{"id":1614,"date":"2023-06-22T03:18:45","date_gmt":"2023-06-22T03:18:45","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1614"},"modified":"2023-12-06T00:38:20","modified_gmt":"2023-12-06T00:38:20","slug":"kedudukan-dan-fungsi-uud-1945-dalam-sistem-hukum-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kedudukan-dan-fungsi-uud-1945-dalam-sistem-hukum-nasional.html","title":{"rendered":"Kedudukan dan fungsi UUD 1945 dalam sistem hukum nasional"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi:<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kedudukan-dan-fungsi-uud-1945-dalam-sistem-hukum-nasional.html\/#Kedudukan_UUD_1945_dalam_Tata_Hukum_Nasional\" >Kedudukan UUD 1945 dalam Tata Hukum Nasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kedudukan-dan-fungsi-uud-1945-dalam-sistem-hukum-nasional.html\/#Fungsi-Fungsi_Fundamental_UUD_1945\" >Fungsi-Fungsi Fundamental UUD 1945<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kedudukan-dan-fungsi-uud-1945-dalam-sistem-hukum-nasional.html\/#1_Fungsi_Penentu_dan_Pembatas_Kekuasaan_Limitation_of_Power\" >1. Fungsi Penentu dan Pembatas Kekuasaan (Limitation of Power)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kedudukan-dan-fungsi-uud-1945-dalam-sistem-hukum-nasional.html\/#2_Fungsi_Pengatur_Relasi_Kekuasaan_Antarlembaga_Negara\" >2. Fungsi Pengatur Relasi Kekuasaan Antarlembaga Negara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kedudukan-dan-fungsi-uud-1945-dalam-sistem-hukum-nasional.html\/#3_Fungsi_Jaminan_Perlindungan_Hak_Asasi_Manusia_HAM\" >3. Fungsi Jaminan Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kedudukan-dan-fungsi-uud-1945-dalam-sistem-hukum-nasional.html\/#4_Fungsi_Kontrol_dan_Alat_Uji_Keabsahan_Norma_Control_of_Norms\" >4. Fungsi Kontrol dan Alat Uji Keabsahan Norma (Control of Norms)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kedudukan-dan-fungsi-uud-1945-dalam-sistem-hukum-nasional.html\/#Menjaga_Sakralitas_Pembukaan_UUD_1945\" >Menjaga Sakralitas Pembukaan UUD 1945<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Dalam arsitektur ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia, <strong>Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945)<\/strong> menempati kedudukan tertinggi sebagai hukum dasar tertulis (<em>supreme law of the land<\/em>) yang menjadi sumber legitimasi bagi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada satu pun norma hukum positif di tanah air yang boleh bertentangan dengan prinsip dan pasal-pasal konstitusi.<\/p>\n<p>Disahkan pertama kali oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945 dan telah melalui empat tahapan perubahan (Amandemen I\u2013IV pada kurun waktu 1999\u20132002) pascareformasi, UUD 1945 menjadi instrumen pembatasan kekuasaan penguasa, penjamin hak asasi manusia (HAM), dan penentu arah pembangunan hukum nasional.<\/p>\n<div class=\"kajian-terkait-kampus\" style=\"background-color: #F8FAFC;border-left: 4px solid #D4AF37;padding: 16px 20px;margin: 28px 0;border-radius: 0 8px 8px 0\">\n<p style=\"margin-top: 0;margin-bottom: 8px;font-weight: bold;color: #0F172A\">Baca juga:<\/p>\n<ul style=\"margin-bottom: 0;padding-left: 20px;color: #334155\">\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/tata-urutan-peraturan-perundang-undangan-dalam-sistem-hukum-nasional-di-indonesia.html\" title=\"Hierarki Hukum\">Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan dalam Sistem Hukum Nasional<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/kedudukan-dan-fungsi-pancasila-bagi-bangsa-dan-negara-indonesia.html\" title=\"Pancasila Dasar Negara\">Kedudukan dan Fungsi Pancasila sebagai Staatsfundamentalnorm<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kedudukan_UUD_1945_dalam_Tata_Hukum_Nasional\"><\/span>Kedudukan UUD 1945 dalam Tata Hukum Nasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kedudukan konstitusional UUD 1945 dapat ditinjau melalui beberapa perspektif hukum tata negara:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Hukum Dasar Tertulis Tertinggi:<\/strong> Pasal 7 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2011 jo. UU No. 13 Tahun 2022 menempatkan UUD 1945 pada puncak piramida peraturan perundang-undangan di Indonesia. Seluruh undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, hingga peraturan daerah bersumber dan berakar dari konstitusi.<\/li>\n<li><strong>Staatsgrundgesetz (Aturan Dasar Negara):<\/strong> Dalam teori jenjang norma Hans Nawiasky, UUD 1945 berposisi sebagai aturan dasar negara yang menjabarkan norma fundamental Pancasila ke dalam pasal-pasal operasional penyelenggaraan negara.