{"id":1562,"date":"2023-06-20T23:45:01","date_gmt":"2023-06-20T23:45:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1562"},"modified":"2023-06-20T23:45:01","modified_gmt":"2023-06-20T23:45:01","slug":"jalur-jalur-masuk-di-perguruan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/jalur-jalur-masuk-di-perguruan-tinggi.html","title":{"rendered":"Jalur-Jalur Masuk di Perguruan Tinggi"},"content":{"rendered":"<p>Memasuki jenjang pendidikan tinggi merupakan langkah strategis bagi calon mahasiswa untuk membangun kompetensi keilmuan dan karier masa depan. Di Indonesia, mekanisme seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) telah mengalami transformasi mendasar demi mewujudkan sistem seleksi yang berkeadilan, transparan, dan inklusif.<\/p>\n<p>Berdasarkan regulasi resmi <strong>Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri<\/strong> sebagaimana telah diubah dengan <strong>Permendikbudristek Nomor 62 Tahun 2023<\/strong>, sistem seleksi nasional PTN kini dikoordinasikan secara terpusat oleh <strong>Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP)<\/strong> di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui platform <strong>Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB)<\/strong>.<\/p>\n<div class=\"kajian-terkait-kampus\" style=\"background-color: #F8FAFC;border-left: 4px solid #D4AF37;padding: 16px 20px;margin: 28px 0;border-radius: 0 8px 8px 0\">\n<p style=\"margin-top: 0;margin-bottom: 8px;font-weight: bold;color: #0F172A\">Baca juga:<\/p>\n<ul style=\"margin-bottom: 0;padding-left: 20px;color: #334155\">\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/akreditasi-institusi-perguruan-tinggi-dan-kriteria-sapto.html\" title=\"Akreditasi PT\">Akreditasi Perguruan Tinggi: Instrumen BAN-PT dan Sistem Penjaminan Mutu<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tata-urutan-peraturan-perundang-undangan-dalam-sistem-hukum-nasional-di-indonesia.html\" title=\"Hierarki Hukum\">Tata Urutan Regulasi Pendidikan Tinggi dalam Sistem Hukum Nasional<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>Tiga Jalur Resmi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNPMB)<\/h2>\n<p>Dalam skema SNPMB mutakhir, sistem lama (seperti SNMPTN dan SBMPTN) telah resmi digantikan oleh tiga jalur seleksi berstandar nasional:<\/p>\n<h3>1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)<\/h3>\n<p>SNBP (pengganti SNMPTN) adalah jalur seleksi yang bertumpu pada prestasi akademik dan non-akademik siswa selama menempuh pendidikan menengah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Komponen Penilaian:<\/strong> Minimal 50% dihitung dari rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran semester 1\u20135, dan maksimal 50% dihitung dari nilai rapor mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, prestasi portofolio (seni\/olahraga), serta sertifikat prestasi kompetisi sains\/prestasi bakat.<\/li>\n<li><strong>Kuota Daya Tampung:<\/strong> Setiap PTN wajib mengalokasikan kuota minimum <strong>20%<\/strong> dari total kapasitas penerimaan untuk jalur SNBP.<\/li>\n<li><strong>Aturan Anti-Mangkir:<\/strong> Siswa yang telah dinyatakan lulus seleksi jalur SNBP dilarang mendaftar pada jalur SNBT maupun Seleksi Mandiri di PTN mana pun demi menjamin keadilan kuota bagi calon mahasiswa lain.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)<\/h3>\n<p>SNBT (pengganti SBMPTN) merupakan seleksi berbasis tes terstandarisasi komputer yang dinamakan <strong>Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Fokus Pengujian (Skolastik dan Literasi):<\/strong> Menghapus tes kemampuan akademik hafalan mata pelajaran (TKA) dan berfokus penuh pada:\n<ul>\n<li><strong>Tes Potensi Skolastik (TPS):<\/strong> Kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.<\/li>\n<li><strong>Literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris:<\/strong> Menakar kemampuan nalar kritis dan pemahaman teks mendalam.<\/li>\n<li><strong>Penalaran Matematika:<\/strong> Kemampuan menyelesaikan persoalan matematis logis kontekstual.