Apa Perbedaan Antara Sistem Sitasi MLA dan APA?

Sistem sitasi adalah cara untuk memberikan penghargaan kepada sumber informasi yang digunakan dalam sebuah karya tulis. Sistem sitasi yang berbeda memiliki aturan yang berbeda pula mengenai bagaimana menulis nama penulis, judul, tanggal, dan lain-lain. Dua sistem sitasi yang sering digunakan dalam bidang akademik adalah MLA (Modern Language Association) dan APA (American Psychological Association). Kedua sistem sitasi ini memiliki perbedaan-perbedaan yang perlu diketahui oleh penulis, terutama dalam hal format, tujuan, dan bidang keilmuan yang relevan.

Format

Format sitasi MLA dan APA memiliki beberapa perbedaan, antara lain:

  • MLA menggunakan tanda kurung untuk menulis sitasi dalam teks, sedangkan APA menggunakan tanda kurung dan tanggal. Contoh:
    • MLA: (Smith 23)
    • APA: (Smith, 2020, p. 23)
  • MLA menulis nama belakang penulis dan nama depan singkat, sedangkan APA menulis nama belakang penulis dan inisial nama depan. Contoh:
    • MLA: Smith, John
    • APA: Smith, J.
  • MLA menulis judul buku dan jurnal dengan huruf miring, sedangkan APA menulis judul buku dengan huruf miring dan judul jurnal dengan huruf normal. Contoh:
    • MLA: The Catcher in the Rye. Journal of American Literature.
    • APA: The Catcher in the Rye. Journal of American Literature.
  • MLA menulis nama penerbit secara lengkap, sedangkan APA menyingkat nama penerbit. Contoh:
    • MLA: Oxford University Press
    • APA: Oxford UP
  • MLA tidak menulis URL dalam daftar pustaka, kecuali jika sumber tidak dapat ditemukan tanpa URL. APA selalu menulis URL dalam daftar pustaka. Contoh:
    • MLA: Smith, John. “The Impact of Social Media on Mental Health”. Journal of Psychology, vol. 12, no. 3, 2020, pp. 45-67.
    • APA: Smith, J. (2020). The impact of social media on mental health. Journal of Psychology, 12(3), 45-67. https://doi.org/10.1234/5678

Tujuan

Tujuan dari sistem sitasi MLA dan APA juga berbeda. MLA lebih menekankan pada konteks dan makna dari sumber yang digunakan, sedangkan APA lebih menekankan pada relevansi dan keterkiniannya. Oleh karena itu, MLA lebih sering menggunakan sitasi dalam teks untuk menunjukkan halaman atau bagian tertentu dari sumber yang relevan dengan argumen penulis, sedangkan APA lebih sering menggunakan tanggal untuk menunjukkan kapan sumber tersebut dipublikasikan atau diperbarui. Contoh:

  • MLA: Smith (23) mengemukakan bahwa media sosial memiliki dampak negatif pada kesehatan mental, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap tekanan sosial.
  • APA: Smith (2020) mengemukakan bahwa media sosial memiliki dampak negatif pada kesehatan mental, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap tekanan sosial.

Bidang Keilmuan

Bidang keilmuan yang relevan dengan sistem sitasi MLA dan APA juga berbeda. MLA lebih sering digunakan dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan bahasa, sastra, dan humaniora, seperti bahasa Inggris, sejarah, filsafat, dan seni. APA lebih sering digunakan dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan ilmu sosial dan perilaku, seperti psikologi, sosiologi, pendidikan, dan bisnis. Contoh:

  • MLA: Jones, Mary. The Role of Women in Shakespeare’s Plays. Cambridge University Press, 2020.
  • APA: Jones, M. (2020). The role of women in Shakespeare’s plays. Cambridge UP.
Navigasi Utama