{"id":1590,"date":"2023-06-21T00:05:07","date_gmt":"2023-06-21T00:05:07","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1590"},"modified":"2023-12-06T01:05:05","modified_gmt":"2023-12-06T01:05:05","slug":"berapa-jam-kerja-guru-honorer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-jam-kerja-guru-honorer.html","title":{"rendered":"Berapa Jam Kerja Guru Honorer?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-jam-kerja-guru-honorer.html\/#Pelurusan_Miskonsepsi_Makna_Angka_24_Jam_Tatap_Muka\" >Pelurusan Miskonsepsi: Makna Angka 24 Jam Tatap Muka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-jam-kerja-guru-honorer.html\/#Standar_Jam_Kerja_Efektif_Formal_Guru_375_Jam_per_Minggu\" >Standar Jam Kerja Efektif Formal Guru (37,5 Jam per Minggu)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-jam-kerja-guru-honorer.html\/#Penerapan_Jam_Kerja_pada_Guru_Honorer_Non-ASN_di_Lapangan\" >Penerapan Jam Kerja pada Guru Honorer \/ Non-ASN di Lapangan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-jam-kerja-guru-honorer.html\/#1_Guru_Non-ASN_di_Sekolah_Negeri\" >1. Guru Non-ASN di Sekolah Negeri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-jam-kerja-guru-honorer.html\/#2_Guru_Tetap_Yayasan_GTY_dan_Guru_Kontrak_di_Sekolah_Swasta\" >2. Guru Tetap Yayasan (GTY) dan Guru Kontrak di Sekolah Swasta<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-jam-kerja-guru-honorer.html\/#Implikasi_Jam_Kerja_terhadap_Dapodik_dan_Tunjangan_Insentif\" >Implikasi Jam Kerja terhadap Dapodik dan Tunjangan Insentif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/berapa-jam-kerja-guru-honorer.html\/#Tabel_Komparasi_Jam_Tatap_Muka_vs_Jam_Kerja_Efektif\" >Tabel Komparasi Jam Tatap Muka vs Jam Kerja Efektif<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Salah satu pertanyaan yang paling sering membingungkan para pendidik dan masyarakat luas adalah: <strong>berapa jam kerja guru honorer?<\/strong> Di ruang publik, kerap beredar mitos dan miskonsepsi bahwa jam kerja guru honorer dibatasi &#8220;maksimal 24 jam per minggu&#8221;. Anggapan ini adalah kekeliruan interpretasi regulasi yang sangat fatal dan perlu diluruskan berdasarkan kerangka hukum perundang-undangan pendidikan nasional.<\/p>\n<p>Dalam tata kelola kepegawaian pendidikan modern, terdapat pembedaan tegas antara <strong>Jam Tatap Muka (JTM)<\/strong> pengajaran di depan kelas dengan <strong>Jam Kerja Efektif Mingguan<\/strong> seorang pendidik di satuan pendidikan. Ketentuan ini diatur secara komprehensif melalui <strong>Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas PP No. 74 Tahun 2008 tentang Guru<\/strong> serta <strong>Permendikbudristek Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Permendikbudristek No. 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah<\/strong>.<\/p>\n<div class=\"kajian-terkait-kampus\" style=\"background-color: #F8FAFC;border-left: 4px solid #D4AF37;padding: 16px 20px;margin: 28px 0;border-radius: 0 8px 8px 0\">\n<p style=\"margin-top: 0;margin-bottom: 8px;font-weight: bold;color: #0F172A\">Kajian Terkait Profesi Guru:<\/p>\n<ul style=\"margin-bottom: 0;padding-left: 20px;color: #334155\">\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-arti-dari-kata-guru-honorer.html\" title=\"Arti Guru Honorer\">Apa Arti dari Kata Guru Honorer? Regulasi, Status Non-ASN, Hak, dan Kewajiban<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/apa-tugas-guru-honorer.html\" title=\"Tugas Guru Honorer\">Apa Tugas Guru Honorer? Beban Kerja dan Standar Mutu Pendidikan<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/bagaimana-agar-guru-honorer-tetap-sejahtera.html\" title=\"Kesejahteraan Guru Honorer\">Bagaimana Agar Guru Honorer Tetap Sejahtera? 5 Kebijakan Afirmasi dan Jamsostek<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/insentif-guru-honorer-2023-kapan-cair.html\" title=\"Insentif Guru Honorer\">Juknis dan Kriteria Bantuan Insentif Guru Non-ASN Kemendikbudristek<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelurusan_Miskonsepsi_Makna_Angka_24_Jam_Tatap_Muka\"><\/span>Pelurusan Miskonsepsi: Makna Angka 24 Jam Tatap Muka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kekeliruan &#8220;maksimal 24 jam&#8221; berakar dari ketidakpahaman atas ketentuan <strong>Pasal 35 ayat (2) UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen<\/strong> serta <strong>Pasal 52 PP No. 74 Tahun 2008<\/strong>. