{"id":1581,"date":"2023-06-21T00:01:46","date_gmt":"2023-06-21T00:01:46","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1581"},"modified":"2023-12-06T01:05:05","modified_gmt":"2023-12-06T01:05:05","slug":"apa-arti-dari-kata-guru-honorer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html","title":{"rendered":"Apa Arti dari Kata Guru Honorer?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html\/#Definisi_Guru_Honorer_Menurut_Bahasa_dan_Regulasi\" >Definisi Guru Honorer Menurut Bahasa dan Regulasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html\/#Klasifikasi_Guru_Non-ASN_Berdasarkan_Lembaga_Penyelenggara\" >Klasifikasi Guru Non-ASN Berdasarkan Lembaga Penyelenggara<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html\/#1_Guru_Non-ASN_di_Satuan_Pendidikan_Negeri_Sekolah_Negeri\" >1. Guru Non-ASN di Satuan Pendidikan Negeri (Sekolah Negeri)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html\/#2_Guru_Tetap_Yayasan_GTY_dan_Guru_Non-ASN_di_Satuan_Pendidikan_Swasta\" >2. Guru Tetap Yayasan (GTY) dan Guru Non-ASN di Satuan Pendidikan Swasta<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html\/#Hak_dan_Kewajiban_Guru_Non-ASN\" >Hak dan Kewajiban Guru Non-ASN<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html\/#Hak_Guru_Non-ASN\" >Hak Guru Non-ASN<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html\/#Kewajiban_Guru_Non-ASN\" >Kewajiban Guru Non-ASN<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html\/#Tabel_Komparasi_Status_Kepegawaian_Guru_di_Indonesia\" >Tabel Komparasi Status Kepegawaian Guru di Indonesia<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Istilah <strong>guru honorer<\/strong> telah lama melekat dalam khazanah pendidikan nasional Indonesia untuk menggambarkan tenaga pendidik yang mengabdikan diri di sekolah tanpa menyandang status sebagai pegawai tetap negara. Namun, seiring dengan reformasi birokrasi dan transformasi manajemen kepegawaian publik, istilah ini mengalami pergeseran yuridis yang sangat fundamental dalam perundang-undangan Indonesia menuju terminologi resmi: <strong>Guru Non-Aparatur Sipil Negara (Guru Non-ASN)<\/strong>.<\/p>\n<p>Memahami status, definisi, serta landasan hukum guru honorer menjadi sangat krusial, terutama pasca diundangkannya <strong>Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN)<\/strong> yang merestrukturisasi peta ketenagakerjaan pemerintah, memperjelas batasan pengangkatan tenaga honorer, serta mengatur transisi formasi ke dalam skema <strong>Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)<\/strong>.<\/p>\n<div class=\"kajian-terkait-kampus\" style=\"background-color: #F8FAFC;border-left: 4px solid #D4AF37;padding: 16px 20px;margin: 28px 0;border-radius: 0 8px 8px 0\">\n<p style=\"margin-top: 0;margin-bottom: 8px;font-weight: bold;color: #0F172A\">Kajian Terkait Profesi Guru:<\/p>\n<ul style=\"margin-bottom: 0;padding-left: 20px;color: #334155\">\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-tugas-guru-honorer.html\" title=\"Tugas Guru Honorer\">Apa Tugas Guru Honorer? Beban Kerja dan Standar Mutu Pendidikan<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-jam-kerja-guru-honorer.html\" title=\"Jam Kerja Guru Honorer\">Berapa Jam Kerja Guru Honorer? Regulasi Beban Kerja Mengajar dan Dapodik<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bagaimana-agar-guru-honorer-tetap-sejahtera.html\" title=\"Kesejahteraan Guru Honorer\">Bagaimana Agar Guru Honorer Tetap Sejahtera? 5 Kebijakan Afirmasi dan Jamsostek<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/insentif-guru-honorer-2023-kapan-cair.html\" title=\"Insentif Guru Honorer\">Juknis dan Kriteria Bantuan Insentif Guru Non-ASN Kemendikbudristek<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Definisi_Guru_Honorer_Menurut_Bahasa_dan_Regulasi\"><\/span>Definisi Guru Honorer Menurut Bahasa dan Regulasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara leksikal, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), guru honorer dimaknai sebagai <em>guru yang tidak digaji sebagai guru tetap, melainkan menerima honorarium berdasarkan jumlah jam pelajaran yang diberikan<\/em>. Kata honorarium sendiri merujuk pada upah imbalan jasa di luar gaji pokok aparatur negara.