{"id":1374,"date":"2023-06-08T08:09:13","date_gmt":"2023-06-08T08:09:13","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1374"},"modified":"2023-09-04T00:13:02","modified_gmt":"2023-09-04T00:13:02","slug":"tarian-tarian-adat-khas-lampung-yuk-kenali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tarian-tarian-adat-khas-lampung-yuk-kenali.html","title":{"rendered":"Tarian-Tarian Adat Khas Lampung, Yuk Kenali!"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tarian-tarian-adat-khas-lampung-yuk-kenali.html\/#1_Tari_Melinting\" >1. Tari Melinting<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tarian-tarian-adat-khas-lampung-yuk-kenali.html\/#2_Tari_Bedana\" >2. Tari Bedana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tarian-tarian-adat-khas-lampung-yuk-kenali.html\/#3_Tari_Cangget\" >3. Tari Cangget<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tarian-tarian-adat-khas-lampung-yuk-kenali.html\/#4_Tari_Sigeh_Pengunten\" >4. Tari Sigeh Pengunten<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Lampung adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki kekayaan budaya yang beragam, termasuk tarian tradisional. Tarian-tarian Lampung merupakan warisan leluhur yang dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Lampung. Tarian-tarian Lampung juga mencerminkan nilai-nilai kehidupan, kepercayaan, dan kearifan lokal masyarakat Lampung. Berikut adalah enam tarian adat Lampung yang penuh makna dan filosofi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tari_Melinting\"><\/span>1. Tari Melinting<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tari Melinting adalah tari persembahan yang berasal dari Melinting, Lampung Timur. Tarian ini merupakan tarian yang dianggap klasik, karena tarian ini telah ada semenjak masuknya Islam di Nusantara. Tari Melinting dibawakan sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat Lampung atas apa yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Tari Melinting dibawakan oleh delapan orang penari, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan. Penari laki-laki mengenakan busana adat Lampung berwarna hitam dengan kain sarung berwarna merah, sedangkan penari perempuan mengenakan busana adat Lampung berwarna merah dengan kain sarung berwarna hitam. Penari juga memakai aksesoris seperti selendang, mahkota, dan gelang<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Tari Melinting memiliki beberapa babak, yaitu babak pembuka, babak gator, babak kenui melayang, dan babak penutup. Setiap babak memiliki gerakan yang berbeda-beda. Gerakan penari laki-laki cenderung lincah dan manis, sedangkan gerakan penari perempuan cenderung lembut dan anggun<sup>1<\/sup>. Tari Melinting diiringi oleh alat musik tradisional seperti gendang, gong, suling, dan rebana<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tari_Bedana\"><\/span>2. Tari Bedana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tari Bedana adalah tarian yang berasal dari Lampung Timur yang menjelaskan tentang ajaran Islam dan mencerminkan tata kehidupan masyarakat Lampung. Tarian ini juga menyimbolkan tentang persahabatan dan pergaulan anak remaja di daerah Lampung<sup>2<\/sup>. Tari Bedana biasanya dimainkan ketika anggota keluarga khatam Al-Qur\u2019an atau pada acara-acara tertentu seperti pernikahan, khitanan, atau penyambutan tamu<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Tari Bedana dibawakan oleh sepuluh orang penari, terdiri dari lima laki-laki dan lima perempuan. Penari mengenakan busana adat Lampung berwarna putih dengan kain sarung berwarna merah atau kuning. Penari juga memakai aksesoris seperti selendang, mahkota, gelang, dan keris<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Tari Bedana memiliki gerakan yang dinamis dan harmonis. Gerakan penari laki-laki menunjukkan kegagahan dan keberanian, sedangkan gerakan penari perempuan menunjukkan kelembutan dan kesopanan<sup>1<\/sup>. Tari Bedana diiringi oleh alat musik tradisional seperti gambus, kerenceng, ketipung, dan lagu-lagu bernuansa gembira dan riang<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tari_Cangget\"><\/span>3. Tari Cangget<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tari Cangget adalah tarian yang paling terkenal di Lampung. Tarian ini merupakan tarian para pemuda dan pemudi di Provinsi Lampung. Tarian ini biasanya ditampilkan pada acara-acara yang berhubungan dengan gawi adat, seperti panen raya, upacara mendirikan rumah, atau mengantar orang yang akan berpergian menunaikan ibadah haji<sup>3<\/sup>. Tarian ini juga merupakan tarian penyambutan para tamu dalam acara resmi<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Tari Cangget dibawakan oleh delapan orang penari, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan. Penari mengenakan busana adat Lampung berwarna hitam dengan kain sarung berwarna merah. Penari juga memakai aksesoris seperti selendang, mahkota, gelang, dan keris<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Tari Cangget memiliki gerakan yang lincah dan enerjik. Gerakan penari laki-laki menunjukkan keberanian dan kegembiraan, sedangkan gerakan penari perempuan menunjukkan keanggunan dan kesenangan<sup>3<\/sup>. Tari Cangget diiringi oleh alat musik tradisional seperti gendang, gong, suling, dan rebana<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tari_Sigeh_Pengunten\"><\/span>4. Tari Sigeh Pengunten<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tari Sigeh Pengunten adalah tarian kreasi baru dari Lampung. Tarian ini merupakan pengembangan dari tari sembah yang merupakan tarian tradisional masyarakat Lampung. Tarian ini juga merupakan tarian penyambutan para tamu dalam acara resmi<sup>2<\/sup>. Tarian ini juga menggambarkan tentang prosesi pernikahan adat Lampung<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Tari Sigeh Pengunten dibawakan oleh sepuluh orang penari, terdiri dari lima laki-laki dan lima perempuan. Penari mengenakan busana adat Lampung berwarna putih dengan kain sarung berwarna merah atau kuning. Penari juga memakai aksesoris seperti selendang, mahkota, gelang, dan keris<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Tari Sigeh Pengunten memiliki gerakan yang lembut dan anggun. Gerakan penari laki-laki menunjukkan penghormatan dan pengagungan, sedangkan gerakan penari perempuan menunjukkan kesopanan dan ketaatan<sup>1<\/sup>. Tari Sigeh Pengunten diiringi oleh alat musik tradisional seperti gendang, gong, suling, dan rebana<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">Sumber:<br \/>\n(1) 7 Tarian Lampung Beserta Gambar dan Penjelasannya &#8211; Perpustakaan.id. https:\/\/perpustakaan.id\/tarian-lampung\/.<br \/>\n(2) 6 Tarian Adat Lampung Sai Bumi Ruwa Jurai &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/sumbagsel\/budaya\/d-6908774\/6-tarian-adat-lampung-sai-bumi-ruwa-jurai.<br \/>\n(3) 6 Tarian Adat di Lampung, Penuh Makna dan Filosofi &#8211; iNews.ID. https:\/\/lampung.inews.id\/berita\/6-tarian-adat-di-lampung.<br \/>\n(4) 3000 Peserta Bakal Meramaikan Kirab Pemilu Pesisir Barat Lampung. https:\/\/lampung.tribunnews.com\/2023\/09\/02\/3000-peserta-bakal-meramaikan-kirab-pemilu-pesisir-barat-lampung.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki kekayaan budaya yang beragam, termasuk tarian tradisional. Tarian-tarian Lampung merupakan warisan leluhur yang dijaga dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-1374","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1374"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1374\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}