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan:<\/p>\n<blockquote>\n<p><em>&#8220;Beban kerja guru sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.&#8221;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Dari bunyi pasal tersebut terlihat jelas bahwa:<\/p>\n<ul>\n<li>Angka <strong>24 Jam Tatap Muka (JTM)<\/strong> adalah <strong>batas minimal (syarat minimum)<\/strong> beban mengajar di kelas bagi guru bersertifikat pendidik agar berhak mencairkan Tunjangan Profesi Guru (TPG), BUKAN batas maksimal jam kerja!<\/li>\n<li>Batas maksimal tatap muka yang diatur undang-undang adalah <strong>40 JTM per minggu<\/strong>.<\/li>\n<li>Satu Jam Tatap Muka (1 JTM \/ JP) dihitung berdasarkan durasi waktu per jenjang pendidikan: <strong>35 menit<\/strong> untuk jenjang SD\/MI, <strong>40 menit<\/strong> untuk jenjang SMP\/MTs, dan <strong>45 menit<\/strong> untuk jenjang SMA\/SMK\/MA.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Standar_Jam_Kerja_Efektif_Formal_Guru_375_Jam_per_Minggu\"><\/span>Standar Jam Kerja Efektif Formal Guru (37,5 Jam per Minggu)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berdasarkan <strong>Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara<\/strong> jo. <strong>Permendikbudristek Nomor 25 Tahun 2024<\/strong>, standar jam kerja efektif bagi satuan pendidikan dan pendidik adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Beban kerja guru adalah <strong>37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja efektif<\/strong> dalam 1 (satu) minggu, di luar jam istirahat.<\/li>\n<li>Dilaksanakan dalam 5 (lima) hari kerja per minggu, yang setara dengan rata-rata <strong>7,5 jam kerja efektif per hari<\/strong>.<\/li>\n<li>Waktu 37,5 jam kerja efektif ini dialokasikan untuk menuntaskan 5 kegiatan pokok: (1) merencanakan pembelajaran, (2) melaksanakan pembelajaran tatap muka, (3) menilai hasil belajar, (4) membimbing dan melatih siswa, serta (5) menunaikan tugas tambahan di sekolah.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penerapan_Jam_Kerja_pada_Guru_Honorer_Non-ASN_di_Lapangan\"><\/span>Penerapan Jam Kerja pada Guru Honorer \/ Non-ASN di Lapangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bagi guru honorer atau guru non-ASN yang belum berstatus PNS\/PPPK, penetapan jam kerja di lapangan terbagi menurut status tempat bertugas:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Guru_Non-ASN_di_Sekolah_Negeri\"><\/span>1. Guru Non-ASN di Sekolah Negeri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di sekolah negeri, penugasan jam mengajar guru non-ASN ditentukan oleh Kepala Sekolah berdasarkan ketersediaan formasi rombongan belajar (rombel) yang tersisa setelah jam mengajar guru PNS dan PPPK terpenuhi. Di banyak daerah, sistem honorarium dihitung berdasarkan tarif <strong>per Jam Pelajaran (JP)<\/strong> yang diajarkan setiap minggunya, dikalikan dengan koefisien tarif BOSP atau komite.<\/p>\n<p>Dalam skema penataan kepegawaian terkini (KepmenPAN-RB No. 347, 348, 349 Tahun 2024), jam kerja guru non-ASN di sekolah negeri akan bertransisi ke dalam dua skema resmi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>PPPK Penuh Waktu:<\/strong> Mengikuti jam kerja penuh aparatur sipil negara yaitu 37,5 jam kerja efektif per minggu dengan hak gaji dan tunjangan setara PNS.<\/li>\n<li><strong>PPPK Paruh Waktu (Part-Time):<\/strong> Diberlakukan bagi guru non-ASN yang telah terdata dalam pangkalan data BKN dan mengikuti seleksi namun belum memperoleh alokasi formasi penuh waktu. Jam kerja disesuaikan secara proporsional dengan alokasi jam tatap muka yang riil diampu di sekolah.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Guru_Tetap_Yayasan_GTY_dan_Guru_Kontrak_di_Sekolah_Swasta\"><\/span>2. Guru Tetap Yayasan (GTY) dan Guru Kontrak di Sekolah Swasta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bagi guru yang bertugas di sekolah swasta\/madrasah yang diselenggarakan masyarakat, jam kerja diatur dalam <strong>Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)<\/strong> atau <strong>Perjanjian Kerja Bersama (PKB)<\/strong> antara yayasan dan guru. Mengacu pada regulasi ketenagakerjaan umum (Undang-Undang Ketenagakerjaan), waktu kerja baku adalah 40 jam per minggu (8 jam sehari untuk 5 hari kerja, atau 7 jam sehari untuk 6 hari kerja).