{"id":11628,"date":"2024-01-29T02:20:05","date_gmt":"2024-01-29T02:20:05","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=11628"},"modified":"2024-01-29T02:20:05","modified_gmt":"2024-01-29T02:20:05","slug":"hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html","title":{"rendered":"Hukum Tata Negara Masa Pergerakan Nasional: Menjelajah Fondasi Demokrasi Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#1_Pendahuluan\" >1. Pendahuluan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#Menapaki_Jejak_Pergerakan_Nasional_Sebuah_Era_Kebangkitan_Menuju_Kemerdekaan\" >Menapaki Jejak Pergerakan Nasional: Sebuah Era Kebangkitan Menuju Kemerdekaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#Urgensi_Memahami_Hukum_Tata_Negara_Masa_Pergerakan_Nasional\" >Urgensi Memahami Hukum Tata Negara Masa Pergerakan Nasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#Pertanyaan_Kunci_yang_Akan_Dibahas\" >Pertanyaan Kunci yang Akan Dibahas<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#2_Latar_Belakang\" >2. Latar Belakang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#Dinamika_Politik_Hindia_Belanda_Kolonialisme_dan_Tumbuhnya_Kesadaran_Nasional\" >Dinamika Politik Hindia Belanda: Kolonialisme dan Tumbuhnya Kesadaran Nasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#Munculnya_Pergerakan_Nasional_Lahirnya_Organisasi_dan_Tokoh-Tokoh_Penting\" >Munculnya Pergerakan Nasional: Lahirnya Organisasi dan Tokoh-Tokoh Penting<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#Cita-cita_Pergerakan_Nasional_Kemerdekaan_dan_Tata_Negara_yang_Demokratis\" >Cita-cita Pergerakan Nasional: Kemerdekaan dan Tata Negara yang Demokratis<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#3_Perkembangan_Hukum_Tata_Negara\" >3. Perkembangan Hukum Tata Negara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#4_Tokoh-Tokoh_dan_Gagasannya\" >4. Tokoh-Tokoh dan Gagasannya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#5_Dampak_dan_Relevansi_Masa_Kini\" >5. Dampak dan Relevansi Masa Kini<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/hukum-tata-negara-masa-pergerakan-nasional-menjelajah-fondasi-demokrasi-indonesia.html\/#6_Kesimpulan\" >6. Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<h2 data-sourcepos=\"3:1-3:18\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pendahuluan\"><\/span><strong>1. Pendahuluan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3 data-sourcepos=\"5:1-5:81\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menapaki_Jejak_Pergerakan_Nasional_Sebuah_Era_Kebangkitan_Menuju_Kemerdekaan\"><\/span><strong>Menapaki Jejak Pergerakan Nasional: Sebuah Era Kebangkitan Menuju Kemerdekaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:384\">Masa Pergerakan Nasional (1908-1945) merupakan periode krusial dalam sejarah Indonesia. Era ini diwarnai dengan kebangkitan kesadaran nasional dan perjuangan gigih para pahlawan untuk mencapai kemerdekaan. Di tengah pergolakan politik dan kolonialisme, diskursus tentang hukum tata negara mulai menggema, menandakan cita-cita rakyat untuk membangun bangsa yang merdeka dan demokratis.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"9:1-9:63\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Urgensi_Memahami_Hukum_Tata_Negara_Masa_Pergerakan_Nasional\"><\/span><strong>Urgensi Memahami Hukum Tata Negara Masa Pergerakan Nasional<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:592\">Memahami hukum tata negara masa pergerakan nasional menjadi sebuah keharusan karena beberapa alasan. Pertama, periode ini menandai pergeseran paradigma dari kolonialisme menuju kemerdekaan, di mana gagasan tentang tata negara yang demokratis mulai dirumuskan. Kedua, pemikiran para tokoh pergerakan nasional tentang hukum tata negara menjadi fondasi bagi konstitusi dan sistem pemerintahan Indonesia saat ini. Ketiga, mempelajari sejarah hukum tata negara masa pergerakan nasional dapat memberikan inspirasi dan pelajaran berharga bagi generasi muda dalam membangun demokrasi yang lebih kuat.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"13:1-13:38\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertanyaan_Kunci_yang_Akan_Dibahas\"><\/span><strong>Pertanyaan Kunci yang Akan Dibahas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"15:1-15:61\">Artikel ini akan membahas beberapa pertanyaan kunci, seperti:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"17:1-20:0\">\n<li data-sourcepos=\"17:1-17:93\">Bagaimana perkembangan pemikiran tentang hukum tata negara selama masa pergerakan nasional?<\/li>\n<li data-sourcepos=\"18:1-18:78\">Siapa saja tokoh-tokoh penting dan gagasan mereka tentang hukum tata negara?<\/li>\n<li data-sourcepos=\"19:1-20:0\">Apa pengaruh dan relevansi pemikiran masa pergerakan nasional terhadap hukum tata negara Indonesia di masa kini?