{"id":10765,"date":"2023-12-08T07:05:58","date_gmt":"2023-12-08T07:05:58","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=10765"},"modified":"2023-12-08T07:05:58","modified_gmt":"2023-12-08T07:05:58","slug":"pinisi-warisan-maritim-indonesia-dan-pelayaran-masa-lalu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pinisi-warisan-maritim-indonesia-dan-pelayaran-masa-lalu.html","title":{"rendered":"Pinisi: Warisan Maritim Indonesia dan Pelayaran Masa Lalu"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pinisi-warisan-maritim-indonesia-dan-pelayaran-masa-lalu.html\/#Asal-Usul_dan_Evolusi\" >Asal-Usul dan Evolusi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pinisi-warisan-maritim-indonesia-dan-pelayaran-masa-lalu.html\/#Kebanggaan_Kesultanan_Makassar\" >Kebanggaan Kesultanan Makassar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pinisi-warisan-maritim-indonesia-dan-pelayaran-masa-lalu.html\/#Warisan_Budaya_Tak_Benda_UNESCO\" >Warisan Budaya Tak Benda UNESCO<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pinisi-warisan-maritim-indonesia-dan-pelayaran-masa-lalu.html\/#Proses_Pembuatan_dan_Karakteristik\" >Proses Pembuatan dan Karakteristik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/pinisi-warisan-maritim-indonesia-dan-pelayaran-masa-lalu.html\/#Wisata_dan_Pemanfaatan_Modern\" >Wisata dan Pemanfaatan Modern<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Kapal pinisi adalah salah satu simbol kebanggaan maritim Indonesia, khususnya dari Sulawesi Selatan. Dengan sejarah yang kaya dan tradisi pembuatan kapal yang telah diakui UNESCO, kapal pinisi tidak hanya merupakan warisan budaya tetapi juga cerminan kecakapan dan ketangguhan masyarakat Bugis dan Makassar dalam pelayaran dan pembuatan kapal.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Asal-Usul_dan_Evolusi\"><\/span>Asal-Usul dan Evolusi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kapal pinisi pertama kali dibuat oleh suku Konjo yang bermukim di Kabupaten Bulukumba<sup>1<\/sup>. Nama \u2018pinisi\u2019 sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa setempat, \u201cpicuru\u201d yang berarti \u201cteladan yang baik\u201d dan \u201cbinisi\u201d yang berarti &#8220;ikan yang kecil dan lincah&#8221;<sup>1<\/sup>. Nama ini diberikan oleh raja mereka pada saat itu untuk menghormati penemuan pelaut tersebut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebanggaan_Kesultanan_Makassar\"><\/span>Kebanggaan Kesultanan Makassar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kapal pinisi menjadi kebanggaan Kesultanan Makassar dan simbol kekuatan maritim mereka. Kesultanan Makassar dikenal sebagai kerajaan maritim yang kuat, dan kapal pinisi adalah salah satu alat utama yang mendukung reputasi tersebut<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warisan_Budaya_Tak_Benda_UNESCO\"><\/span>Warisan Budaya Tak Benda UNESCO<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pada akhir tahun 2017, UNESCO menetapkan seni pembuatan kapal dengan sistem pinisi sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap nilai historis dan budaya kapal pinisi<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Pembuatan_dan_Karakteristik\"><\/span>Proses Pembuatan dan Karakteristik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kapal pinisi dibuat dengan keahlian khusus yang diwariskan turun-temurun. Proses pembuatannya melibatkan pemilihan kayu yang tepat dan teknik pengerjaan yang detail. Kapal ini memiliki ciri khas dua tiang utama serta tujuh buah layar, yang tiga layarnya terletak di bagian depan, dua di bagian tengah, dan dua di bagian belakang<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wisata_dan_Pemanfaatan_Modern\"><\/span>Wisata dan Pemanfaatan Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di era modern, kapal pinisi tidak hanya digunakan untuk kegiatan tradisional tetapi juga telah menjadi bagian dari destinasi wisata. Banyak kapal pinisi yang diubah menjadi kapal wisata yang menawarkan pengalaman pelayaran unik bagi para turis, baik domestik maupun internasional<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<p>Kapal pinisi adalah bukti kejayaan maritim Indonesia di masa lalu dan terus hidup sebagai warisan yang harus dilestarikan. Dengan sejarah dan tradisi yang kaya, kapal pinisi akan terus menjadi saksi bisu perjalanan bangsa Indonesia di lautan dunia.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">Sumber:<br \/>\n(1) Sejarah Kapal Pinisi dan yang Termewah, Muncul di Google Doodle Hari Ini. https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/sejarah-kapal-pinisi-dan-yang-termewah-muncul-di-google-doodle-hari-ini\/ar-AA1l7Xe5.<br \/>\n(2) Sejarah Kapal Pinisi, Jadi Kebanggaan Kesultanan Makassar dan Simbol Kekuatan Maritim. https:\/\/jateng.tribunnews.com\/2023\/12\/07\/sejarah-kapal-pinisi-jadi-kebanggaan-kesultanan-makassar-dan-simbol-kekuatan-maritim?page=all.<br \/>\n(3) Sejarah Singkat Kapal Pinisi &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2022\/02\/09\/150000279\/sejarah-singkat-kapal-pinisi.<br \/>\n(4) Mengenal Kapal Pinisi: Sejarah, Karakteristik, hingga Proses &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/sulsel\/budaya\/d-6581846\/mengenal-kapal-pinisi-sejarah-karakteristik-hingga-proses-pembuatannya.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kapal pinisi adalah salah satu simbol kebanggaan maritim Indonesia, khususnya dari Sulawesi Selatan. Dengan sejarah yang kaya dan tradisi pembuatan kapal yang telah diakui UNESCO,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-10765","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10765"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10765\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}