Menu Tutup

Lidah Manusia: Anatomi, Pengecapan, dan Gangguan

Lidah adalah salah satu organ tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi penting. Lidah tidak hanya berperan sebagai alat pengecap, tetapi juga sebagai alat bantu berkomunikasi, mengunyah dan menelan makanan, serta melindungi mulut dari kuman. Lidah juga memiliki struktur yang unik dan kompleks, serta bisa menunjukkan kondisi kesehatan seseorang melalui warna dan teksturnya. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang anatomi, pengecapan, dan gangguan lidah manusia.

Anatomi Lidah

Lidah manusia memiliki struktur yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu :

  • Bagian anterior (depan), yang merupakan dua pertiga bagian lidah yang bisa dilihat dari luar mulut. Bagian ini memiliki permukaan yang berbintil-bintil (papillae), yang merupakan tempat terdapatnya kuncup perasa.
  • Bagian posterior (belakang), yang merupakan sepertiga bagian lidah yang terletak di belakang mulut. Bagian ini memiliki permukaan yang lebih halus dan berlubang-lubang (foliate), yang juga merupakan tempat terdapatnya kuncup perasa.
  • Otot ekstrinsik, yaitu otot-otot yang menghubungkan lidah dengan tulang-tulang lain di sekitar mulut, seperti tulang rahang bawah, tulang hyoid (tulang kecil di bawah lidah), dan tulang tengkorak. Otot-otot ini berfungsi untuk menggerakkan lidah ke atas, bawah, depan, belakang, atau menyamping.
  • Otot intrinsik, yaitu otot-otot yang terdapat di dalam lidah dan tidak melekat pada tulang lain. Otot-otot ini berfungsi untuk mengubah bentuk dan ukuran lidah, seperti memanjangkan, memendekkan, menebalkan, atau menipiskan lidah.
  • Frenulum, yaitu jaringan ikat tipis yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut. Frenulum berfungsi untuk membantu menstabilkan posisi lidah.

Lidah manusia memiliki beberapa fungsi utama, yaitu :

  • Sebagai alat pengecap, yaitu untuk merasakan berbagai macam rasa makanan atau minuman yang masuk ke mulut. Lidah bisa mengecap empat rasa utama, yaitu manis, asam, pahit, dan asin, serta rasa kelima yaitu umami atau gurih.
  • Sebagai alat bantu berkomunikasi, yaitu untuk membentuk suara-suara yang menjadi dasar bahasa lisan. Lidah bekerja sama dengan bibir, gigi, langit-langit mulut, dan pita suara untuk menghasilkan bunyi-bunyi seperti vokal (a, i, u, e, o) dan konsonan (b, d, g, k, l, r, s, dll.).
  • Sebagai alat bantu mengunyah dan menelan makanan, yaitu untuk membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan kecil dan mencampurnya dengan air liur. Lidah juga membantu mendorong makanan ke belakang mulut untuk ditelan menuju kerongkongan.
  • Sebagai alat pelindung mulut dari kuman, yaitu dengan membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di gigi atau gusi. Lidah juga mengandung antibodi dan enzim yang bisa membunuh bakteri atau virus yang masuk ke mulut.

Pengecapan Lidah

Lidah manusia bisa mengecap berbagai macam rasa makanan atau minuman yang masuk ke mulut. Proses pengecapan lidah melibatkan beberapa komponen, yaitu :

  • Papillae, yaitu bintil-bintil yang terdapat pada permukaan lidah. Papillae memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, seperti papillae filiformis (berbentuk benang), papillae fungiformis (berbentuk jamur), papillae foliata (berbentuk daun), dan papillae vallata (berbentuk cekungan). Papillae berfungsi untuk meningkatkan gesekan antara lidah dan makanan, serta sebagai tempat terdapatnya kuncup perasa.
  • Kuncup perasa, yaitu sel-sel khusus yang bisa merespons rangsangan kimia dari makanan atau minuman. Kuncup perasa terdapat di dalam papillae, kecuali papillae filiformis. Kuncup perasa memiliki reseptor yang bisa mengenali empat rasa utama, yaitu manis, asam, pahit, dan asin, serta rasa kelima yaitu umami atau gurih. Rasa umami atau gurih adalah rasa yang timbul akibat adanya asam amino glutamat, yang banyak terdapat pada daging, keju, jamur, dll.
  • Saraf, yaitu serabut-serabut halus yang menghubungkan kuncup perasa dengan otak. Saraf berfungsi untuk mengirimkan sinyal-sinyal listrik dari kuncup perasa ke pusat pengecapan di otak. Saraf yang terlibat dalam proses pengecapan lidah adalah saraf fasialis (untuk bagian anterior lidah), saraf glossofaringeus (untuk bagian posterior lidah), dan saraf vagus (untuk bagian belakang tenggorokan).
  • Otak, yaitu organ pusat sistem saraf yang menerima dan mengolah sinyal-sinyal listrik dari saraf. Otak berfungsi untuk menginterpretasikan sinyal-sinyal tersebut sebagai sensasi rasa yang kita rasakan. Otak juga bisa mempengaruhi pengecapan lidah dengan faktor-faktor lain, seperti ingatan, emosi, harapan, dll.

