{"id":1310,"date":"2023-01-03T08:55:14","date_gmt":"2023-01-03T08:55:14","guid":{"rendered":"https:\/\/payungi.org\/?p=1310"},"modified":"2023-01-03T08:55:14","modified_gmt":"2023-01-03T08:55:14","slug":"desa-tematik-jenis-manfaat-contoh-dan-kritik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tematik-jenis-manfaat-contoh-dan-kritik.html","title":{"rendered":"Desa Tematik: Jenis, Manfaat, Contoh dan Kritik"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tematik-jenis-manfaat-contoh-dan-kritik.html\/#Jenis-jenis_desa_tematik\" >Jenis-jenis desa tematik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tematik-jenis-manfaat-contoh-dan-kritik.html\/#Manfaat_desa_tematik_bagi_warga\" >Manfaat desa tematik bagi warga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tematik-jenis-manfaat-contoh-dan-kritik.html\/#Manfaat_desa_tematik_bagi_wisatawan\" >Manfaat desa tematik bagi wisatawan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tematik-jenis-manfaat-contoh-dan-kritik.html\/#Contoh_desa_tematik\" >Contoh desa tematik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tematik-jenis-manfaat-contoh-dan-kritik.html\/#Kritik_terhadap_desa_tematik\" >Kritik terhadap desa tematik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/desa-tematik-jenis-manfaat-contoh-dan-kritik.html\/#Simpulan\" >Simpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Desa tematik adalah sebuah desa yang didesain dan dikembangkan dengan tema tertentu, seperti desa budaya, desa peternakan, atau desa pariwisata.<\/p>\n<p>Tujuan utama dari desa tematik adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui pengembangan pariwisata dan promosi keunikan desa tersebut.<\/p>\n<p>Di Indonesia sendiri, terdapat banyak sekali desa tematik yang tersebar di berbagai daerah, yang masing-masing memiliki tema yang unik dan menarik.<\/p>\n<p>Desa tematik merupakan salah satu bentuk pengembangan pariwisata yang memanfaatkan keunikan dan potensi yang dimiliki oleh suatu desa.<\/p>\n<p>Dengan mengembangkan desa tematik, diharapkan masyarakat setempat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan pariwisata yang terjadi di desa tersebut.<\/p>\n<p>Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai desa tematik, termasuk contoh-contoh desa tematik yang ada di Indonesia, serta manfaat dan potensi yang dapat diperoleh dari pengembangan desa tematik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-jenis_desa_tematik\"><\/span><strong>Jenis-jenis desa tematik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>1. Desa tematik budaya<\/strong><\/p>\n<p>Desa tematik ini mengusung tema budaya sebagai daya tarik utamanya. Warga desa tersebut biasanya menghidupkan dan mempertahankan kebudayaan yang terkait dengan desa mereka. Contoh desa tematik budaya di Indonesia adalah Desa Bali Aga di Tenganan, Bali, yang mempertahankan adat istiadat dan kebudayaan Bali Aga, serta Kampung Naga di Garut, Jawa Barat, yang terkenal dengan kebudayaan adat istiadatnya yang unik.<\/p>\n<p><strong>2. Desa tematik pariwisata<\/strong><\/p>\n<p>Desa tematik ini mengusung pariwisata sebagai daya tarik utamanya. Desa ini biasanya dikembangkan menjadi tempat wisata yang menyajikan suasana dan pengalaman yang berbeda dari tempat wisata lainnya. Contoh desa tematik pariwisata di Indonesia adalah Desa Wisata Tamblingan di Banyuwangi, Jawa Timur, yang menawarkan pengalaman berkemah dan mengelilingi danau Tamblingan, serta Desa Wisata Pulau Pahawang di Lampung, yang menyajikan pengalaman snorkeling dan diving di pulau tersebut.<\/p>\n<p><strong>3. Desa tematik agribisnis<\/strong><\/p>\n<p>Desa tematik ini mengusung agribisnis sebagai daya tarik utamanya. Desa ini biasanya merupakan desa yang memproduksi suatu komoditas tertentu, seperti desa tembakau, desa kopi, atau desa teh, yang kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata agribisnis. Contoh desa tematik agribisnis di Indonesia adalah Desa Wisata Kopi Luwak di Bali, yang menyajikan pengalaman mengunjungi kebun kopi dan mencicipi kopi luwak, serta Desa Wisata Tembakau Jember di Jember, Jawa Timur, yang menawarkan pengalaman mengunjungi kebun tembakau dan mencicipi rokok khas Jember.