{"id":1213,"date":"2023-06-04T23:01:56","date_gmt":"2023-06-04T23:01:56","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1213"},"modified":"2023-06-04T23:01:56","modified_gmt":"2023-06-04T23:01:56","slug":"dampak-negatif-marketplace-guru-apa-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/dampak-negatif-marketplace-guru-apa-saja.html","title":{"rendered":"Dampak Negatif Marketplace Guru, Apa Saja?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/dampak-negatif-marketplace-guru-apa-saja.html\/#Mengabaikan_Transformasi_Tata_Kelola_Guru\" >Mengabaikan Transformasi Tata Kelola Guru<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/dampak-negatif-marketplace-guru-apa-saja.html\/#Menimbulkan_Persaingan_Tidak_Sehat\" >Menimbulkan Persaingan Tidak Sehat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/dampak-negatif-marketplace-guru-apa-saja.html\/#Mengurangi_Kualitas_Pendidikan\" >Mengurangi Kualitas Pendidikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/dampak-negatif-marketplace-guru-apa-saja.html\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Marketplace guru adalah sebuah platform online yang direncanakan oleh pemerintah untuk menjadi basis data tenaga guru yang dapat diakses oleh semua sekolah. Tujuan dari marketplace guru adalah untuk mengatasi persoalan guru honorer yang terus muncul dan memberikan kesempatan bagi para guru untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan minat mereka. Namun, ide ini menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, terutama dari organisasi guru dan masyarakat. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang mungkin timbul dari penerapan marketplace guru:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengabaikan_Transformasi_Tata_Kelola_Guru\"><\/span>Mengabaikan Transformasi Tata Kelola Guru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu kritik yang disampaikan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) adalah bahwa marketplace guru tidak memperhatikan transformasi tata kelola guru yang lebih mendesak untuk dilakukan. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Dudung Abdul Qodir, sebelum bicara tentang marketplace guru, pemerintah harus melakukan transformasi tata kelola guru yang benar dan baik terlebih dahulu\u00b9\u00b2. Transformasi tersebut meliputi:<\/p>\n<p>&#8211; Transformasi penyiapan perguruan tinggi berkelas dunia yang memiliki sarana dan prasarana kampus yang dapat mendukung kualitas dan budaya para calon guru.<br \/>\n&#8211; Transformasi tata kelola penggajian dan kesejahteraan guru, seleksi guru, pembinaan pengembangan karir guru, hingga penghargaan dan perlindungan guru.<\/p>\n<p>Dudung mengatakan, jika transformasi tata kelola guru belum dilaksanakan lalu pemerintah langsung membuat marketplace guru, hal itu justru akan membahayakan para guru. Sebab, masih banyak guru-guru yang berada di wilayah blank spot yang harus menjadi perhatian dan pemikiran semua pihak\u00b9\u00b2.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menimbulkan_Persaingan_Tidak_Sehat\"><\/span>Menimbulkan Persaingan Tidak Sehat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dampak negatif lain yang mungkin timbul dari marketplace guru adalah menimbulkan persaingan tidak sehat antara para guru. Dengan adanya marketplace guru, setiap sekolah dapat mengakses data tenaga guru dan memilih siapa yang ingin diundang untuk menjadi guru di sekolah mereka. Hal ini dapat membuat para guru merasa tidak aman dan harus bersaing dengan sesama guru untuk mendapatkan pekerjaan. Selain itu, hal ini juga dapat menimbulkan diskriminasi terhadap para guru yang kurang berkualitas atau berpengalaman.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengurangi_Kualitas_Pendidikan\"><\/span>Mengurangi Kualitas Pendidikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dampak negatif selanjutnya yang mungkin timbul dari marketplace guru adalah mengurangi kualitas pendidikan. Dengan adanya marketplace guru, para guru dapat bebas memilih sekolah mana yang ingin mereka ajari. Hal ini dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara kebutuhan sekolah dan kemampuan guru. Misalnya, seorang guru yang ahli dalam bidang matematika dapat memilih untuk mengajar di sekolah yang membutuhkan guru bahasa Inggris. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi proses belajar mengajar dan hasil pembelajaran siswa.<\/p>\n<p>Selain itu, dengan adanya marketplace guru, para guru juga dapat berpindah-pindah sekolah dengan mudah. Hal ini dapat mengganggu kontinuitas pembelajaran dan hubungan antara guru dan siswa. Guru yang sering berpindah-pindah sekolah mungkin tidak memiliki komitmen dan tanggung jawab terhadap sekolah dan siswa yang mereka ajari.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Marketplace guru adalah sebuah ide yang ditawarkan oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan guru honorer dan memberikan kesempatan bagi para guru untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan minat mereka. Namun, ide ini juga menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, terutama dari organisasi guru dan masyarakat. Beberapa dampak negatif yang mungkin timbul dari penerapan marketplace guru adalah:<\/p>\n<p>&#8211; Mengabaikan transformasi tata kelola guru yang lebih mendesak untuk dilakukan.<br \/>\n&#8211; Menimbulkan persaingan tidak sehat antara para guru.<br \/>\n&#8211; Mengurangi kualitas pendidikan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, sebelum menerapkan marketplace guru, pemerintah harus mempertimbangkan dengan matang dampak-dampak yang mungkin timbul dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Selain itu, pemerintah juga harus melibatkan para pemangku kepentingan, terutama para guru, dalam merumuskan dan mengimplementasikan marketplace guru agar dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) PGRI: Kalau Sistem tak Kuat, Marketplace Justru Berbahaya untuk Guru &#8230;. https:\/\/news.republika.co.id\/berita\/rvezjh330\/pgri-kalau-sistem-tak-kuat-marketplace-justru-berbahaya-untuk-guru.<br \/>\n(2) Kritik Marketplace Guru Berlanjut | Republika ID. https:\/\/www.republika.id\/posts\/41359\/kritik-marketplace-guru-berlanjut.<br \/>\n(3) Pro-Kontra Rekrutmen Guru Bakal Lewat Marketplace Mulai 2024, Warganet &#8230;. https:\/\/www.liputan6.com\/citizen6\/read\/5303498\/pro-kontra-rekrutmen-guru-bakal-lewat-marketplace-mulai-2024-warganet-imbau-tunggu-penjelasan-sistem-kerjanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marketplace guru adalah sebuah platform online yang direncanakan oleh pemerintah untuk menjadi basis data tenaga guru yang dapat diakses oleh semua sekolah. Tujuan dari marketplace&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-1213","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1213"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1213\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}