<\/p>\n<p>Secara yuridis-normatif, pengertian profesi pendidik diatur dalam dua undang-undang pokok:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen:<\/strong> Guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. UU ini tidak membedakan standar kompetensi pedagogik antara guru tetap maupun tidak tetap; setiap pendidik wajib memiliki kualifikasi akademik minimum S-1\/D-IV, empat kompetensi pokok (pedagogik, kepribadian, sosial, profesional), serta sertifikat pendidik.<\/li>\n<li><strong>Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara:<\/strong> Mengatur bahwa pegawai ASN hanya terdiri atas <strong>Pegawai Negeri Sipil (PNS)<\/strong> dan <strong>Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)<\/strong>. Dalam Pasal 66 ditegaskan bahwa instansi pemerintah dilarang mengangkat pegawai non-ASN untuk mengisi jabatan ASN, dan penataan tenaga non-ASN wajib diselesaikan paling lambat Desember 2024. Regulasi ini menutup pintu istilah honorer murni di instansi pemerintah dan mengarahkannya ke status ASN PPPK.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Klasifikasi_Guru_Non-ASN_Berdasarkan_Lembaga_Penyelenggara\"><\/span>Klasifikasi Guru Non-ASN Berdasarkan Lembaga Penyelenggara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam praktik tata kelola pendidikan di Indonesia, guru non-ASN terbagi ke dalam dua ekosistem utama:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Guru_Non-ASN_di_Satuan_Pendidikan_Negeri_Sekolah_Negeri\"><\/span>1. Guru Non-ASN di Satuan Pendidikan Negeri (Sekolah Negeri)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Guru yang mengajar di sekolah negeri milik pemerintah daerah namun belum berstatus PNS maupun PPPK. Keberadaan mereka tercatat dalam sistem <strong>Data Pokok Pendidikan (Dapodik)<\/strong> Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sumber pembiayaan honorarium guru non-ASN di sekolah negeri berasal dari alokasi dana <strong>Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP)<\/strong> Reguler berdasarkan Permendikbudristek No. 63 Tahun 2023 atau bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat.<\/p>\n<p>Berdasarkan <strong>Keputusan MenPAN-RB Nomor 347, 348, dan 349 Tahun 2024<\/strong>, guru non-ASN di sekolah negeri yang terdaftar dalam pangkalan data BKN dan Dapodik diberikan jalur afirmasi prioritas dalam seleksi CASN PPPK untuk diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu atau PPPK Paruh Waktu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Guru_Tetap_Yayasan_GTY_dan_Guru_Non-ASN_di_Satuan_Pendidikan_Swasta\"><\/span>2. Guru Tetap Yayasan (GTY) dan Guru Non-ASN di Satuan Pendidikan Swasta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Guru yang mengajar di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat (yayasan\/badan hukum pendidikan). Status kepegawaian mereka diatur melalui Surat Keputusan (SK) Pengangkatan oleh Yayasan Penyelenggara Pendidikan. Status hubungan kerjanya tunduk pada hukum ketenagakerjaan dan perjanjian kerja perdata.<\/p>\n<p>Guru swasta yang memenuhi kualifikasi berhak memperoleh sertifikasi pendidik melalui program PPG Guru Tertentu, memperoleh Surat Keputusan Inpassing\/Penyetaraan kepangkatan, serta mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau Bantuan Insentif Guru Non-ASN dari pemerintah pusat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hak_dan_Kewajiban_Guru_Non-ASN\"><\/span>Hak dan Kewajiban Guru Non-ASN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun menyandang status non-ASN, regulasi perundang-undangan tetap menjamin hak-hak asasi dan profesional pendidik:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hak_Guru_Non-ASN\"><\/span>Hak Guru Non-ASN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Hak Penghasilan:<\/strong> Menerima honorarium atau upah kerja yang disepakati dalam perjanjian kerja, serta tunjangan tambahan atau insentif pemerintah bagi yang memenuhi persyaratan Dapodik dan NUPTK.<\/li>\n<li><strong>Hak Pengembangan Profesi:<\/strong> Memperoleh kesempatan yang setara untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), pelatihan peningkatan kompetensi berkelanjutan (PKB), seminar, dan workshop kedinasan.<\/li>\n<li><strong>Hak Jaminan Sosial:<\/strong> Berhak didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua) serta BPJS Kesehatan sesuai Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2021.