{"id":12270,"date":"2024-02-15T12:14:29","date_gmt":"2024-02-15T05:14:29","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=12270"},"modified":"2024-02-15T12:14:29","modified_gmt":"2024-02-15T05:14:29","slug":"kerangka-etnografi-fungsi-komponen-dan-jenis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kerangka-etnografi-fungsi-komponen-dan-jenis.html","title":{"rendered":"Kerangka Etnografi: Fungsi, Komponen, dan Jenis"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kerangka-etnografi-fungsi-komponen-dan-jenis.html\/#Fungsi_Kerangka_Etnografi\" >Fungsi Kerangka Etnografi:<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kerangka-etnografi-fungsi-komponen-dan-jenis.html\/#Komponen_Kerangka_Etnografi\" >Komponen Kerangka Etnografi:<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kerangka-etnografi-fungsi-komponen-dan-jenis.html\/#Jenis-jenis_Kerangka_Etnografi\" >Jenis-jenis Kerangka Etnografi:<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel ui-v2-enabled\" dir=\"ltr\">\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:314\">Etnografi, sebagai metode penelitian kualitatif, menawarkan cara untuk memahami budaya dan masyarakat secara mendalam. Kerangka etnografi menjadi elemen krusial dalam penelitian etnografi, bertindak sebagai peta jalan yang mengarahkan peneliti dalam perjalanannya meneliti kompleksitas budaya dan kehidupan sosial.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"7:1-7:30\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Kerangka_Etnografi\"><\/span><strong>Fungsi Kerangka Etnografi:<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"9:1-22:0\">\n<li data-sourcepos=\"9:1-14:0\">\n<p data-sourcepos=\"9:3-9:192\"><strong>Memfokuskan Penelitian:<\/strong> Kerangka etnografi membantu peneliti mendefinisikan fokus penelitiannya. Peneliti dapat mengidentifikasi pertanyaan penelitian yang spesifik dan terarah, seperti:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"11:5-14:0\">\n<li data-sourcepos=\"11:5-11:99\">&#8220;Bagaimana ritual adat pernikahan di suku X mencerminkan nilai-nilai dan kepercayaan mereka?&#8221;<\/li>\n<li data-sourcepos=\"12:5-12:86\">&#8220;Bagaimana persepsi masyarakat terhadap peran perempuan dalam budaya patriarki?&#8221;<\/li>\n<li data-sourcepos=\"13:5-14:0\">&#8220;Bagaimana dampak gentrifikasi terhadap komunitas lokal?&#8221;<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"15:1-20:0\">\n<p data-sourcepos=\"15:3-15:220\"><strong>Menentukan Arah Pengumpulan Data:<\/strong> Berdasarkan fokus penelitian, kerangka etnografi membantu peneliti menentukan jenis data yang perlu dikumpulkan. Peneliti dapat memilih metode pengumpulan data yang tepat, seperti:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"17:5-20:0\">\n<li data-sourcepos=\"17:5-17:266\"><strong>Observasi partisipan:<\/strong> Peneliti terlibat langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diteliti. Contohnya, peneliti yang mempelajari budaya pernikahan di suku Batak dapat mengamati langsung prosesi pernikahan adat dan berpartisipasi dalam ritualnya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"18:5-18:344\"><strong>Wawancara mendalam:<\/strong> Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan informan kunci untuk mendapatkan informasi yang lebih detail tentang topik penelitian. Contohnya, peneliti yang mempelajari peran perempuan dalam budaya patriarki dapat mewawancarai perempuan dari berbagai latar belakang untuk memahami pengalaman dan perspektif mereka.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"19:5-20:0\"><strong>Analisis dokumen:<\/strong> Peneliti menganalisis dokumen dan teks yang terkait dengan topik penelitian. Contohnya, peneliti yang mempelajari dampak gentrifikasi terhadap komunitas lokal dapat menganalisis dokumen perencanaan kota, surat kabar lokal, dan media sosial.