Corak Budaya dan Sejarah Kerajaan Singasari di Nusantara

Kerajaan Singasari, yang berdiri pada abad ke-13 di Jawa Timur, Indonesia, merupakan salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara. Didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M, kerajaan ini dikenal dengan corak Hindu-Buddha yang kental.

Latar Belakang Sejarah

Awalnya, wilayah Tumapel berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Ken Arok, seorang tokoh dengan latar belakang rakyat biasa, berhasil merebut kekuasaan di Tumapel dan mendirikan Kerajaan Singasari.

Corak Keagamaan

Kerajaan Singasari mengadopsi corak keagamaan Hindu-Buddha. Raja Kertanegara, raja terakhir Singasari, dikenal sebagai penganut Buddha Tantrayana.

Corak Politik dan Ekspansi Wilayah

Di bawah pemerintahan Kertanegara, Singasari mencapai puncak kejayaannya. Raja Kertanegara melancarkan Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275 M dengan tujuan memperluas pengaruh Singasari ke Sumatera dan melemahkan dominasi Kerajaan Sriwijaya.

Corak Sosial dan Budaya

Masyarakat Singasari hidup dalam harmoni antara ajaran Hindu dan Buddha. Seni dan budaya berkembang pesat, yang tercermin dalam peninggalan arkeologis seperti candi dan arca.

Peninggalan Arkeologis

Beberapa peninggalan penting dari Kerajaan Singasari antara lain:

  • Candi Singasari: Terletak di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, candi ini dibangun sebagai penghormatan kepada Raja Kertanegara.
  • Candi Jago: Berlokasi di Tumpang, Malang, candi ini merupakan tempat pemujaan yang mencerminkan seni arsitektur Hindu-Buddha.
  • Arca Dwarapala: Patung penjaga pintu masuk yang besar, ditemukan di sekitar Candi Singasari.

Kesimpulan

Kerajaan Singasari memiliki corak Hindu-Buddha yang kuat, tercermin dalam aspek keagamaan, politik, sosial, dan budaya. Peninggalan arkeologisnya menjadi bukti kejayaan dan kekayaan budaya kerajaan ini dalam sejarah Indonesia.

Navigasi Utama