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_desa_tematik_bagi_warga\"><\/span><strong>Manfaat desa tematik bagi warga<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Manfaat desa tematik bagi warga tergantung pada tema yang diusung oleh desa tersebut. Berikut ini beberapa manfaat yang mungkin bisa didapatkan oleh warga desa tematik:<\/p>\n<ol>\n<li>Peningkatan penghasilan: Desa tematik yang mengusung tema pariwisata misalnya, dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi warga desa tersebut melalui penyediaan fasilitas dan jasa pariwisata.<\/li>\n<li>Peningkatan kualitas hidup: Desa tematik yang mengusung tema pertanian, seni budaya, atau tema lainnya dapat meningkatkan kualitas hidup warga desa dengan menyediakan akses terhadap pelatihan dan pendidikan yang terkait dengan tema tersebut.<\/li>\n<li>Peningkatan kemandirian: Desa tematik dapat meningkatkan kemandirian warga desa dengan memberikan akses terhadap teknologi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan desa tersebut.<\/li>\n<li>Peningkatan kesadaran lingkungan: Desa tematik yang mengusung tema lingkungan dapat membantu warga desa menyadari pentingnya pelestarian lingkungan dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan desa yang ramah lingkungan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_desa_tematik_bagi_wisatawan\"><\/span><strong>Manfaat desa tematik bagi wisatawan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Desa tematik yang mengusung tema pariwisata dapat menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan. Berikut ini beberapa manfaat yang mungkin bisa didapatkan oleh wisatawan yang berkunjung ke desa tematik:<\/p>\n<ol>\n<li>Pengalaman baru: Desa tematik dapat menyajikan pengalaman wisata yang berbeda dari wisata biasa, terutama jika tema yang diusung merupakan hal yang unik dan jarang ditemui di tempat lain.<\/li>\n<li>Kesempatan belajar: Desa tematik yang mengusung tema pertanian, seni budaya, atau tema lainnya dapat memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk belajar lebih dalam tentang tema tersebut.<\/li>\n<li>Dukungan terhadap komunitas lokal: Dengan berkunjung ke desa tematik, wisatawan dapat memberikan dukungan terhadap komunitas lokal yang tinggal di desa tersebut, misalnya melalui pembelian produk lokal atau menyewa jasa yang disediakan oleh warga desa.<\/li>\n<li>Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat lokal: Desa tematik dapat memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal dan belajar lebih dalam tentang kebudayaan dan kebiasaan masyarakat tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_desa_tematik\"><\/span><strong>Contoh desa tematik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Beirkut beberapa contoh desa tematik di Indonesia:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Desa Wisata Tamblingan di Banyuwangi<\/strong>, <strong>Jawa Timur<\/strong> Desa ini mengusung tema pariwisata dengan menawarkan pengalaman berkemah dan mengelilingi danau Tamblingan.<\/li>\n<li><strong>Desa Wisata Pulau Pahawang di Lampung<\/strong> Desa ini mengusung tema pariwisata dengan menawarkan pengalaman snorkeling dan diving di pulau tersebut.<\/li>\n<li><strong>Desa Bali Aga di Tenganan<\/strong>, <strong>Bali<\/strong> Desa ini mengusung tema budaya dengan mempertahankan adat istiadat dan kebudayaan Bali Aga.<\/li>\n<li><strong>Kampung Batik Laweyan di Surakarta, Jawa Tengah<\/strong> Desa ini mengusung tema budaya dengan mempertahankan kebudayaan batik Laweyan yang terkenal.<\/li>\n<li><strong>Desa Wisata Kopi Luwak di Bali<\/strong> Desa ini mengusung tema agribisnis dengan menawarkan pengalaman mengunjungi kebun kopi dan mencicipi kopi luwak.