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Implikasi_Jam_Kerja_terhadap_Dapodik_dan_Tunjangan_Insentif\"><\/span>Implikasi Jam Kerja terhadap Dapodik dan Tunjangan Insentif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pencatatan jam mengajar guru non-ASN di aplikasi Dapodik memiliki implikasi hukum dan finansial yang sangat strategis:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Syarat Validitas Bantuan Insentif Guru Non-ASN:<\/strong> Berdasarkan Petunjuk Teknis Puslapdik Kemendikbudristek (Permendikbudristek No. 45 Tahun 2023), salah satu syarat mutlak guru non-ASN mendapatkan bantuan insentif adalah memenuhi beban kerja mengajar aktif yang terverifikasi dalam info GTK.<\/li>\n<li><strong>Kelayakan Pembiayaan Dana BOSP:<\/strong> Pasal 40 Permendikbudristek No. 63 Tahun 2023 menegaskan pembayaran honor guru non-ASN dari dana BOS Reguler hanya sah jika guru tersebut tercatat aktif mengajar dan terdaftar di Dapodik serta memiliki NUPTK.<\/li>\n<li><strong>Kualifikasi Seleksi PPG Guru Tertentu:<\/strong> Pemenuhan jam mengajar yang linier dengan program studi ijazah S-1\/D-IV menjadi syarat pemanggilan (pemberkasan) program sertifikasi guru melalui Platform Merdeka Mengajar.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_Komparasi_Jam_Tatap_Muka_vs_Jam_Kerja_Efektif\"><\/span>Tabel Komparasi Jam Tatap Muka vs Jam Kerja Efektif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"table-responsive\">\n<table class=\"table table-bordered table-striped\" style=\"width: 100%;border-collapse: collapse;margin: 24px 0\">\n<thead>\n<tr style=\"background-color: #0F172A;color: #FFFFFF\">\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Kategori Beban<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Durasi Regulasi<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Dasar Hukum<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Ruang Lingkup Aktivitas<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1;font-weight: bold\">Jam Tatap Muka (JTM) Minimal TPG<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">24 Jam Tatap Muka \/ minggu<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pasal 35 ayat (2) UU No. 14\/2005<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Interaksi tatap muka pengajaran langsung dengan murid di kelas<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1;font-weight: bold\">Jam Tatap Muka (JTM) Maksimal<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">40 Jam Tatap Muka \/ minggu<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">PP No. 19\/2017 jo. UU 14\/2005<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Batas tertinggi alokasi tatap muka agar tidak terjadi beban lebih (overload)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1;font-weight: bold\">Jam Kerja Efektif Satuan Pendidikan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">37,5 Jam Efektif \/ minggu (5 hari)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Perpres 21\/2023 &#038; Permendikbudristek 25\/2024<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Total waktu kerja mencakup perencanaan, tatap muka, asesmen, konseling &#038; tugas tambahan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1;font-weight: bold\">Waktu Kerja Lembaga Swasta<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">40 Jam Kerja \/ minggu<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">UU Cipta Kerja Kluster Ketenagakerjaan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Waktu kerja operasional guru tetap\/kontrak yayasan sesuai kesepakatan PKB<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Kesimpulannya, jam kerja guru honorer bukanlah dibatasi kaku secara sempit 24 jam semata, melainkan disesuaikan dengan mandat kurikulum, jadwal belajar-mengajar di satuan pendidikan, serta pemenuhan 37,5 jam kerja efektif mingguan guna menjaga mutu layanan belajar bagi generasi penerus bangsa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu pertanyaan yang paling sering membingungkan para pendidik dan masyarakat luas adalah: berapa jam kerja guru honorer? Di ruang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-1590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1590\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}