Pada tanggal 8 Maret 1942, Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Peristiwa ini merupakan akhir dari perang antara Belanda dan Jepang yang berlangsung selama tiga bulan sejak Jepang menyerbu Hindia Belanda pada Desember 1941. Perang ini juga merupakan bagian dari Perang Dunia II di kawasan Asia-Pasifik, di mana Jepang berusaha untuk menguasai sumber daya alam dan wilayah strategis di Asia Tenggara.
Latar Belakang
Belanda telah menjajah Indonesia sejak abad ke-17 melalui perusahaan dagang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Pada abad ke-19, Belanda mengubah status Indonesia menjadi koloni dengan nama Hindia Belanda. Belanda memperoleh banyak keuntungan dari sumber daya alam Indonesia, seperti rempah-rempah, karet, minyak bumi, dan timah. Belanda juga memaksakan sistem tanam paksa (cultuurstelsel) yang mengharuskan rakyat Indonesia menanam tanaman komersial untuk diekspor ke Eropa.
Pada tahun 1939, Perang Dunia II meletus di Eropa antara Blok Sekutu (yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis) melawan Blok Poros (yang dipimpin oleh Jerman dan Italia). Belanda ikut berperang di pihak Sekutu karena diserbu oleh Jerman pada Mei 1940. Namun, Belanda tidak mampu bertahan lama dan menyerah kepada Jerman pada Juni 1940. Pemerintah Belanda kemudian melarikan diri ke London dan membentuk pemerintahan dalam pengasingan.
Di sisi lain, Jepang adalah salah satu negara yang termasuk dalam Blok Poros. Jepang memiliki ambisi untuk menjadi negara adidaya di Asia dan Pasifik. Untuk itu, Jepang membutuhkan sumber daya alam dan wilayah strategis yang banyak terdapat di Asia Tenggara. Pada tahun 1940, Jepang bergabung dengan Pakta Tripartit bersama Jerman dan Italia, yang saling mendukung satu sama lain dalam perang. Pada tahun 1941, Jepang menyerang Pearl Harbor, pangkalan militer Amerika Serikat di Hawaii, yang menyebabkan Amerika Serikat ikut berperang di pihak Sekutu.
Perjalanan Perang
Setelah menyerang Pearl Harbor, Jepang juga menyerbu beberapa wilayah di Asia Tenggara, seperti Filipina, Malaya, Singapura, Thailand, Burma, dan Indocina. Tujuan utama Jepang adalah untuk merebut Hindia Belanda yang kaya akan sumber daya alam. Jepang juga ingin memutus jalur komunikasi dan pasokan antara Sekutu di Asia dan Australia.
Pada tanggal 11 Januari 1942, Jepang mulai menyerbu Hindia Belanda dengan mendaratkan pasukan di Tarakan dan Balikpapan di Kalimantan. Pasukan Belanda yang bertugas di sana tidak mampu menghalau serangan Jepang dan harus mundur ke pedalaman. Pada tanggal 19 Februari 1942, Jepang mengebom Surabaya dan Bandung dari udara. Pada tanggal 27 Februari 1942, armada laut Sekutu yang terdiri dari kapal-kapal perang dari Belanda, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia bertempur melawan armada laut Jepang di Laut Jawa. Pertempuran ini dikenal sebagai Pertempuran Laut Jawa. Namun, armada laut Sekutu kalah telak dari armada laut Jepang yang lebih kuat dan modern.
Setelah menguasai laut, Jepang semakin mudah untuk mendaratkan pasukan di berbagai pulau di Indonesia. Pada tanggal 28 Februari 1942, Jepang mendarat di Banten dan Merak di ujung barat Pulau Jawa. Pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang mendarat di Eretan Wetan di ujung timur Pulau Jawa. Pada tanggal 5 Maret 1942, Jepang mendarat di Blitar dan Kediri di Jawa Timur. Pasukan Belanda yang berjumlah sekitar 80.000 orang tidak seimbang dengan pasukan Jepang yang berjumlah sekitar 120.000 orang. Pasukan Belanda juga kekurangan persenjataan, amunisi, dan bahan bakar. Selain itu, pasukan Belanda juga tidak mendapat bantuan dari Sekutu yang sedang sibuk berperang di tempat lain.
Penyerahan Belanda
Pada tanggal 7 Maret 1942, Panglima Tertinggi Angkatan Darat dan Angkatan Laut Belanda di Hindia Belanda, Letnan Jenderal Hein Ter Poorten, mengirimkan pesan kepada Panglima Tertinggi Angkatan Darat Jepang di Asia Tenggara, Jenderal Hisaichi Terauchi, untuk meminta syarat-syarat penyerahan. Pada tanggal 8 Maret 1942, kedua pihak bertemu di sebuah gedung sekolah di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Di sana, Ter Poorten menandatangani surat penyerahan tanpa syarat kepada Jepang. Surat penyerahan ini ditandatangani juga oleh perwakilan dari Inggris, Amerika Serikat, dan Australia yang ada di Hindia Belanda.
Dengan demikian, Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang di Hindia Belanda. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia selama lebih dari 300 tahun. Namun, perjuangan rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan belum selesai. Jepang menggantikan posisi Belanda sebagai penjajah baru di Indonesia. Selama tiga setengah tahun berikutnya, rakyat Indonesia harus menghadapi kekejaman dan kesewenang-wenangan dari pemerintahan militer Jepang.