Lidah manusia memiliki variasi dalam jumlah dan sensitivitas bintil pengecapnya. Hal ini menyebabkan adanya fenomena supertaster dan non-taster, yaitu orang-orang yang memiliki jumlah bintil pengecap yang berbeda-beda dan mempengaruhi sensitivitas pengecapan mereka. Supertaster adalah orang-orang yang memiliki jumlah bintil pengecap yang lebih banyak dari rata-rata (lebih dari 30 bintil per cm2), sehingga mereka bisa merasakan rasa dengan lebih intens dan detail. Non-taster adalah orang-orang yang memiliki jumlah bintil pengecap yang lebih sedikit dari rata-rata (kurang dari 15 bintil per cm2), sehingga mereka bisa merasakan rasa dengan lebih lemah dan samar.

Gangguan Lidah

Lidah manusia bisa mengalami beberapa gangguan atau penyakit yang bisa menurunkan fungsi-fungsinya. Beberapa gangguan atau penyakit yang bisa menyerang lidah adalah :

  • Radang tenggorokan (faringitis), yaitu peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Radang tenggorokan bisa menyebabkan lidah menjadi merah, bengkak, nyeri, atau berlendir.
  • Infeksi jamur (kandidiasis oral), yaitu infeksi pada mulut yang disebabkan oleh jamur candida albicans. Infeksi jamur bisa menyebabkan lidah menjadi putih, tebal, berkerak, atau mudah berdarah.
  • Kekurangan vitamin B12 (anemia pernisiosa), yaitu kondisi di mana tubuh tidak bisa menyerap vitamin B12 dengan baik. Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah dan kesehatan saraf. Kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan lidah menjadi merah, halus, licin, atau terasa terbakar.
  • Kanker lidah, yaitu pertumbuhan sel-sel abnormal yang bersifat ganas pada lidah. Kanker lidah bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti merokok, alkohol, infeksi virus HPV, atau paparan sinar matahari. Kanker lidah bisa menyebabkan lidah menjadi bengkak, keras, berdarah, atau berubah warna.
  • Lain-lain, yaitu gangguan atau penyakit lain yang bisa mempengaruhi lidah, seperti alergi, luka, sariawan, leukoplakia (bintik-bintik putih pada mulut), glossitis (peradangan pada lidah), dll.

Gangguan atau penyakit pada lidah bisa menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu fungsi-fungsi lidah, seperti perubahan warna, tekstur, bentuk, atau rasa pada lidah. Gejala-gejala tersebut bisa menunjukkan kondisi kesehatan seseorang secara umum. Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan dan merawat kesehatan lidah.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah dan mengobati gangguan atau penyakit pada lidah :

  • Menjaga kebersihan mulut, yaitu dengan menyikat gigi dan lidah secara teratur setidaknya dua kali sehari. Menyikat lidah bisa membantu menghilangkan sisa-sisa makanan, bakteri, jamur, atau kotoran lain yang menempel pada lidah.
  • Menghindari rokok dan alkohol, yaitu dengan mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Rokok dan alkohol bisa merusak sel-sel pada lidah dan meningkatkan risiko kanker lidah.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, yaitu dengan memilih makanan yang mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan zat-zat lain yang baik untuk kesehatan mulut dan tubuh. Makanan yang baik untuk lidah antara lain buah-buahan segar, sayuran hijau, susu rendah lemak, telur, daging tanpa lemak, dll.
  • Mengunjungi dokter gigi atau dokter spesialis THT (telinga hidung tenggorokan), yaitu jika mengalami gejala-gejala yang tidak normal atau mengkhawatirkan pada lidah. Dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik, tes laboratorium, biopsi (pengambilan sampel jaringan), atau prosedur lain untuk mendiagnosis dan mengobati gangguan atau penyakit pada lidah.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya