Pengertian Sikap
Sikap adalah kecenderungan seseorang untuk merespon secara positif atau negatif terhadap objek, orang, ide, atau situasi tertentu. Sikap dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti nilai, norma, keyakinan, emosi, pengalaman, dan motivasi. Sikap dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam berbagai situasi sosial, seperti berinteraksi dengan orang lain, berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, atau menyelesaikan tugas.
Pengertian Civic disposition
Civic disposition adalah sikap yang mencerminkan komitmen dan tanggung jawab seseorang sebagai warga negara yang baik. Civic disposition meliputi sikap-sikap seperti menghormati hak dan kewajiban orang lain, menghargai keberagaman dan pluralisme, bersedia bekerja sama dan berkontribusi untuk kepentingan bersama, serta menghormati nilai-nilai demokrasi dan konstitusi. Civic disposition dapat membantu seseorang untuk menjadi anggota masyarakat yang aktif, kritis, kreatif, dan mandiri.
Tujuan Penilaian Sikap
Tujuan penilaian sikap adalah untuk mengukur sejauh mana seseorang memiliki sikap yang sesuai dengan tujuan pendidikan atau pembelajaran. Penilaian sikap dapat memberikan informasi tentang kekuatan dan kelemahan seseorang dalam hal sikap, serta memberikan umpan balik untuk meningkatkan sikap yang diinginkan. Penilaian sikap juga dapat menstimulasi perkembangan sikap yang lebih positif dan konstruktif pada seseorang.
Jenis-Jenis Penilaian Sikap
Ada beberapa jenis penilaian sikap yang dapat digunakan dalam konteks pendidikan atau pembelajaran, antara lain:
- Penilaian sikap langsung, yaitu penilaian yang mengukur sikap seseorang dengan cara menanyakan langsung kepada orang tersebut tentang pendapat, perasaan, atau preferensinya terhadap objek, orang, ide, atau situasi tertentu. Contoh penilaian sikap langsung adalah kuesioner, wawancara, atau skala likert.
- Penilaian sikap tidak langsung, yaitu penilaian yang mengukur sikap seseorang dengan cara mengamati perilaku atau tindakan orang tersebut terhadap objek, orang, ide, atau situasi tertentu. Contoh penilaian sikap tidak langsung adalah observasi, tes proyektif, atau analisis konten.
- Penilaian sikap implisit, yaitu penilaian yang mengukur sikap seseorang dengan cara mengukur reaksi otomatis atau tidak sadar orang tersebut terhadap objek, orang, ide, atau situasi tertentu. Contoh penilaian sikap implisit adalah tes asosiasi implisit (IAT), tes reaksi afektif (AFT), atau tes priming afektif (APT).
Prinsip-Prinsip Penilaian Sikap
Dalam melakukan penilaian sikap, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan agar penilaian tersebut dapat berjalan dengan baik dan valid. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
- Prinsip relevansi, yaitu prinsip yang menuntut agar penilaian sikap dilakukan sesuai dengan tujuan pendidikan atau pembelajaran yang ingin dicapai. Penilaian sikap harus mencakup aspek-aspek sikap yang penting dan bermakna bagi proses dan hasil pendidikan atau pembelajaran.
- Prinsip kesesuaian, yaitu prinsip yang menuntut agar penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan metode dan instrumen yang sesuai dengan karakteristik sikap yang ingin diukur. Penilaian sikap harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat kesulitan, validitas, reliabilitas, objektivitas, dan praktikalitas dari metode dan instrumen yang digunakan.
- Prinsip keterbukaan, yaitu prinsip yang menuntut agar penilaian sikap dilakukan dengan cara yang transparan dan jujur. Penilaian sikap harus memberikan informasi yang akurat dan lengkap tentang prosedur, kriteria, standar, dan hasil penilaian kepada semua pihak yang terkait, seperti peserta didik, pendidik, orang tua, atau masyarakat.
- Prinsip pengembangan, yaitu prinsip yang menuntut agar penilaian sikap dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan sikap yang lebih baik pada seseorang. Penilaian sikap harus memberikan umpan balik yang konstruktif dan bermanfaat bagi seseorang untuk meningkatkan sikapnya, serta memberikan kesempatan untuk merevisi atau memperbaiki sikapnya.