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-sourcepos=\"21:1-22:0\">\n<p data-sourcepos=\"21:3-21:359\"><strong>Memandu Analisis Data:<\/strong> Kerangka etnografi menyediakan struktur untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Peneliti dapat mengidentifikasi tema dan pola yang muncul dari data, serta menginterpretasikan maknanya dalam konteks budaya dan sosial. Teknik analisis data kualitatif seperti grounded theory, analisis naratif, dan analisis wacana dapat digunakan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"23:1-23:32\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_Kerangka_Etnografi\"><\/span><strong>Komponen Kerangka Etnografi:<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"25:1-31:0\">\n<li data-sourcepos=\"25:1-25:164\"><strong>Pertanyaan Penelitian:<\/strong> Pertanyaan penelitian menjadi jantung penelitian etnografi. Pertanyaan ini harus spesifik, fokus, dan dapat dijawab melalui penelitian.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"26:1-26:203\"><strong>Tinjauan Pustaka:<\/strong> Tinjauan pustaka membantu peneliti memahami penelitian sebelumnya tentang topik yang sama, mengidentifikasi celah pengetahuan, dan membangun landasan teoretis untuk penelitiannya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"27:1-27:215\"><strong>Latar Belakang Budaya dan Sosial:<\/strong> Peneliti perlu memahami konteks budaya dan sosial di mana penelitian dilakukan. Hal ini meliputi sejarah, struktur sosial, ekonomi, politik, dan sistem kepercayaan masyarakat.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"28:1-28:167\"><strong>Metode Penelitian:<\/strong> Peneliti memilih metode penelitian yang tepat untuk mengumpulkan data, seperti observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"29:1-29:211\"><strong>Analisis Data:<\/strong> Peneliti menganalisis data yang dikumpulkan secara sistematis dan terstruktur. Teknik analisis data kualitatif seperti grounded theory, analisis naratif, dan analisis wacana dapat digunakan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"30:1-31:0\"><strong>Etika Penelitian:<\/strong> Peneliti harus memastikan bahwa penelitiannya dilakukan secara etis, dengan menghormati hak-hak dan privasi partisipan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"32:1-32:35\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-jenis_Kerangka_Etnografi\"><\/span><strong>Jenis-jenis Kerangka Etnografi:<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"34:1-37:0\">\n<li data-sourcepos=\"34:1-34:139\"><strong>Kerangka Etnografi Klasik:<\/strong> Berfokus pada deskripsi menyeluruh budaya dan masyarakat. Contohnya: penelitian tentang budaya suku Baduy.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"35:1-35:161\"><strong>Kerangka Etnografi Fokus:<\/strong> Berfokus pada aspek tertentu dari budaya atau masyarakat. Contohnya: penelitian tentang peran dukun dalam masyarakat tradisional.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"36:1-37:0\"><strong>Kerangka Etnografi Kritis:<\/strong> Mempertanyakan struktur kekuasaan dan ketidakadilan dalam masyarakat. Contohnya: penelitian tentang dampak gentrifikasi terhadap komunitas lokal.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"38:1-38:42\"><strong>Memilih Kerangka Etnografi yang Tepat:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"40:1-43:0\">\n<li data-sourcepos=\"40:1-40:121\"><strong>Topik Penelitian:<\/strong> Topik penelitian menentukan jenis data yang perlu dikumpulkan dan bagaimana cara menganalisisnya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"41:1-41:116\"><strong>Tujuan Penelitian:<\/strong> Tujuan penelitian menentukan fokus penelitian dan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"42:1-43:0\"><strong>Pendekatan Penelitian:<\/strong> Pendekatan penelitian menentukan metode penelitian yang akan digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Etnografi, sebagai metode penelitian kualitatif, menawarkan cara untuk memahami budaya dan masyarakat secara mendalam. Kerangka etnografi menjadi elemen krusial dalam penelitian etnografi, bertindak sebagai peta&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2758],"tags":[],"class_list":["post-12270","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12270"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12270\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}