<\/li>\n<li><strong>Desa Wisata Tembakau Jember di Jember, Jawa Timur<\/strong> Desa ini mengusung tema agribisnis dengan menawarkan pengalaman mengunjungi kebun tembakau dan mencicipi rokok khas Jember.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kritik_terhadap_desa_tematik\"><\/span><strong>Kritik terhadap desa tematik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Desa tematik tidak selalu menerima sambutan positif dari semua pihak. Berikut ini beberapa kritik yang sering ditujukan pada desa tematik:<\/p>\n<p><strong>1. Kemajuan ekonomi tidak merata<\/strong><\/p>\n<p>Desa tematik yang mengusung tema pariwisata misalnya, mungkin hanya memberikan keuntungan bagi sebagian kecil warga desa yang terlibat langsung dalam industri pariwisata, sementara sebagian besar warga desa mungkin tidak merasakan manfaat yang signifikan.<\/p>\n<p><strong>2. Menguatnya perbedaan sosial<\/strong><\/p>\n<p>Desa tematik yang menjadi tujuan wisata mungkin akan menarik perhatian wisatawan yang lebih mampu, sehingga mungkin akan terjadi perbedaan sosial yang lebih besar antara warga desa yang terlibat langsung dalam industri pariwisata dengan warga desa yang tidak terlibat.<\/p>\n<p><strong>3. Menghilangnya keaslian desa<\/strong><\/p>\n<p>Desa tematik yang mengusung tema pariwisata misalnya, mungkin akan mengalami perubahan yang signifikan dari aspek kebudayaan dan kebiasaan masyarakat, sehingga keaslian desa tersebut mungkin akan hilang.<\/p>\n<p><strong>4. Kerusakan lingkungan<\/strong><\/p>\n<p>Desa tematik yang menjadi tujuan wisata mungkin akan mengalami peningkatan aktivitas wisata yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran udara atau air, dan kerusakan ekosistem.<\/p>\n<p><strong>5. Menghilangnya akses terhadap sumber daya<\/strong><\/p>\n<p>Desa tematik yang mengusung tema pertanian misalnya, mungkin akan mengalami perubahan dari aspek pertanian, sehingga warga desa yang tidak terlibat langsung dalam industri pariwisata mungkin akan kehilangan akses terhadap sumber daya pertanian yang sebelumnya mereka miliki.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Simpulan\"><\/span><b>Simpulan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<div class=\"w-full border-b border-black\/10 dark:border-gray-900\/50 text-gray-800 dark:text-gray-100 group bg-gray-50 dark:bg-[#444654]\">\n<div class=\"text-base gap-4 md:gap-6 m-auto md:max-w-2xl lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl p-4 md:py-6 flex lg:px-0\">\n<div class=\"relative flex w-[calc(100%-50px)] md:flex-col lg:w-[calc(100%-115px)]\">\n<div class=\"flex flex-grow flex-col gap-3\">\n<div class=\"min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-4 whitespace-pre-wrap\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light\">\n<p>Desa tematik adalah sebuah desa yang dikembangkan dengan mengusung tema tertentu, misalnya tema pariwisata, pertanian, atau seni budaya. Desa tematik memiliki beberapa manfaat yang dapat memberikan dampak positif bagi warga desa, wisatawan, dan masyarakat pada umumnya, seperti peningkatan perekonomian, peningkatan kualitas hidup, peningkatan kemandirian, peningkatan kesadaran lingkungan, dan peningkatan pariwisata. Namun, desa tematik juga tidak selalu menerima sambutan positif dari semua pihak, dan mungkin akan mengalami beberapa kritik seperti kemajuan ekonomi yang tidak merata, penguatan perbedaan sosial, menghilangnya keaslian desa, kerusakan lingkungan, dan menghilangnya akses terhadap sumber daya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desa tematik adalah sebuah desa yang didesain dan dikembangkan dengan tema tertentu, seperti desa budaya, desa peternakan, atau desa pariwisata. Tujuan utama dari desa tematik&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1313,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13620],"tags":[],"class_list":["post-1310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1310"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1310\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}