<\/li>\n<li><strong>Hak Perlindungan Hukum:<\/strong> Dilindungi oleh Pasal 39 UU No. 14 Tahun 2005 dari tindakan kekerasan, ancaman, diskriminasi, perlakuan tidak adil, atau intimidasi dari pihak manapun dalam menjalankan tugas profesi.<\/li>\n<li><strong>Hak Kebebasan Berserikat:<\/strong> Memiliki kemerdekaan untuk bergabung dengan organisasi profesi guru (seperti PGRI, IGI, PERGUNU, dan asosiasi guru lainnya) guna menyalurkan aspirasi ketenagakerjaan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kewajiban_Guru_Non-ASN\"><\/span>Kewajiban Guru Non-ASN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li>Merencanakan proses pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran secara objektif.<\/li>\n<li>Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik serta kompetensi pedagogis secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.<\/li>\n<li>Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik.<\/li>\n<li>Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika moral dalam lingkungan pendidikan.<\/li>\n<li>Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa di dalam iklim satuan pendidikan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_Komparasi_Status_Kepegawaian_Guru_di_Indonesia\"><\/span>Tabel Komparasi Status Kepegawaian Guru di Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"table-responsive\">\n<table class=\"table table-bordered table-striped\" style=\"width: 100%;border-collapse: collapse;margin: 24px 0\">\n<thead>\n<tr style=\"background-color: #0F172A;color: #FFFFFF\">\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Aspek Pembeda<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Guru PNS<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Guru PPPK (ASN)<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Guru Tetap Yayasan (GTY)<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Guru Non-ASN Honorer<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1;font-weight: bold\">Status Hukum<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pegawai ASN Tetap (UU 20\/2023)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pegawai ASN Perjanjian Kerja (UU 20\/2023)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pegawai Tetap Badan Hukum Yayasan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pegawai Kontrak \/ Penugasan Sekolah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1;font-weight: bold\">SK Pengangkatan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Ketua Yayasan Pendidikan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Kepala Sekolah \/ Kepala Dinas<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1;font-weight: bold\">Sumber Penggajian<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">APBN \/ APBD (Gaji Pokok ASN)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">APBD \/ APBN (Perpres 11\/2024)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Kas Yayasan \/ BOSP Swasta<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Dana BOSP Reguler \/ Komite<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1;font-weight: bold\">Jenjang Karir<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Kepangkatan Golongan I\/a &#8211; IV\/e<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Golongan Jabatan Fungsional Guru<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Inpassing Kemendikbudristek<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Afirmasi Seleksi PPPK ASN<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Dengan demikian, kata guru honorer secara esensial adalah wujud dedikasi mulia para pendidik yang mengisi kekosongan formasi pengajaran demi kelangsungan pendidikan generasi bangsa. Transformasi menuju ASN PPPK dan penataan kepegawaian modern diharapkan mampu memberikan kepastian status hukum dan kesejahteraan yang bermartabat bagi seluruh guru di tanah air.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah guru honorer telah lama melekat dalam khazanah pendidikan nasional Indonesia untuk menggambarkan tenaga pendidik yang mengabdikan diri di sekolah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-1581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1581"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1581\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}