<\/li>\n<li><strong>Perjanjian Luhur Bangsa (Social Contract):<\/strong> UUD 1945 memuat konsensus kebangsaan mengenai bentuk negara (republik), kedaulatan rakyat (Pasal 1 ayat 2), negara berdasar atas hukum (Pasal 1 ayat 3), serta pemisahan dan perimbangan kekuasaan (<em>checks and balances<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi-Fungsi_Fundamental_UUD_1945\"><\/span>Fungsi-Fungsi Fundamental UUD 1945<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebagai instrumen konstitusional, UUD 1945 menjalankan serangkaian fungsi vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Fungsi_Penentu_dan_Pembatas_Kekuasaan_Limitation_of_Power\"><\/span>1. Fungsi Penentu dan Pembatas Kekuasaan (Limitation of Power)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu hakikat utama konstitusionalisme modern adalah mencegah absolutisme kekuasaan (<em>despotisme<\/em>). Sebagaimana pemeo klasik Lord Acton, <em>&#8220;power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely&#8221;<\/em>. UUD 1945 membatasi masa jabatan presiden dan wakil presiden maksimal dua periode berturut-turut (Pasal 7), membagi fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif secara seimbang, serta melarang penguasa melampaui batas kewenangan yang ditetapkan konstitusi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Fungsi_Pengatur_Relasi_Kekuasaan_Antarlembaga_Negara\"><\/span>2. Fungsi Pengatur Relasi Kekuasaan Antarlembaga Negara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Amandemen UUD 1945 menghapus supremasi MPR sebagai lembaga tertinggi negara dan menggantikannya dengan sistem hubungan setara dan saling mengawasi antarcabang kekuasaan. UUD 1945 mengatur relasi kerja sama antara Presiden dan DPR dalam pembentukan undang-undang dan penganggaran (APBN), serta menetapkan independensi kekuasaan kehakiman (Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi) bebas dari intervensi kekuasaan mana pun.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Fungsi_Jaminan_Perlindungan_Hak_Asasi_Manusia_HAM\"><\/span>3. Fungsi Jaminan Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pasal 28A hingga 28J UUD 1945 memuat katalog hak asasi manusia paling komprehensif, mencakup hak untuk hidup, hak membentuk keluarga, hak atas kebebasan beragama dan beribadah (Pasal 29), hak atas pendidikan (Pasal 31), hak perlindungan hukum yang adil, serta hak fakir miskin dan anak telantar untuk dipelihara oleh negara (Pasal 34).<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Fungsi_Kontrol_dan_Alat_Uji_Keabsahan_Norma_Control_of_Norms\"><\/span>4. Fungsi Kontrol dan Alat Uji Keabsahan Norma (Control of Norms)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>UUD 1945 berfungsi sebagai batu uji (<em>touchstone<\/em>) bagi seluruh produk hukum di bawahnya. Melalui hak uji materiil (<em>judicial review<\/em>) di Mahkamah Konstitusi, setiap warga negara yang hak konstitusionalnya dirugikan oleh berlakunya suatu undang-undang berhak mengajukan permohonan pembatalan undang-undang tersebut.<\/p>\n<div class=\"table-responsive\">\n<table class=\"table table-bordered table-striped\" style=\"width: 100%;border-collapse: collapse;margin: 24px 0\">\n<thead>\n<tr style=\"background-color: #0F172A;color: #FFFFFF\">\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Dimensi Konstitusi<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Fokus Ketentuan UUD 1945<\/th>\n<th style=\"padding: 12px;border: 1px solid #CBD5E1\">Rujukan Pasal Kunci<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\"><strong>Bentuk &#038; Kedaulatan<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Negara Kesatuan berbentuk Republik, kedaulatan di tangan rakyat, negara hukum<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pasal 1 ayat (1), (2), dan (3)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\"><strong>Pembatasan Eksekutif<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Masa jabatan Presiden 5 tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pasal 7 UUD 1945<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\"><strong>Kekuasaan Yudikatif<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Kekuasaan kehakiman merdeka: Mahkamah Agung &#038; Mahkamah Konstitusi<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pasal 24, 24A, 24B, dan 24C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\"><strong>Katalog Hak Asasi<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Jaminan hak sipil, politik, ekonomi, sosial budaya, dan kewajiban asasi<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pasal 28A sampai Pasal 28J<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\"><strong>Demokrasi Ekonomi<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px;border: 1px solid #CBD5E1\">Pasal 33 ayat (1) sampai (4)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menjaga_Sakralitas_Pembukaan_UUD_1945\"><\/span>Menjaga Sakralitas Pembukaan UUD 1945<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam kesepakatan dasar Amandemen UUD 1945 oleh MPR, terdapat ketetapan mutlak untuk <strong>tidak mengubah Pembukaan UUD 1945<\/strong>. Pembukaan UUD 1945 memuat dasar filsafat Pancasila, cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia, serta tujuan nasional melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.<\/p>\n<p>Mengubah Pembukaan UUD 1945 sama artinya dengan membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Oleh karena itu, kesetiaan pada UUD 1945 adalah komitmen moral tertinggi seluruh elemen bangsa dalam merawat kelangsungan NKRI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam arsitektur ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) menempati kedudukan tertinggi sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-1614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}