<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-sourcepos=\"21:1-21:21\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Latar_Belakang\"><\/span><strong>2. Latar Belakang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3 data-sourcepos=\"23:1-23:82\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dinamika_Politik_Hindia_Belanda_Kolonialisme_dan_Tumbuhnya_Kesadaran_Nasional\"><\/span><strong>Dinamika Politik Hindia Belanda: Kolonialisme dan Tumbuhnya Kesadaran Nasional<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"25:1-25:333\">Pada masa Hindia Belanda, rakyat Indonesia mengalami penindasan dan eksploitasi oleh kolonialisme. Situasi ini melahirkan rasa ketidakadilan dan memicu tumbuhnya kesadaran nasional. Kesadaran nasional ini diperkuat oleh munculnya kaum terpelajar yang terinspirasi oleh ide-ide modern seperti demokrasi, nasionalisme, dan liberalisme.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"27:1-27:78\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Munculnya_Pergerakan_Nasional_Lahirnya_Organisasi_dan_Tokoh-Tokoh_Penting\"><\/span><strong>Munculnya Pergerakan Nasional: Lahirnya Organisasi dan Tokoh-Tokoh Penting<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"29:1-29:360\">Pada tahun 1908, Budi Utomo didirikan sebagai organisasi pergerakan nasional pertama. Seiring waktu, muncul berbagai organisasi lain seperti Sarekat Islam, Partai Nasional Indonesia, dan Gerakan Pemuda Indonesia. Tokoh-tokoh seperti Mohammad Hatta, Soekarno, Sutan Sjahrir, dan Tjipto Mangoenkoesoemo memainkan peran penting dalam memimpin pergerakan nasional.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"31:1-31:78\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cita-cita_Pergerakan_Nasional_Kemerdekaan_dan_Tata_Negara_yang_Demokratis\"><\/span><strong>Cita-cita Pergerakan Nasional: Kemerdekaan dan Tata Negara yang Demokratis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"33:1-33:256\">Cita-cita utama pergerakan nasional adalah mencapai kemerdekaan dan membangun bangsa yang merdeka dan demokratis. Para pejuang pergerakan nasional mencita-citakan sistem pemerintahan yang berdasarkan kedaulatan rakyat, rule of law, danseparation of powers.<\/p>\n<h2 data-sourcepos=\"35:1-35:37\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perkembangan_Hukum_Tata_Negara\"><\/span><strong>3. Perkembangan Hukum Tata Negara<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-sourcepos=\"37:1-37:67\"><strong>Fase Awal (1908-1927): Perumusan Gagasan dan Tuntutan Reformasi<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"39:1-39:236\">Pada fase awal, fokus utama pergerakan nasional adalah pada reformasi politik within the colonial framework. Tokoh-tokoh seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir mulai merumuskan gagasan tentang demokrasi parlementer dan otonomi daerah.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"41:1-41:70\"><strong>Fase Pertengahan (1928-1939): Perdebatan Konseptual dan Konstitusi<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"43:1-43:194\">Pada fase ini, terjadi perdebatan sengit tentang konsep negara dan konstitusi. Soekarno mencetuskan Pancasila sebagai dasar negara, sedangkan Mohammad Hatta memperjuangkan demokrasi parlementer.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"45:1-45:69\"><strong>Fase Akhir (1940-1945): Menuju Kemerdekaan dan Perumusan UUD 1945<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"47:1-47:215\">Fase akhir ini ditandai dengan pendudukan Jepang dan persiapan kemerdekaan Indonesia. BPUPK dibentuk untuk merumuskan konstitusi negara. Pada sidang BPUPK, terjadi perdebatan tentang bentuk negara dan dasar negara.<\/p>\n<h2 data-sourcepos=\"49:1-49:33\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tokoh-Tokoh_dan_Gagasannya\"><\/span><strong>4. Tokoh-Tokoh dan Gagasannya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-sourcepos=\"51:1-51:70\"><strong>Mohammad Hatta: Demokrasi Parlementer dan &#8220;Visi Indonesia Merdeka&#8221;<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"53:1-53:295\">Mohammad Hatta, seorang pejuang kemerdekaan dan wakil presiden pertama Indonesia, merupakan salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam pemikiran hukum tata negara. Hatta menganut paham demokrasi parlementer dan mencetuskan &#8220;Visi Indonesia Merdeka&#8221; yang merumuskan cita-cita bangsa Indonesia.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"55:1-55:61\"><strong>Soekarno: Nasionalisme dan Pancasila sebagai Dasar Negara<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"57:1-57:225\">Soekarno, presiden pertama Indonesia, dikenal sebagai pemimpin pergerakan nasional yang kharismatik. Soekarno mencetuskan Pancasila sebagai dasar negara dan menekankan pentingnya nasionalisme dalam membangun bangsa Indonesia.<\/p>\n<\/div>\n<p data-sourcepos=\"57:1-57:225\"><strong>Sutan Sjahrir: Gagasan &#8220;Indonesia Merdeka&#8221; dan Sistem Pemerintahan<\/strong><\/p>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<p data-sourcepos=\"3:1-3:375\">Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia, dikenal sebagai seorang sosialis dan pejuang kemerdekaan yang gigih. Sjahrir mencetuskan gagasan &#8220;Indonesia Merdeka&#8221; yang menekankan pentingnya kemandirian dan persatuan bangsa. Dalam pemikirannya tentang sistem pemerintahan, Sjahrir menganut paham demokrasi parlementer dengan kabinet yang bertanggung jawab kepada parlemen.