Daftar Isi
Usus halus adalah bagian dari sistem pencernaan manusia yang berfungsi untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan yang telah diolah oleh mulut, kerongkongan, dan lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6 meter dan terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Usus halus memiliki permukaan yang berlipat-lipat dan ditutupi oleh mikrovili yang meningkatkan luas penyerapan nutrisi1.
Proses Pencernaan di Usus Halus
Proses pencernaan di usus halus melibatkan enzim-enzim yang berasal dari pankreas, hati, dan dinding usus halus itu sendiri. Enzim-enzim ini berperan untuk menguraikan zat-zat makanan yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana, seperti karbohidrat menjadi glukosa, protein menjadi asam amino, dan lemak menjadi asam lemak dan gliserol2.
Enzim-enzim yang berasal dari pankreas meliputi amilase pankreas, tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase, lipase pankreas, dan nuklease. Enzim-enzim ini disekresikan ke dalam duodenum melalui saluran pankreas2. Amilase pankreas berfungsi untuk melanjutkan pencernaan karbohidrat yang telah dimulai oleh amilase saliva di mulut. Tripsin, kimotripsin, dan karboksipeptidase berfungsi untuk mencerna protein menjadi peptida dan asam amino. Lipase pankreas berfungsi untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Nuklease berfungsi untuk mencerna asam nukleat menjadi nukleotida3.
Enzim-enzim yang berasal dari hati meliputi empedu dan fosfolipase A2. Empedu disekresikan ke dalam duodenum melalui saluran empedu2. Empedu berfungsi untuk mengemulsikan lemak, yaitu memecah lemak menjadi butiran-butiran kecil agar mudah dicerna oleh lipase pankreas. Fosfolipase A2 berfungsi untuk mencerna fosfolipid menjadi asam lemak dan lisofosfolipid4.
Enzim-enzim yang berasal dari dinding usus halus meliputi maltase, sukrase, laktase, peptidase, enterokinase, erepsin, lipase intestinal, dan nukleosidase. Enzim-enzim ini disekresikan oleh sel-sel mukosa usus halus ke dalam rongga usus2. Maltase, sukrase, dan laktase berfungsi untuk mencerna disakarida menjadi monosakarida. Peptidase berfungsi untuk mencerna peptida menjadi asam amino. Enterokinase berfungsi untuk mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Erepsin berfungsi untuk mencerna polipeptida menjadi asam amino. Lipase intestinal berfungsi untuk melanjutkan pencernaan lemak yang telah dimulai oleh lipase pankreas. Nukleosidase berfungsi untuk mencerna nukleotida menjadi basa nitrogen, gula pentosa, dan fosfat3.
Proses Penyerapan Nutrisi di Usus Halus
Proses penyerapan nutrisi di usus halus terjadi melalui mekanisme transpor pasif dan transpor aktif. Transpor pasif adalah perpindahan zat-zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah tanpa memerlukan energi. Transpor aktif adalah perpindahan zat-zat dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi dengan memerlukan energi5.
Transpor pasif meliputi difusi sederhana, difusi terfasilitasi, dan osmosis. Difusi sederhana adalah perpindahan zat-zat yang dapat larut dalam lemak atau gas melalui membran sel. Contoh zat-zat yang diserap dengan cara ini adalah asam lemak, gliserol, vitamin larut lemak, dan oksigen5. Difusi terfasilitasi adalah perpindahan zat-zat yang tidak dapat larut dalam lemak atau bermuatan listrik melalui protein pembawa atau saluran ion. Contoh zat-zat yang diserap dengan cara ini adalah glukosa, fruktosa, galaktosa, vitamin larut air, dan garam mineral5. Osmosis adalah perpindahan air melalui membran semipermeabel dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi5.
Transpor aktif meliputi pompa natrium-kalium, pompa kalsium, dan ko-transpor. Pompa natrium-kalium adalah perpindahan ion natrium keluar sel dan ion kalium masuk sel dengan menggunakan ATP sebagai sumber energi. Pompa ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan potensial membran sel5. Pompa kalsium adalah perpindahan ion kalsium keluar sel dengan menggunakan ATP sebagai sumber energi. Pompa ini berfungsi untuk menjaga kadar kalsium intraseluler yang rendah agar tidak mengganggu fungsi enzim-enzim dan protein-protein5. Ko-transpor adalah perpindahan zat-zat bersama-sama dengan ion natrium yang didorong oleh gradien konsentrasi yang dibuat oleh pompa natrium-kalium. Contoh zat-zat yang diserap dengan cara ini adalah asam amino, peptida, dan glukosa5.
Nutrisi yang telah diserap oleh usus halus kemudian dibawa oleh dua jalur, yaitu jalur vaskuler dan jalur limfatik. Jalur vaskuler adalah jalur yang membawa nutrisi melalui pembuluh darah ke hati. Contoh nutrisi yang dibawa oleh jalur ini adalah glukosa, asam amino, garam mineral, dan vitamin larut air6. Jalur limfatik adalah jalur yang membawa nutrisi melalui pembuluh getah bening ke aliran darah. Contoh nutrisi yang dibawa oleh jalur ini adalah asam lemak, gliserol, dan vitamin larut lemak6.
Kesimpulan
Usus halus merupakan organ penting dalam sistem pencernaan manusia yang berperan dalam mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan. Proses pencernaan di usus halus melibatkan enzim-enzim dari pankreas, hati, dan dinding usus halus yang menguraikan zat-zat makanan menjadi zat-zat sederhana. Proses penyerapan nutrisi di usus halus terjadi melalui mekanisme transpor pasif dan transpor aktif yang memindahkan zat-zat dari rongga usus ke dalam sel-sel usus halus. Nutrisi yang telah diserap kemudian dibawa oleh jalur vaskuler atau jalur limfatik ke tempat-tempat yang membutuhkannya.
Source:
(1) Garuda – Garba Rujukan Digital. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/253199.
(2) Garuda – Garba Rujukan Digital. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1390973.
(3) POTENSI MIKROBIOTA USUS DALAM PENCEGAHAN DAN TATALAKSANA … – Kemdikbud.
(4) NUTRISI MAKANAN & SISTEM PENCERNAAN – Academia.edu.
(5) LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI MANUSIA “SISTEM PENCERNAAN” – Academia.edu.
(6) Landasan Ilmu Nutrisi 3: Sistem Pencernaan – Academia.edu.
(7) Garuda – Garba Rujukan Digital. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/253199.
(8) LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI MANUSIA “SISTEM PENCERNAAN” – Academia.edu.
(9) NUTRISI MAKANAN & SISTEM PENCERNAAN – Academia.edu.
(10) Landasan Ilmu Nutrisi 3: Sistem Pencernaan – Academia.edu.
(11) POTENSI MIKROBIOTA USUS DALAM PENCEGAHAN DAN TATALAKSANA … – Kemdikbud.
(12) Garuda – Garba Rujukan Digital. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1390973.