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Kuota Daya Tampung:<\/strong> PTN non-Badan Hukum mengalokasikan minimum <strong>40%<\/strong>, sedangkan PTN Badan Hukum (PTN-BH) mengalokasikan minimum <strong>30%<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Seleksi Mandiri PTN<\/h3>\n<p>Jalur Seleksi Mandiri diselenggarakan secara otonom oleh masing-masing perguruan tinggi negeri setelah pengumuman hasil SNBT. Demi menjamin akuntabilitas publik dan transparansi, Permendikbudristek No. 48\/2022 jo. No. 62\/2023 mewajibkan PTN untuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengumumkan kuota daya tampung seleksi mandiri secara terbuka ke publik sebelum pendaftaran;<\/li>\n<li>Mengumumkan metode seleksi (menggunakan skor UTBK, tes potensi akademik mandiri, atau portofolio);<\/li>\n<li>Mengumumkan besaran biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI\/uang pangkal) secara transparan;<\/li>\n<li>Membuka masa sanggah hasil seleksi selama lima hari kerja pascapengumuman bagi masyarakat.<\/li>\n<li><strong>Batas Maksimum Kuota:<\/strong> Maksimal 30% untuk PTN biasa dan maksimal 50% untuk PTN-BH.<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"table-responsive\">\n<table class=\"table table-bordered table-striped\" style=\"width: 100%;border-collapse: collapse;margin: 24px 0\">\n<thead>\n<tr style=\"background-color: #0F172A;color: #FFFFFF\">\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Jalur Seleksi PTN<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Dasar Seleksi &#038; Kriteria Utama<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Alokasi Minimum Kuota PTN<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\"><strong>SNBP<\/strong> (Prestasi)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Nilai rapor semester 1\u20135 seluruh mapel + mapel pendukung prodi + portofolio seni\/olahraga<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Minimum 20%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\"><strong>SNBT<\/strong> (Tes UTBK)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi Bahasa Indonesia &#038; Inggris, serta Penalaran Matematika<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Minimum 40% (PTN biasa) \/ 30% (PTN-BH)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\"><strong>Seleksi Mandiri<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Ujian mandiri berbasis CBT, nilai UTBK, jalur prestasi kepemimpinan\/tahfidz\/atlet<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Maksimum 30% (PTN biasa) \/ 50% (PTN-BH)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2>Jalur Masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Keagamaan<\/h2>\n<p>Di samping PTN umum di bawah Kemendikbudristek, calon mahasiswa memiliki ragam pilihan alternatif bergengsi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN:<\/strong> Jalur seleksi prestasi dan tes terpusat untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UIN, IAIN, STAIN) di bawah Kementerian Agama.<\/li>\n<li><strong>Seleksi PTS (Jalur Bebas Tes \/ Nilai Rapor \/ Beasiswa):<\/strong> Perguruan tinggi swasta unggulan membuka jalur prestasi rapor, jalur beasiswa yayasan, serta jalur Computer Based Test (CBT) berkala sepanjang tahun.<\/li>\n<li><strong>Jalur Ikatan Dinas \/ Kedinasan:<\/strong> Seleksi sekolah kedinasan (seperti IPDN, STAN, STIS, Poltekip\/Poltekim) yang memadukan seleksi kompetensi dasar (SKD BKN berbasis CAT), tes kesehatan jasmani, dan wawancara komprehensif.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan memahami karakteristik setiap jalur seleksi secara cermat, calon mahasiswa dapat merancang strategi persiapan belajar yang efektif demi meraih program studi impian di perguruan tinggi terbaik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memasuki jenjang pendidikan tinggi merupakan langkah strategis bagi calon mahasiswa untuk membangun kompetensi keilmuan dan karier masa depan. Di Indonesia,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-1562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1562"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1562\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}