Menu Tutup

Identitas Nasional: Pengertian, Pembentukan, Hubungan, dan Pengembangan

Identitas nasional adalah ciri atau jati diri suatu bangsa yang melekat dan berfungsi membedakan suatu bangsa dengan bangsa lainnya1. Identitas nasional merupakan hasil dari proses bersejarah yang melibatkan berbagai faktor, sifat, dan dimensi2. Identitas nasional sangat penting bagi bangsa Indonesia karena dapat menjadi perekat, motivator, dan penuntun dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara3. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang pengertian, pembentukan, hubungan, dan pengembangan identitas nasional bangsa Indonesia.

Faktor-Faktor Pembentuk Identitas Nasional

Identitas nasional tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan melalui proses yang panjang dan kompleks. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional, yaitu2:

  • Faktor objektif, yaitu faktor yang bersifat nyata dan dapat diamati secara langsung, seperti wilayah, bahasa, ras, agama, budaya, sejarah, dan lain-lain.
  • Faktor subjektif, yaitu faktor yang bersifat abstrak dan tidak dapat diamati secara langsung, seperti kesadaran, perasaan, sikap, nilai-nilai, dan lain-lain.
  • Faktor primer, yaitu faktor yang paling mendasar dan utama dalam membentuk identitas nasional, seperti sejarah perjuangan kemerdekaan dan ideologi negara.
  • Faktor pendorong, yaitu faktor yang mendorong terbentuknya identitas nasional sebagai reaksi terhadap ancaman atau tantangan dari luar atau dalam negeri, seperti kolonialisme, imperialisme, komunisme, separatisme, terorisme, dan lain-lain.
  • Faktor penarik, yaitu faktor yang menarik perhatian dan simpati masyarakat untuk mengakui dan menghargai identitas nasional sebagai sesuatu yang positif dan bermanfaat, seperti prestasi olahraga, seni budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, diplomasi internasional, dan lain-lain.
  • Faktor reaktif, yaitu faktor yang muncul sebagai respons terhadap perubahan sosial budaya yang terjadi akibat globalisasi dan modernisasi, seperti politik identitas, gerakan sosial kebudayaan, gerakan keagamaan, gerakan lingkungan hidup, dan lain-lain.

Sifat-Sifat Identitas Nasional

Identitas nasional memiliki beberapa sifat atau karakteristik yang membedakannya dengan identitas lainnya. Beberapa sifat identitas nasional adalah2:

  • Identitas fundamental, yaitu identitas yang bersifat tetap dan tidak berubah sepanjang masa. Identitas fundamental merupakan inti dari identitas nasional yang menjadi landasan bagi identitas lainnya. Contoh identitas fundamental adalah ideologi negara Pancasila.
  • Identitas instrumental, yaitu identitas yang bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Identitas instrumental merupakan alat atau sarana untuk mencapai tujuan-tujuan nasional. Contoh identitas instrumental adalah sistem politik demokrasi.
  • Identitas alamiah, yaitu identitas yang bersifat alami dan bawaan sejak lahir. Identitas alamiah merupakan ciri khas atau keunikan dari suatu bangsa. Contoh identitas alamiah adalah ras Melayu.

Hubungan Identitas Nasional dengan Karakter Bangsa

Identitas nasional tidak hanya merupakan ciri atau jati diri suatu bangsa saja. Identitas nasional juga memiliki hubungan erat dengan karakter bangsa. Karakter bangsa adalah sikap atau perilaku kolektif dari suatu bangsa yang mencerminkan nilai-nilai luhur yang dianut oleh bangsa tersebut2. Karakter bangsa dapat menjadi manifestasi atau ekspresi dari identitas nasional. Sebaliknya, identitas nasional juga dapat menjadi dasar atau acuan bagi pembentukan karakter bangsa. Beberapa contoh hubungan antara identitas nasional dengan karakter bangsa adalah2:

  • Identitas nasional berupa ideologi negara Pancasila memiliki hubungan dengan karakter bangsa yang religius, yaitu sikap atau perilaku yang taat dan patuh terhadap ajaran agama yang dianutnya.
  • Identitas nasional berupa sejarah perjuangan kemerdekaan memiliki hubungan dengan karakter bangsa yang nasionalis, yaitu sikap atau perilaku yang cinta dan bangga terhadap tanah air dan bangsanya.
  • Identitas nasional berupa keberagaman budaya memiliki hubungan dengan karakter bangsa yang toleran, yaitu sikap atau perilaku yang menghormati dan menghargai perbedaan dan keragaman yang ada di masyarakat.
  • Identitas nasional berupa wilayah kepulauan memiliki hubungan dengan karakter bangsa yang gotong royong, yaitu sikap atau perilaku yang saling membantu dan bekerja sama dalam mengatasi masalah dan mencapai kesejahteraan bersama.

Proses Berbangsa dan Bernegara sebagai Identitas Nasional

Identitas nasional tidak hanya terbentuk dari faktor-faktor dan sifat-sifat yang telah disebutkan di atas. Identitas nasional juga terbentuk dari proses berbangsa dan bernegara yang dilakukan oleh bangsa Indonesia sejak masa lalu hingga sekarang. Proses berbangsa dan bernegara adalah proses pembentukan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu bangsa dan negara sebagai wujud dari kesadaran, kehendak, dan cita-cita bersama2. Beberapa contoh proses berbangsa dan bernegara sebagai identitas nasional adalah2:

  • Proses perjuangan kemerdekaan, yaitu proses mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan asing, baik melalui jalur diplomasi maupun perang. Proses ini menunjukkan identitas nasional berupa semangat juang dan patriotisme bangsa Indonesia.
  • Proses pembentukan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), yaitu proses menyatukan berbagai wilayah, suku, agama, dan budaya yang ada di Nusantara menjadi satu kesatuan negara. Proses ini menunjukkan identitas nasional berupa kesatuan dalam keberagaman atau Bhinneka Tunggal Ika.
  • Proses perumusan Pancasila dan UUD 1945, yaitu proses menetapkan dasar negara dan konstitusi negara yang mencerminkan aspirasi dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Proses ini menunjukkan identitas nasional berupa nilai-nilai luhur yang menjadi landasan hidup berbangsa dan bernegara.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya