0,5-1% dari total leukosit). Basofil berfungsi dalam reaksi alergi dan inflamasi dengan melepaskan histamin, heparin, serotonin, dan bradikinin.
Agranulosit terdiri dari dua jenis, yaitu:
- Limfosit, yaitu sel darah putih yang memiliki inti bulat besar dan sitoplasma sedikit. Limfosit merupakan jenis sel darah putih yang cukup banyak (sekitar 20-30% dari total leukosit). Limfosit berfungsi sebagai penyusun sistem imun spesifik, yaitu sistem pertahanan tubuh yang dapat mengenali dan menghancurkan antigen-antigen tertentu. Limfosit dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu limfosit B dan limfosit T. Limfosit B bertanggung jawab untuk menghasilkan antibodi, yaitu protein yang dapat mengikat antigen dan menandainya untuk dihancurkan oleh fagosit atau komplemen. Limfosit T bertanggung jawab untuk menghancurkan sel-sel yang terinfeksi virus, bakteri, atau sel kanker dengan cara sitotoksik, atau membantu aktivasi limfosit B dan makrofag dengan cara sitokin.
- Monosit, yaitu sel darah putih yang memiliki inti berbentuk ginjal atau tapal kuda dan sitoplasma banyak. Monosit merupakan jenis sel darah putih yang sedikit (sekitar 3-8% dari total leukosit). Monosit berfungsi sebagai fagosit, terutama terhadap benda asing yang besar atau sulit dicerna oleh neutrofil. Monosit juga dapat keluar dari pembuluh darah dan berdiferensiasi menjadi makrofag jaringan, yaitu sel-sel fagositik yang tersebar di berbagai organ tubuh, seperti limpa, hati, paru-paru, otak, dan kulit.
Sel darah putih dibentuk di sumsum tulang merah dari sel-sel induk hematopoietik yang disebut mieloblas (untuk granulosit) dan monoblas (untuk agranulosit). Proses pembentukan sel darah putih disebut leukopoesis dan diatur oleh berbagai faktor pertumbuhan dan sitokin. Selama leukopoesis, sel-sel induk mengalami beberapa tahap pematangan, seperti mielosit, metamielosit, band, dan segmen (untuk granulosit), serta limfoblas dan prolimfosit (untuk limfosit). Pada tahap akhir, sel-sel ini menjadi sel darah putih dewasa.
Sel darah putih memiliki umur yang bervariasi, mulai dari beberapa jam hingga beberapa tahun. Umur sel darah putih tergantung pada jenisnya dan kondisi tubuh. Sel darah putih akan dihancurkan oleh makrofag di limpa, hati, atau jaringan lainnya setelah selesai menjalankan fungsinya.
Keping Darah
Keping darah atau trombosit adalah fragmen-fragmen sitoplasma yang berasal dari sel raksasa sumsum tulang merah yang disebut megakariosit. Keping darah berbentuk tidak beraturan dan tidak memiliki inti. Diameter keping darah sekitar 2-4 mikrometer. Keping darah berfungsi dalam proses pembekuan darah untuk mencegah kehilangan darah akibat luka.
Keping darah dibentuk di sumsum tulang merah dari sel-sel induk hematopoietik yang disebut megakarioblas. Proses pembentukan keping darah disebut trombopoesis dan diatur oleh hormon trombopoetin yang diproduksi oleh hati dan ginjal. Selama trombopoesis, sel-sel induk mengalami beberapa tahap pematangan, seperti promegakariosit, megakariosit, dan trombosit. Pada tahap akhir, megakariosit akan memecahkan sitoplasmanya menjadi ribuan fragmen-fragmen kecil yang disebut keping darah.
Keping darah memiliki umur sekitar 8-10 hari. Setelah itu, keping darah akan dihancurkan oleh makrofag di limpa, hati, atau jaringan lainnya.
Kesimpulan
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan- bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Darah terdiri dari empat komponen utama, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Sel-sel darah merupakan bagian padat dari darah yang membentuk sekitar 45% volume darah. Sel-sel darah dapat dibedakan menjadi tiga jenis utama, yaitu eritrosit, leukosit, dan trombosit. Masing-masing jenis sel darah memiliki bentuk, fungsi, dan proses pembentukan yang berbeda-beda.
Source:
(1) Sel darah – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah.
(2) Darah – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Darah.
(3) Mengenal 4 Komponen Darah dan Fungsinya bagi Tubuh. https://www.alodokter.com/mengenal-4-komponen-darah-dan-fungsinya-bagi-tubuh.
(4) Komponen Darah pada Manusia – Bunga Kertas. https://www.bungakertas.my.id/2023/01/komponen-darah-pada-manusia.html.
(5) 4 Komponen Darah Beserta Fungsinya, Siswa Sudah Tahu? – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6424850/4-komponen-darah-beserta-fungsinya-siswa-sudah-tahu.
(6) (DOC) MAKALAH SEL-SEL DARAH | doni suandrika – Academia.edu. https://www.academia.edu/32495959/MAKALAH_SEL_SEL_DARAH.
(7) PEMERIKSAAN KOMPONEN DARAH (ANALISIS DARAH) – Academia.edu. https://www.academia.edu/24295678/PEMERIKSAAN_KOMPONEN_DARAH_ANALISIS_DARAH_.
(8) Materi Biologi Kelas XI: 4 Komponen Darah Beserta Fungsinya. https://kids.grid.id/read/473818911/materi-biologi-kelas-xi-4-komponen-darah-beserta-fungsinya.