Contoh Penilaian Sikap
Berikut ini adalah contoh penilaian sikap civic disposition pada siswa kelas X SMA:
- Penilaian sikap langsung: Siswa diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang sikap civic disposition mereka, seperti seberapa sering mereka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, seberapa setuju mereka dengan nilai-nilai Pancasila, atau seberapa peduli mereka dengan lingkungan sekitar. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menggunakan skala likert yang berkisar dari 1 (sangat tidak setuju) hingga 5 (sangat setuju). Hasil kuesioner tersebut dapat digunakan untuk mengukur tingkat civic disposition siswa secara langsung.
- Penilaian sikap tidak langsung: Siswa diminta untuk membuat poster yang menunjukkan sikap civic disposition mereka, seperti menggambarkan kegiatan sosial yang mereka lakukan, menyampaikan pesan moral yang mereka anut, atau menampilkan simbol-simbol nasional yang mereka hormati. Siswa bebas menggunakan media dan teknik apapun untuk membuat poster tersebut. Hasil poster tersebut dapat digunakan untuk mengukur tingkat civic disposition siswa secara tidak langsung melalui observasi dan analisis konten.
- Penilaian sikap implisit: Siswa diminta untuk mengikuti tes asosiasi implisit (IAT) yang berisi rangkaian kata atau gambar yang berkaitan dengan civic disposition, seperti kata-kata “demokrasi”, “toleransi”, “konstitusi”, atau gambar-gambar “bendera”, “lambang negara”, “pemimpin nasional”. Siswa diminta untuk mengkategorikan kata atau gambar tersebut sesuai dengan atribut positif atau negatif yang diberikan, seperti “baik”, “buruk”, “benar”, “salah”. Waktu reaksi siswa dalam mengkategorikan kata atau gambar tersebut dapat digunakan untuk mengukur tingkat civic disposition siswa secara implisit.
Manfaat Penilaian Sikap
Penilaian sikap memiliki beberapa manfaat, baik bagi peserta didik, pendidik, maupun masyarakat, antara lain:
- Bagi peserta didik, penilaian sikap dapat membantu mereka untuk mengetahui sikap mereka sendiri, baik yang positif maupun yang negatif, serta mengevaluasi sikap mereka sesuai dengan tujuan pendidikan atau pembelajaran. Penilaian sikap juga dapat membantu mereka untuk mengembangkan sikap yang lebih baik, seperti sikap civic disposition, melalui umpan balik dan bimbingan dari pendidik atau orang lain. Penilaian sikap juga dapat membantu mereka untuk meningkatkan kualitas belajar mereka, karena sikap yang baik dapat mempengaruhi motivasi, minat, konsentrasi, dan prestasi belajar mereka.
- Bagi pendidik, penilaian sikap dapat membantu mereka untuk mengidentifikasi sikap peserta didik, baik yang positif maupun yang negatif, serta mendiagnosis faktor-faktor yang mempengaruhi sikap peserta didik. Penilaian sikap juga dapat membantu mereka untuk merencanakan dan melaksanakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sikap peserta didik. Penilaian sikap juga dapat membantu mereka untuk memberikan umpan balik dan bimbingan kepada peserta didik untuk mengembangkan sikap yang lebih baik, seperti sikap civic disposition.
- Bagi masyarakat, penilaian sikap dapat membantu mereka untuk menilai kualitas pendidikan atau pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik, terutama dalam hal pembentukan sikap yang baik, seperti sikap civic disposition. Penilaian sikap juga dapat membantu mereka untuk mendorong dan mendukung upaya-upaya pendidikan atau pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan sikap yang baik pada peserta didik. Penilaian sikap juga dapat membantu mereka untuk menyediakan fasilitas dan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan sikap yang baik pada peserta didik.
Kesimpulan
Penilaian sikap adalah proses pengukuran sejauh mana seseorang memiliki sikap yang sesuai dengan tujuan pendidikan atau pembelajaran. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis metode dan instrumen, seperti penilaian sikap langsung, tidak langsung, atau implisit. Penilaian sikap harus dilakukan dengan mengikuti beberapa prinsip, seperti prinsip relevansi, kesesuaian, keterbukaan, dan pengembangan. Penilaian sikap memiliki banyak manfaat, baik bagi peserta didik, pendidik, maupun masyarakat.