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:48\"><strong>Tokoh-Tokoh Lain: Kontribusi dan Pengaruhnya<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:316\">Selain tokoh-tokoh di atas, banyak tokoh lain yang memberikan kontribusi penting dalam pemikiran hukum tata negara masa pergerakan nasional. Tokoh-tokoh seperti Tjipto Mangoenkoesoemo, Ki Hajar Dewantara, dan Agus Salim memiliki pemikiran dan gagasan yang memperkaya diskursus tentang hukum tata negara di Indonesia.<\/p>\n<h2 data-sourcepos=\"9:1-9:37\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Dampak_dan_Relevansi_Masa_Kini\"><\/span><strong>5. Dampak dan Relevansi Masa Kini<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:69\"><strong>Pengaruh Pergerakan Nasional terhadap Hukum Tata Negara Indonesia<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"13:1-13:252\">Pergerakan nasional memiliki pengaruh besar terhadap hukum tata negara Indonesia. Pemikiran para tokoh pergerakan nasional tentang demokrasi, kedaulatan rakyat, dan rule of law menjadi fondasi bagi konstitusi dan sistem pemerintahan Indonesia saat ini.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"15:1-15:52\"><strong>Warisan Ide dan Gagasan bagi Demokrasi Indonesia<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"17:1-17:244\">Pergerakan nasional meninggalkan warisan ide dan gagasan yang berharga bagi demokrasi Indonesia. Gagasan tentang demokrasi parlementer, Pancasila sebagai dasar negara, dan otonomi daerah menjadi landasan bagi pembangunan demokrasi di Indonesia.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"19:1-19:62\"><strong>Relevansi Pemikiran Masa Pergerakan Nasional di Era Modern<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"21:1-21:302\">Pemikiran para tokoh pergerakan nasional tentang hukum tata negara masih relevan dengan era modern. Di tengah berbagai tantangan seperti korupsi, oligarki, dan radikalisme, pemikiran para tokoh pergerakan nasional dapat menjadi inspirasi dalam membangun demokrasi yang lebih kuat dan adil di Indonesia.<\/p>\n<h2 data-sourcepos=\"23:1-23:17\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kesimpulan\"><\/span><strong>6. Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-sourcepos=\"25:1-25:84\"><strong>Menengok Kembali Sejarah: Mempelajari Hukum Tata Negara Masa Pergerakan Nasional<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"27:1-27:167\">Mempelajari hukum tata negara masa pergerakan nasional merupakan langkah penting untuk memahami sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan fondasi demokrasi di Indonesia.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"29:1-29:67\"><strong>Melestarikan Warisan Perjuangan: Memperkuat Demokrasi Indonesia<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"31:1-31:170\">Melestarikan warisan perjuangan para pahlawan dan pemikiran mereka tentang hukum tata negara menjadi tanggung jawab generasi muda untuk memperkuat demokrasi di Indonesia.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"33:1-33:79\"><strong>Membangun Masa Depan Bangsa: Terinspirasi dari Semangat Pergerakan Nasional<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"35:1-35:144\">Semangat pergerakan nasional dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik, adil, dan demokratis.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"37:1-37:16\"><strong>7. Referensi<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"39:1-45:0\">\n<li data-sourcepos=\"39:1-39:126\">Anderson, B. (1972). <em>Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944-1946<\/em>. Ithaca: Cornell University Press.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"40:1-40:101\">Kahin, G. McT. (1952). <em>Nationalism and Revolution in Indonesia<\/em>. Ithaca: Cornell University Press.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"41:1-41:78\">Noer, D. (1973). <em>Mohammad Hatta: A Biography<\/em>. The Hague: Martinus Nijhoff.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"42:1-42:108\">Ricklefs, M. C. (2008). <em>A History of Modern Indonesia Since c.1300<\/em>. Stanford: Stanford University Press.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"43:1-43:83\">Salim, A. (1949). <em>Pandangan tentang Indonesia Merdeka<\/em>. Djakarta: Balai Pustaka.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"44:1-45:0\">Sjahrir, S. (1945). <em>Perjuangan Kita<\/em>. Djakarta: Pustaka Rakjat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Pendahuluan Menapaki Jejak Pergerakan Nasional: Sebuah Era Kebangkitan Menuju Kemerdekaan Masa Pergerakan Nasional (1908-1945) merupakan periode krusial dalam sejarah Indonesia. Era ini diwarnai dengan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-11628","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11628"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11628\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}