{"id":1112,"date":"2023-05-31T05:28:18","date_gmt":"2023-05-31T05:28:18","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1112"},"modified":"2023-05-31T05:28:18","modified_gmt":"2023-05-31T05:28:18","slug":"adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam.html","title":{"rendered":"Adab Menjenguk Orang Sakit dalam Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam.html\/#1_Mendoakannya\" >1. Mendoakannya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam.html\/#2_Tetap_menutup_aurat\" >2. Tetap menutup aurat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam.html\/#3_Memberikan_semangat\" >3. Memberikan semangat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam.html\/#4_Menunjukkan_kepedulian\" >4. Menunjukkan kepedulian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam.html\/#5_Bawalah_buah_tangan\" >5. Bawalah buah tangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam.html\/#6_Jangan_lama-lama\" >6. Jangan lama-lama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam.html\/#7_Jangan_membawa_anak-anak\" >7. Jangan membawa anak-anak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/adab-menjenguk-orang-sakit-dalam-islam.html\/#8_Jangan_membicarakan_hal-hal_negatif\" >8. Jangan membicarakan hal-hal negatif<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Menjenguk orang sakit adalah salah satu bentuk kepedulian dan silaturahmi sesama muslim. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Barang siapa mengunjungi orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah atau di jalan Allah, akan ada yang menyeru kepadanya: &#8216;Engkau telah berlaku mulia dan mulia pula langkahmu (dalam mengunjunginya), serta engkau akan menempati rumah di surga.'&#8221; (HR. At Tirmidzi)<\/p>\n<p>Namun, dalam menjenguk orang sakit, ada beberapa adab yang harus diperhatikan agar tidak menimbulkan kesulitan atau ketidaknyamanan bagi yang dijenguk. Berikut adalah beberapa adab menjenguk orang sakit dalam Islam:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mendoakannya\"><\/span>1. Mendoakannya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ketika kita menjenguk orang sakit, maka doakanlah kesembuhan baginya agar ia dapat segera kembali beraktivitas. Ini adalah adab yang paling utama ketika menjenguk orang yang sakit. Dari Abdul Aziz dia berkata; \u201c Aku dan Tsabit pernah mengunjungi Anas bin Malik, lalu Tsabit berkata; \u201cWahai Abu Hamzah, aku sedang menderita suatu penyakit.\u201d Maka Anas berkata; \u201cMaukah kamu aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wasallam?\u201d dia menjawab; \u201cTentu.\u201d Anas berkata; \u201cALLAHUMMA RABBAN NAASI MUDZHIBIL BASA ISYFII ANTA SYAAFI LAA SYAAFIYA ILLA ANTA SYIFAAAN LAA YUGHAADIRU SAQAMA (Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tidak ada yang dapat menyembuhkan melainkan Engkau, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit).\u201d (HR Bukhari no 5301)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tetap_menutup_aurat\"><\/span>2. Tetap menutup aurat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Islam tidak melarang seorang yang bukan mahram menjenguk saudara atau temannya. Namun hendaknya ketika menjenguk tetap menutup aurat, baik yang menjenguk maupun yang dijenguk. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah, Dari Ummu Al \u2018Ala ia berkata; Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wasallam menjengukku sementara aku sedang sakit. Kemudian beliau berkata: \u201cBergembiralah wahai Ummu Al \u2018Ala, karena sesungguhnya sakit seorang mukmin karena Allah menghilangkan dosa-dosanya sebagaimana api menghilangkan kotoran emas dan perak.\u201d (HR Abu Daud no 2688)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Memberikan_semangat\"><\/span>3. Memberikan semangat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hendaknya ketika kita menjenguk orang sakit, kita berikan semangat kepadanya. Dengan memberikan semangat maka ia akan selalu berpikir positif dan terus berusaha serta berdoa agar bisa sembuh. Dari Ibnu Abbas radliallahu \u2018anhuma bahwa Nabi shallallahu \u2018alaihi wasallam pernah menjenguk seorang Arab badui, Ibnu Abbas melanjutkan; \u201cSetiap kali beliau menjenguk orang sakit, maka beliau akan mengatakan kepadanya: \u201cTidak apa-apa, Insya Allah baik-baik saja.\u201d Ibnu Abbas berkata; lalu aku bertanya; \u201cBaik?!, tidak mungkin, sebab penyakit yang di deritanya adalah demam yang sangat kritis, yang apabila diderita oleh orang tua akan menyebabkannya meninggal dunia.\u201d Maka Nabi shallallahu \u2018alaihi wasallam bersabda: \u201cKalau begitu, memang benar.\u201d (HR Bukhari no 5224)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menunjukkan_kepedulian\"><\/span>4. Menunjukkan kepedulian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ketika menjenguk orang sakit, tunjukkan bahwa kita benar-benar peduli pada kondisinya. Tanyakan tentang penyakitnya, obatnya, dokternya, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kesehatannya. Jangan lupa untuk memberikan nasehat atau motivasi agar ia bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT. Jangan pula membahas hal-hal yang bisa membuatnya sedih atau marah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Bawalah_buah_tangan\"><\/span>5. Bawalah buah tangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Saat menjenguk sangat dianjurkan membawa buah tangan atau oleh-oleh. Hal ini dikarenakan akan membahagiakan orang yang dijenguk serta menambah rasa cinta kepada sesame melalui pemberian hadiah tersebut. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda, &#8220;Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.&#8221; (HR Bukhari)\u00a0 Buah tangan bisa berupa makanan ringan, buku bacaan, bunga, atau apa saja yang sesuai dengan selera dan kebutuhan orang yang dijenguk.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Jangan_lama-lama\"><\/span>6. Jangan lama-lama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Adab lainnya ketika menjenguk orang sakit adalah jangan lama-lama berada di tempatnya. Sebab, orang yang sakit membutuhkan istirahat dan privasi. Jangan pula membuat keributan atau kegaduhan saat menjenguk karena bisa mengganggu ketenangan orang yang sakit maupun penghuni rumah lainnya. Cukuplah beberapa menit saja untuk menyampaikan salam dan doa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Jangan_membawa_anak-anak\"><\/span>7. Jangan membawa anak-anak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika ingin menjenguk orang sakit, sebaiknya jangan membawa anak-anak kecil bersama kita. Sebab, anak-anak bisa merepotkan kita sendiri maupun orang lain saat berada di tempat orang sakit. Anak-anak bisa membuat suara bising atau bermain-main dengan barang-barang di sekitarnya tanpa sadar bahwa itu bisa mengganggu orang yang sedang sakit.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Jangan_membicarakan_hal-hal_negatif\"><\/span>8. Jangan membicarakan hal-hal negatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Adab terakhir ketika menjenguk orang sakit adalah jangan membicarakan hal-hal negatif tentang penyakitnya atau kondisinya. Jangan pula menanyakan tentang hal-hal yang bersifat pribadi atau rahasia tanpa izin dari orang yang dijenguk. Hal ini bisa membuatnya merasa tidak nyaman atau tersinggung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjenguk orang sakit adalah salah satu bentuk kepedulian dan silaturahmi sesama muslim. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Barang siapa mengunjungi orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya karena&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1112","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-v"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1112"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1112\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}